Sinergi KIM Penanggulangan Bencana Menyongsong Kabupaten Sleman Tangguh Bencana Tahun 2022
Sumber gambar: antaranews.com
in

Sinergi KIM dalam Penanggulangan Bencana Menyongsong Kabupaten Sleman Tangguh Bencana Tahun 2022

UGET UGET – Masyarakat di pelosok desa khususnya di Kabupaten Sleman kini dapat mempercayakan kevalidan sebuah informasi melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY juga bersinergi dengan KIM menyongsong Kabupaten Sleman Tangguh Bencana.

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Intriati Yudatiningsih melalui KIM ingin membangun masyarakat informasi yang cerdas (smart society). Ini dapat diukur, menurutnya dari tingkat intelegensi. Nantinya masyarakat desa bisa andil menjadi pilar pengembangan Sleman sebagai smart city.

Kemarin Selasa (19/12), Intriati menyosialisasikan KIM kepada seluruh kepala desa se-Kabupaten Sleman di Bappeda Sleman. Dia ingin KIM bisa menjadi sarana untuk mengembangkan jaringan informasi publik, memberdayakan dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa, hingga bisa mencapai kondisi idealnya, yakni individu yang cerdas (smart people). “KIM harapannya dengan adanya aturan Bupati bisa untuk mempromosikan desa, mendidik mereka menjadi masyarakat yang berkarakter,” tambahnya.

Nantinya, masyarakat akan mencintai KIM karena memiliki literasi yang lebih dari biasa. Tim ini juga dipandang Intriati mampu mengikuti zaman, ada kerja tim di dalamnya. Arahnya jelas untuk mengarahkan masyarakat pada sesuatu yang positif. “Masyarakat akan mandiri, tapi tetap dalam bimbingan sehingga arahnya netral, ujarnya.

Adanya KIM ini juga didukung BPBD DIY. Melalui KIM, BPBD DIY menarget masyarakat desa dapat menjadi agen informasi. Pelaksana Tugas BPBD DIY, Suprayitno mendukung penuh sinergi KIM dalam hal penanggulangan bencana menuju Kabupaten Sleman tangguh bencana. Sejauh ini, disebutkan Suprayitno, empat desa di Sleman sudah menjadi Desa Tangguh Bencana.

BPBD DIY sendiri telah memetakan ada 12 potensi bencana di DIY, yaitu banjir, banjir bandang, kekeringan, letusan gunung api, cuaca ekstrim, tanah longsor, gelombang ekstrim dan abrasi, epidemi dan wabah penyakit, kegagalan teknologi, gempa bumi, tsunami, dan kebakaran hutan dan lahan. Keduabelas potensi bencana tersebut tingkatnya berbeda, ada yang rendah, sedang, hingga tinggi.

Sinergi KIM dalam Penanggulangan Bencana Menyongsong Kabupaten Sleman Tangguh Bencana Tahun 2022
Sumber gambar: Suprayitno sedang memberi pengarahan. Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Sedikit intermezzo, tanggal 27 November kemarin kita cukup dihebohkan dengan siklon tropis Cempaka. Dikonfirmasi Suprayitno, bencana ini sama sekali tidak diprediksi akan terjadi, karenanya BPBD lebih fokus pada kesiapsiagaam menghadapi banjir dan tanah longsor. Siklon tropis ini masuk dalam cuaca ekstrim yang diketahui dalam waktu dekat ini, tingkat potensinya meningkat, bersamaan dengan banjir, kekeringan, dan tanah longsor.

Kemarin siklon tropis Cempaka berdampak pada 1812 ribu titik banjir di DIY. Sedangkan di Sleman ada 223 titik cuaca ekstrim angin dan 433 titik longsor. Dengan adanya KIM sekiranya masyarakat bisa tahu apa saja potensi bencananya.

Nantinya KIM akan dibekali dengan cara pengurangan risiko bencana yang menekankan pada peran mitigasi sebagai penyampaian informasi. Fokus pengurangan risiko bencana, yaitu dengan kurangi bahaya dengan pencegahan, kurangi kerentanan dengan mitigasi dan pengalihan, dan tingkatkan kapasitas dengan kesiapsiagaan.

Sinergitas KIM dengan desa tangguh bencana ini harus berkeberlanjutan. Tahun 2018, BPBD Sleman akan membantu meningkatkan dari Desa menjadi Kabupaten Tangguh Bencana. Nantinya Desa Sambirejo di Kecamatan Prambanan sebagai desa terdampak dipilih sebagai tempat pengembangan Desa Tangguh Bencana.

Sinergitas ini menurut Suprayitno menekankan pada konektivitas peran masyarakat. Caranya tidak dengan mengandalkan teknologi tingkat tinggi, melainkan mengandalkan masyarakat. Sebab kajian yang ada menyatakan keselamatan ditentukan dari diri sendiri.

Harapannya Desa Tangguh Bencana segera terealisasi sepenuhnya, di mana desa memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana serta mampu memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan. Sehingga nantinya Sleman sudah siap menjadi Kabupaten Tangguh Bencana di tahun 2022, menjadi role model penanganan bencana dibantu peran KIM.

Sumber gambar: antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Ulang Tahun Bagaimana Setiap Orang Memaknainya

Ulang Tahun: Bagaimana Setiap Orang Memaknainya?

Inilah Ciri-Ciri Kalau Pasanganmu Cowo Individual dan Egois

Inilah Ciri-Ciri Kalau Pasanganmu Cowo Individual dan Egois