International Festival Angklung Kuningan 2018
in

International Festival Angklung Kuningan 2018: Kenikmatan Musik Tradisi

UGET-UGET | Menurut catatan sejarah Indonesia, alat musik tradisional dari Jawa Barat, Angklung, dimainkan saat Perjanjian Linggarjati pada 10 November 1946. Di sela-sela panasnya suasana perundingan, Daeng Sutigna, seorang musisi dan seniman Angklung asal Kuningan, memainkan beberapa komposisi musik gubahannya di hadapan para perwakilan dari tiga negara, yaitu Indonesia, Inggris dan Belanda.

Memaknai kedekatan angklung terhadap laju peristiwa bersejarah di Indonesia, kita bisa mendapatkan alasan mengapa UNESCO menetapkan pada 16 November 2010 lalu bahwa angklung adalah warisan budaya dunia milik Indonesia. Lalu, tanggal tersebut, oleh Pemerintah, juga dijadikan sebagai Hari Angklung Sedunia.

International Festival Angklung Kuningan 2018: Kenikmatan Musik Tradisi
Sumber gambar: Gapura News

Dilansir dari RadarCirebon.com, Bupati Kuningan, Acep Purnama, mengungkapkan bahwa Daeng Sutigna yang tinggal di daerah Citangtu, telah melahirkan karya besar yang kini diakui oleh dunia, yaitu Angklung.

“Sebuah kebanggan bagi kami warga Kuningan, ternyata alat musik yang kini telah mendunia ternyata berasal dari seorang maestro asal Kuningan, sehingga kami memantapkan diri mendeklarasikan Kuningan sebagai Kabupaten Angklung,” ungkapnya saat acara pendeklarasian pada 21 Mei 2017.

International Angklung Festival Kuningan 2018

Sejak pendeklarasian diri sebagai Kabupaten Angklung, Kabupaten Kuningan berhasil menggelar acara atau festival musik menggunakan angklung. Alat musik ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalam kebudayaan Kuningan. Dan International Angklung Festival Kuningan tentu menjadi salah satu festival musik yang sayang untuk dilewatkan.

Tahun lalu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten ini melakukan branding Angklung lewat pagelaran Budaya Orkestra menggunakan 5.000 angklung diatonis.

Bupati Acep Purnama bahkan menyatakan bahwa pengadaan pagelaran ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Daerah untuk menjaga amanah UNESCO yang telah menjadikan alat musik angklung sebagai warisan budaya dunia.

“Maka pada kesempatan ini kami siap mewujudkan dan mengimplementasikan untuk ikut serta dalam menjaga, melestarikan dan meregenerasikan angklung diantonis di Kabupaten Kuningan,” ujar Acep seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Menurut rencana, International Angklung Festival Kuningan akan diselenggarakan selama 2 hari, pada 17 dan 18 Agustus. Untuk Anda yang belum memiliki jadwal destinasi wisata selama liburan, bisa menjadikan festival ini sebagai salah satu tujuan.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Si Doel The Movie: Nostalgia Romansa 90’an

Si Doel The Movie: Nostalgia Romansa 90-an

Wanita yang Cerewet Tidak Selamanya Menyebalkan, Justru Hal Itu Merupakan Tanda Sayang

Wanita yang Cerewet Tidak Selamanya Menyebalkan, Justru Hal Itu Merupakan Tanda Sayang