Jadi Tukang Parkir, Nggak Semudah yang Kalian Pikir uget uget

Jadi Tukang Parkir, Nggak Semudah yang Kalian Pikir

UGET UGET – Siapa bilang jadi tukang parkir gampang? Guys, ternyata gak mudah jadi tukang parkir. Tidak seperti yang sering kita lihat selama ini.

Kita pasti pernah berpikir kalau menjadi tukang parkir itu enak. Ketika ada kendaraan yang mau parkir, si tukang parkir tinggal mengarahkan tempat saja. Itupun kalau diarahkan. Namun, beberapa kali saya jumpai kalau ada juga tukang parkir yang tidak mengarahkan tempat parkir. Dia hanya duduk saja. Sesekali merapikan kendaraan.

Ketika seorang pembeli hendak mengambil kendaraannya, kemudian baru ia menghampirinya. Terkadang mengambilkan motornya, tetapi terkadang hanya menunggu di dekatnya. Menunggu jasa tempat parkir segera dibayarkan. Dan selesai sudah transaksi jasa tempat parkir.

Kalau pelayanan jasa parkirnya bagus, pasti si tukang parkir akan mengambilkan motor si pembeli sampai menyeberangkan atau mengatur lalu lintas supaya kendaraan kita bisa berjalan lancar.

Nah, yang perlu dicermati adalah segampang itukah mengatur lalu lintas atau menyeberangkan kendaraan? Dengan jelas saya katakan tidak semudah itu.

Saya pernah melihat teman saya yang tidak biasa menjadi tukang parkir hendak menyeberangkan kendaraan motor. Ketika itu suasana jalan tidak ramai lalu lalang kendaraan. Hanya ada dua kendaraan dari arah yang berbeda.

Satu motor dari arah barat dan satu lagi dari arah timur. Motor yang akan diseberangkan ini dari arah selatan.

Seketika kedua tangan teman saya memberhentikan kedua motor dari arah barat dan timur dengan menelentangkan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri. Sontak kedua kendaraan dari kedua arah tersebut berhenti.

Uniknya nih, setelah kendaraan lain berhenti, ia tidak segera mengarahkan kendaraan yang hendak diseberangkan tadi. Justru yang terjadi si pengendara itu diam.

Jadi, bisa dibayangkan ketiga pengendara sepeda motor semua terdiam setelah tangan teman saya mencoba memberhentikan semua kendaraan.

Kejadian itu seketika membuat saya dan beberapa teman saya tertawa melihat aksinya menyeberangkan jalan. Dari itulah saya berpikir menjadi seorang tukang parkir tidak mudah. Harus tahu tekniknya. Maka dari itu, ada sebuatan juru parkir. Ya, memang dia ahli tukang parkir.

Teknik menyeberangkan kendaraan sebenarnya tidak hanya dipelajari oleh tukang parkir saja, tetapi orang yang pekerjaannya memang menyeberangkan kendaraan.

Biasanya kita sering menjumpai orang tersebut di perempatan atau pertigaan jalan yang ramai kendaraan, misalnya di daerah Jl. Gejayan.

Teknik menyeberangkan kendaraan ini adalah dengan melihat situasi laju kendaraan dari arah lain dahulu. Kemudian, pastikan jalan mulai tidak ramai.

Barulah ia menyeberangkan kendaraan motor dan mobil seraya mengayunkan satu tangan untuk mengarahkan kendaraan segera menyeberang dan satu tangan yang lain diangkat ke samping untuk memberhentikan laju kendaraan lain. Biasanya disertai bunyi peluit sebagai tanda hati-hati.

Dari jasanya itu, biasanya ia mendapatkan uang dari pengendara mobil tanpa harus meminta. Kalau pengendara motor belum pernah saya temui ada yang membayar jasa seberang kendaraan.

So, teknik seberang kendaraan itu harus benar-benar dipelajari oleh tukang parkir atau tukang jasa seberang kendaraan. Harus pintar pula membaca situasi lalu lintas. Jangan sampai kejadian seperti teman saya tadi terjadi.

Sumber gambar: mercusuarnews.com

1

No Responses

Show all responses

Write a response