Mudah Mengatakan Kata Maaf Bikin Kamu Dipandang Rendah
Sumber gambar: www.news.gatech.edu
in

Mudah Mengatakan Kata Maaf Bikin Kamu Dipandang Rendah

UGET UGET – Kata maaf memang menjadi salah satu dari tiga kata mujarab ketika berelasi dengan orang lain. Kata maaf digunakan ketika kita berbuat atau berkata-kata yang tidak seharusnya. Kata maaf menunjukkan ketulusan hati untuk berdamai. Namun, ada kalanya kata maafmu justru membuat dirimu terlihat rendah di mata orang lain lho. Wah yang seperti apa itu? Simak ya.

Mudah mengatakan maaf atau sorry juga bukan sesuatu yang bijak. Kata maaf punya maknanya sendiri sehingga kita tidak boleh berlebihan dalam mengucapkannya. Perlu diingat bahwa penting untuk menempatkan kata maaf tepat pada momennya.

Ketika kamu terlalu sering berucap maaf, kata itu malah kehilangan esensinya. Kalau memang tidak salah ya jangan ucapkan. Namun ini bukan berarti kamu kekeuh pada pendirian yang tak beralasankan fakta. Kalau begini orang malah menilaimu keras kepala.

Di samping itu, kamu perlu bersikap bijak. Bijak dalam artian bahwa kamu cukup dewasa untuk membedakan mana yang benar dan salah serta mana yang baik dan buruk untuk dilakukan dan diucapkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kamu paham akan norma dan etika yang berlaku di tempat di mana kamu berada.

Dalam menggunakan kata maaf, kamu harus paham konteks. Terlalu mudah mengatakan maaf justru membuatmu dipandang rendah oleh orang lain. Contohlah, ketika kamu bersendawa di depan teman akrabmu. Ini bisa jadi wajar karena kamu telah mengenal lama temanmu. Berbeda ceritanya, misal kamu bersendawa di hadapan presiden Jokowi, atau pada sebuah rapat kantor. Ini tentu menjadi sesuatu yang tidak etis.

Simpelnya ketika kamu meminjam motor milik temanmu yang notabene berbeda dengan milikmu. Saat menggunakannya mungkin kamu akan kagok pada posisi lampu sein dengan klakson. Saat membonceng temanmu, kamu refleks mengucapkan maaf. Ini tidak perlu, karena wajar jika ini terjadi.

Atau kasus lainnya ketika dalam sebuah kelas, kamu diajak mengobrol oleh teman sebelahmu. Nah dari obrolan itu pula temanmu tertawa. Tawa temanmu itu justru dianggap mengganggu oleh dosenmu. Akibat kejadian itu, temanmu ditegur dan diminta mengerjakan soal di papan tulis. Dalam hal ini, kamu tidak perlu meminta maaf. Sebab ini adalah kesalahannya yang tertawa terlalu keras.

Contoh lainnya misal ketika teman kantormu lupa membawa flashdisk yang berisi file presentasi. Namun kamu sok jadi pahlawan dengan mengatakan bahwa kamu telah menghilangkannya. Sifatmu ini malah membuatmu sering dijadikan kambing hitam. Hati-hati kalau kamu terlalu sering mengakui kesalahan orang lain.

Oleh karena itu, penting untuk melihat konteks sebelum mengucapkan kata maaf.

Sumber gambar: www.news.gatech.edu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Marco Asensio Talenta Muda yang Layak Diburu Klub Elit Eropa

Marco Asensio, Talenta Muda yang Layak Diburu Klub Elit Eropa

Beberapa Kegiatan yang Bikin Perayaan Valentine Makin Seru

Beberapa Kegiatan yang Bikin Perayaan Valentine Makin Seru