Jangan Sampai Keliru Menggenggam Sebuah Harapan
Sumber gambar: noxiestock.deviantart.com
in

Jangan Sampai Keliru Menggenggam Sebuah Harapan

UGET UGET – Ada yang bilang, manusia tidak akan berarti hidupnya jika dia tidak memiliki sebuah harapan. Banyak pula yang sepakat bahwasanya harapan itu dapat menghadirkan semangat untuk berjuang. Saya pun setuju dengan hal itu, tapi jangan sampai keliru menggenggamnya.

Mengharap sesuatu pada diri sendiri memang bisa jadi dorongan untuk terus maju, tetapi berharap sesuatu kepada orang lain bisa jadi akan menyakitimu. Jika kita berharap pada diri kita sendiri, maka banyak kemungkinan kita akan melakukan yang terbaik demi mewujudkannya. Namun, jika harapan itu kita letakkan pada orang lain, tidak ada jaminan harapan itu menjadi kenyataan.

Itu kenapa saya berpikir bahwa kita dilarang keras untuk keliru menggenggam sebuah harapan. Bagi saya, harapan itu seperti sebuah pisau. Jika kita memegangnya pada sisi yang tepat, kita akan bisa dengan benar menggunakannya. Akan tetapi, jika kita menggenggam pada sisi yang salah, pisau itu akan melukai diri kita sendiri.

Bahkan saat dipegang dengan benar pun masih bisa berpotensi melukai jika tidak digunakan semestinya. Apalagi yang salah menggenggamnya dan tidak mampu dengan baik menggunakan harapan itu? Bisa jadi malah menjadi sumber luka dan kecewa.

Untuk itulah, penting bagi kita mengolah dan meng-handle lagi harapan-harapan yang kita miliki. Jaga harapan itu. Jadikan ia sebagai semangat dan alasan dalam berjuang. Genggam sebagai bentuk optimisme bahwa suatu hari kita akan mendapatkan pencapaian seperti apa yang kita harapkan.

Mengenai harapan kepada orang lain, belajarlah untuk mengurangi itu. Bukan berarti kita meragukan orang lain untuk menjawab harapan kita. Hanya saja, kebanyakan orang tidak akan mampu memenuhi semua ekspektasi orang lain di hidupnya. Untuk itu, daripada sering kecewa, lebih baik menghindari berharap terlalu besar dari diri orang lain.

Harapan itu sewajarnya kita hadirkan di hidup kita sendiri saja. Dengan begitu, yang ada hanya kebenaran dalam menggenggam sebuah harapan. Tapi jangan biarkan harapan berhenti sebagai sebuah harapan semata. Ingat, kita bertanggung jawab atas semua harapan dan mimpi-mimpi yang kita ciptakan sendiri. Jadi, jika sudah berani mengharapkannya, kita pun harus yakin untuk mampu menjadikannya nyata, pun berani menerima segala resikonya.

Sumber gambar: noxiestock.deviantart.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bukan Liga Inggris Namanya Kalau Tidak Ada Persaingan Seru dari Tim-tim Peserta

Bukan Liga Inggris Namanya Kalau Tidak Ada Persaingan Seru dari Tim-Tim Peserta

Perempuan Dalam Produk Audiovisual

Perempuan Dalam Produk Audiovisual