Akankah Kemunculan Li-Fi Menggeser Popularitas Wi-Fi?
Sumber gambar: purelifi.com
in

Akankah Kemunculan Li-Fi Menggeser Popularitas Wi-Fi?

UGET UGET – Belakangan ini publik dihebohkan dengan kabar kemunculan teknologi pengganti Wi-Fi, yang disebut-sebut dengan nama Li-Fi. Selama ini memang banyak orang terus mengeluhkan lemotnya kecepatan internet. Entah sudah 4G, 4.5G, bahkan yang terbaru 5G, rasanya tak jauh beda. Karenanya para ilmuan mancanegara sejak tahun 2011 sudah mulai mengembangkan Li-Fi, yakni internet yang dihantarkan melalui cahaya.

Li-Fi diyakini bisa menyuguhkan sensasi menyenangkan berselancar di internet karena kecepatannya. Kemunculan Li-Fi, membuat Wi-Fi diibaratkan seperti siput, dan Li-Fi seperti musang yang bisa berlari berkali-kali jauh lebih cepat. Bahkan kabarnya, Li-Fi diyakini bisa mengunduh 23 DVD hanya dalam waktu satu detik. Gila!

Lalu apa itu Li-Fi? Dilansir nationalgeographic.co.id, Li-Fi yang adalah singkatan dari Light Fidelity ini adalah alat komunikasi baru yang berbasis pada sistem cahaya yang terlihat (Visible Light Communications, VLC) dengan kecepatan yang jauh di atas Wi-Fi. Istilah Li-Fi ini dikaitkan dengan Herald Haas, seorang Profesor di Universitas Edinburgh. Sejak dikenalkan tahun 2011, Profesor Haas membuat perusahaan PureLiFi yang bertujuan sebagai pemimpin teknologi VLC di dunia di tahun 2012.

Memang seberapa jauh bedanya sih? Katanya, Li-Fi ini memiliki kecepatan 100 kali lipat lebih cepat dari pada Wi-Fi, yang kecepatannya lebih dari 200 Gbps. Ini menjadi sebuah peradaban yang banyak ditunggu generasi milennial. Apalagi saat ini kebutuhan akan koneksi internet sudah semakin tinggi. Bahkan kalau dalam skala kebutuhan Maslow, Wi-Fi seakan menjadi kebutuhan yang jauh lebih mendasar dari kebutuhan fisiologis. Nah apa sebentar lagi posisi Wi-Fi akan tergantikan oleh Li-Fi?

Saya rasa ini adalah inovasi luas biasa dalam bidang teknologi. Kalau dianalogikan dengan petir, kecepatan cahayanya akan jauh lebih cepat daripada bunyi guntur yang mengikutinya. Hal ini terjadi karena cahaya memiliki kecepatan 1.079.252.848,8 kilometer per jam. Mungkin ini sama halnya dengan Li-Fi. Wah jadi tidak sabar ingin segera menjajal teknologi Li-Fi.

Selain itu, penggunaan internet tak akan lagi bergantung pada listrik. Kalau Wi-Fi akan ikut mati kalau listrik mati, sehingga kamu harus menggunakan mode data seluler. Maka ini berbeda dengan Li-Fi. Asal kamu masih memiliki cadangan baterai, senter, atau sumber cahaya lain dari lampu LED nampaknya mati listrik tak menjadi masalah.

Sumber gambar: purelifi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Candi Sambisari, The Hidden Paradise

Candi Sambisari, The Hidden Paradise

Manfaat dan Efek Samping Imunisasi BCG untuk Anak

Manfaat dan Efek Samping Imunisasi BCG untuk Anak