Kapal Borobudur Dan Kehebatan Leluhur Nusantara
Sumber gambar: wikipedia.org
in

Kapal Borobudur Dan Kehebatan Leluhur Nusantara

UGETUGET | Kapal ini terbuat dari kayu dan bergerak hanya dengan bantuan layar. Biarpun begitu, kapal ini bisa berlayar melintasi samudra dari Indonesia sampai Afrika. Hebat, bukan?

Itulah Kapal Borobudur yang diberi nama Samudra Raksa. Kapal ini pernah melakukan ekspedisi pelayaran dari Indonesia ke Afrika pada tahun 2003 lalu, tepatnya pada 15 Agustus 2003 hingga 23 Februari 2004. Apa yang menarik dari kapal ini ya?

Kapal Borobudur dirancang berdasarkan relief kapal tradisional yang terpahat pada Candi Borobudur. Kapal jenis ini pernah digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengarungi samudra luas.

Agar lebih menyerupai aslinya, Kapal Borobudur dibuat dari kayu-kayu asli Indonesia seperti kayu ulin, kayu damar, dan kayu jati.

Di samping itu, pembuatan kapal ini sama sekali tak memakai paku atau besi. Sebagai gantinya dipakai tali-temali tradisional yang dibuat dari tumbuhan. Tali-tali ini dibuat dari serabut kelapa, serat nenas, dan ijuk.

Kapal dengan panjang sekitar 18 meter dan lebar 4,5 meter ini dilengkapi dengan sejumlah alat modern.

Ukiran kapal pada relief Borobudur
Sumber gambar: wikipedia.org | Ukiran kapal pada relief Borobudur.

Dalam kapal ini tersedia teknologi GPS (Global Positioning System) yang berfungsi mengetahui posisi kapal. Kemudian ada alat untuk mendeteksi kedalaman laut, dan alat telepon satelit untuk melakukan komunikasi selama kapal berada di tengah samudra.

Selama pelayaran Kapal Borobudur harus membawa perbekalan yang lengkap, seperti air tawar untuk minum dan masak, beras, ikan asin, dan kayu bakar. Peralatan pribadi seperti kantung tidur juga harus dibawa.

Setelah tiba di Ghana, Afrika, kapal ini dibawa kembali ke Indonesia. Kini kapal Samudra Raksa (pembela samudra) ini bisa teman-teman lihat di Museum Samudra Raksa yang berada di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Nah, keberhasilan ekspedisi ini menunjukkan bahwa nenek moyang kita memang pelaut-pelaut berani, gagah, dan sudah mengenal teknologi pelayaran yang memadai. Kita patut berbangga.

Tugas kita sekarang adalah bagaimana menjaga dan memanfaatkan wilayah laut Indonesia sebaik mungkin. Karena kalau bukan kita yang melakukan itu siapa lagi yang akan melakukannya?

Tentu saja agar anak-cucu kita bisa menyaksikan warisan leluhur yang agung ini.

Hasil rekonstruksi kapal Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa
Sumber gambar: wikipedia.org | Hasil rekonstruksi kapal Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mungkin Terkesan Nggak Penting, Tapi Sebaiknya Kamu Tetap Mempersiapkan Hal-Hal Berikut Ini di Rumahmu Saat Sudah Memasuki Musim Penghujan

Mungkin Terkesan Nggak Penting, Tapi Sebaiknya Kamu Tetap Mempersiapkan Hal-Hal Berikut Ini di Rumahmu Saat Sudah Memasuki Musim Penghujan

Memaafkan Kesalahan Orang Lain Meskipun Tidak Mengatakannya1

Memaafkan Kesalahan Orang Lain Meskipun Tidak Mengatakannya