Kemajuan Teknologi Era Digital Menekankan Pada Upaya Disintermediation dalam Berbagai Sektor Pekerjaan
Sumber gambar: www.theodysseyonline.com
in

Kemajuan Teknologi Era Digital Menekankan Pada Upaya Disintermediation dalam Berbagai Sektor Pekerjaan

UGET UGET – Kemajuan teknologi tak dapat dipungkiri mampu menciptakan sektor lapangan kerja baru yang lebis luas. Namun bersamaan dengan itu, teknologi juga mengacaubalaukan bidang kerja lainnya. Menanggapi hal ini, UGM gandeng para alumninya untuk berbagi pengalaman sukses dalam menghadapi tantangan global.

Melalui acara I-Talk #1: What We Can Do to Make The World Better dengan subtema “Find Your Own Path: Adaptasi Tantangan Global Melalui Aksi Lokal,” Pratikno mempertegas generasi muda untuk tidak lagi berniat atau masuk ke dunia kerja yang sudah hampir mati (dying).

“Jangan ajari mahasiswa pada sesuatu yang sudah gelap masa depannya,” begitu himbaunya terkhusus pada Dekan FISIPOL dan segenap jajarannya. Karenanya, kita harus tahu sektor mana yang sedang mengalami penurunan dan sektor yang mengalami kemajuan bisnis.

Tertulis dalam powerpoint presentasinya, sektor yang mengalami peningkatan, di antaranya entertainment, household work, dan penambangan (mining). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan, di antaranya transportasi, manufaktur, dan agrikultur.

Dengan kata lain, technology creates more jobs, than it destroys mainly outside the industry itself. Kita bisa lihat imbasnya, sebutlah lapangan pekerjaan untuk pegawai kantor pos dan kasir. Dalam era baru yang serba teknologi ini, orang lebih memilih berkirim kabar dengan sosial media dan aplikasi chatting, eksesnya dunia surat menyurat semakin ditinggalkan.

Begitu pula dengan pekerjaan sebagai kasir yang bisa digantikan dengan teknologi. Saat ini, mesin ATM dan setor tunai semakin mengurangi dan menggantikan kerja kasir. Oleh karena itu, kita semua harus siap pada pergeseran kerja (shift jobs).

Adalah dosa besar menurut Pratikno, apabila institusi pendidikan masih mengajarkan sesuatu yang tidak relevan dalam menghadapi shift jobs. Institusi pendidikan punya PR besar untuk mengupgrade skill mahasiswanya, kita pun harus siap menghadapi label pasar yang lebih besar.

Berdasarkan data yang dipaparkan Pratikno terkait Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan (Top Skills Needed) in 2020 yang tidak bisa tergantikan pada segala yang bisa diotomatisasi, yakni bidang kerja yang menuntut pemecahan masalah, pemikiran kritis, kreativitas, manajemen orang, dan lain sebagainya. Perbandingannya dengan yang terjadi pada tahun 2015 silam, juga terangkum dalam link berikut cvdl.ben.edu.

Selain itu, dalam era digital ada pula bidang kerja yang dipandang sebagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan, di antaranya hiburan (leisure activities), healthcare (menyongsong masuknya era masyarakat yang sepuh/ageing society), juga insfrastruktur, dan energi.

Pratikno mengusulkan perlunya bidang kerja baru khusus disorganizer dalam sebuah institusi. Tugasnya memikirkan dan melakukan yang tidak satupun orang lakukan, memprediksi yang tidak dapat ditebak.

Nah, menjadi sociopreneur zaman sekarang adalah apa yang tidak pernah kita bayangkan pada masa lalu. Saat ini usaha retailer bahkan tak memiliki produk dan gudangnya sendiri, bisnis transportasi bisa dilakukan tanpa kendaraan. Mereka hanya menjembatani antara penjual dengan pembeli.

Contohlah BukaLapak, start up ini bisa menjembatani 2 juta UMKM. Disebutkan Muhammad Fikri, Head of Community Management Bukalapak.com dalam acara tersebut, satu UMKM terdiri dari 10-an orang staff. Ini artinya BukaLapak mampu memberdayakan sebanyak 20 juta orang. Hanya berbekal start up, BukaLapak menjadi salah satu dari sekian banyak sociopreneur yang mampu mengangkat kemakmuran masyarakat.

Pekerjaan sebagai youtubers dan selebgram juga menjadi saksi dari munculnya lapangan kerja baru bidang hiburan di era digital ini. Pekerjaan ini bahkan sangatlah menjanjikan. Padahal dulu, siapa yang akan menyangka orang akan begitu antusias dengan pekerjaan semacam itu? Semua orang bisa menjadi presenter dan penyampai pesan. Dari sini saya menyadari bahwa dunia akan terus berubah, yang tidak akan pernah berubah hanyalah perubahan itu sendiri.

Dalam era digital ini, Pratikno menekankan pada upaya disintermediation. Dengan bantuan teknologi, orang dapat memotong peran distributor untuk mempertemukan penjual dengan pembeli (korporasi), pejabat dan masyarakat (partai politik), media, dan lain sebagainya.

Untuk itu, Pratikno berpesan, “Be creative, jadilah zaman now. Kami tidak bisa membantu Anda karena kami tidak secanggih Anda. Berpikir dan berbuatlah yang tidak pernah kami pikir dan lakukan,” ujarnya menutup pidatonya.

Sumber gambar: www.theodysseyonline.com

https://www.youtube.com/watch?v=W4ljAFK4D8A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pentingnya Memilih Sosok Idola yang Tepat untuk Kita Mengapa Demikian

Pentingnya Memilih Sosok Idola yang Tepat untuk Kita, Mengapa Demikian?

Cara Move On Hadapi Mantan yang Masih Sering Mengganggu

Cara Move On Hadapi Mantan yang Masih Sering Mengganggu