Kaka Pensiun Sepenggal Kisah Tentang Kaka yang Luar Biasa
Sumber gambar: www.viva.co.id
in

Kaka Pensiun: Sepenggal Kisah Tentang Kaka yang Luar Biasa

UGET UGET Dunia sepak bola kembali harus merelakan salah satu legenda hebatnya berhenti merumput di lapangan hijau. Ya, Kaka pensiun. Keputusan yang membuat banyak pihak bersimpati.

Jagat sepak bola mengucap banyak terima kasih untuk pemain hebat ini. Mereka tetap tahu bahwa sosok seorang Kaka adalah pribadi yang tidak biasa. Dia layak dan bahkan memang seharusnya dikagumi.

Malang melintang di dunia sepak bola, Kaka menjadi pemain yang bisa dibilang sukses mencicipi banyak gelar. Piala Dunia Antarklub, Supercoppa Italia, UEFA Super Cup, Serie A, La Liga, Copa del Rey, Piala Konfederasi FIFA, hingga trofi Piala Dunia sekalipun pernah dia peroleh.

Belum lagi gelar individu yang tidak sedikit. Tentu kita juga tahu bahwa tepat sepuluh tahun yang lalu dia memenangkan Ballon d’Or. Sebuah pencapaian sekaligus pembuktian bahwa dia memang seorang pemain luar biasa.

Bisa dibilang, hanya di Madrid saja karirnya meredup. Dulu dia mulai menunjukkan taring di Sao Paulo, dia juga begitu berjaya di Milan, dan terakhir dia menjadi pemain penting di Orlando City.

Saya tidak akan bercerita lebih panjang lagi mengenai perjalanan karir pemain ini. Saya hanya ingin menuliskan sebuah kisah tentang Kaka yang bukan saja hanya pemain sepak bola biasa.

Bagi saya, Kaka adalah pemain spesial. Dia adalah seorang protagonis di lapangan. Permainan boleh saja ganas dan kejam, tapi tidak untuk kepribadiannya.

Sebuah cerita masa lalu yang membuat saya cukup penasaran dengan sosok seorang Kaka yang begitu baik di mata orang lain. Saya ingat saat itu saya sedang membaca sebuah koran di perpustakaan sekolah di waktu istirahat. Kebetulan yang saya ambil itu adalah koran sepak bola.

Ada sebuah berita tentang sengketa dua orang pemain. Seorang pemain menjatuhkan pemain lain, tapi langsung meninggalkan tanpa meminta maaf. Hal itu menjadi sorotan media, mengapa sang pemain tidak mau meminta maaf. Terus terang saya lupa nama pemain-pemain itu. Tapi, saya masih ingat pemain yang menjatuhkan itu mengatakan, “Kalau dia (pemain yang dijatuhkan) adalah Ricardo Kaka, tanpa disuruh pun saya akan meminta maaf kepadanya,” kurang lebih seperti itu jawabnya ke media.

Sejenak saya berpikir, begitu spesialkan diri seorang Ricardo Kaka, sampai-sampai nama itu yang disebut dalam ucapannya? Begitu baikkah dia? Hingga bukan pemain lain saja yang dijadikan perbandingan? Kenapa Kaka? Apa dia benar-benar sosok yang baik hingga pemain lain benar-benar menghargainya?

Begitulah awal saya ingin tahu lebih tentang Ricardo Kaka, dan semakin saya berusaha untuk mencari tahu lebih dalam tentang dia, saya semakin mengaguminya. Bisa dibilang, dia adalah alasan terbesar saat dulu saya mulai menyukai sepak bola. Kaka juga yang sering membuat saya rela terjaga di tengah malam untuk menyaksikan dia bermain. Tidak bisa dipungkiri, dia adalah orang yang membuat saya jatuh nyaman di dunia sepak bola.

Tapi saat ini tidak akan ada lagi cerita menonton Kaka bermain. Dia lebih memilih berhenti merumput dan mungkin akan memulai karir baru di bangku managemen. Apapun itu, meski sebenarnya belum rela, kita harus menghormati keputusannya. Tidak ada harapan lain untuknya selain melihat kesuksesannya di perjalanan karir masa mendatang.

Terima kasih untuk segalanya, Kaka. Terima kasih pula atas pelajaran cinta terhadap olah raga ini.

Sumber gambar: www.viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Produk untuk Bayi yang Masih Sering Digunakan Orang Dewasa

Produk untuk Bayi yang Masih Sering Digunakan Orang Dewasa

Tipe-tipe Orang yang Seharusnya Ada di Dekat Kita

Tipe-tipe Orang yang Seharusnya Ada di Dekat Kita