Iklan Sensual: Konsumen Terpikat, Produk Meningkat
Sumber gambar: seleb.tempo.co
in

Iklan Sensual: Konsumen Terpikat, Produk Meningkat

UGET UGET – Sering kali kita melihat iklan-iklan di televisi menggunakan iklan sensual sebagai daya tarik. Iklan sensual yang dimaksud di sini adalah iklan yang menonjolkan visual sensual dengan menampilkan kemolekan tubuh model yang didominasi oleh model perempuan.

Tujuannya apa? Jelas, tujuannya adalah memikat penonton atau audience.

Perlu diakui memang pemilihan model perempuan yang menampakkan kemolekan tubuhnya menjadi daya pikat seseorang. Tidak hanya laki-laki saja menurut saya yang tertarik dengan iklan sensual, kaum perempuan pun juga demikian.

Tidak mungkin tidak karena kodratnya seseorang ketika melihat sesuatu yang sensual pasti lebih tertarik, walaupun responnya nanti berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Ketika kaum laki-laki usai melihat iklan yang cenderung sensual akan tetap menatap iklan tersebut sampai selesai dan mungkin ada kesenangan tersendiri. Responnya pasti akan mengatakan “wah, cantiknya” dan sebagainya. Jadi, cenderung respon yang ditunjukkan adalah positif.

Berbeda dengan perempuan, mereka tetap akan melihat iklannya sampai selesai, tetapi responnya ia mungkin akan cenderung tidak suka atau merasa risih jika iklannya terlalu seksi. Jadi, menurut saya akan direspon secara negatif.

Dalam persaingan bisnis, memang tidak hanya menggunakan logo penghargaan saja untuk mempromosikan brand tersebut. Namun, perusahaan juga mempertimbangkan bagaimana brand produk tersebut bisa diterima oleh masyarakat.

Tentunya, perusahaan akan menggunakan iklan sebagai sarana komunikasi yang sangat penting untuk mempromosikan suatu produk. Bagaimana pesan iklan tersebut bisa tersampaikan oleh audience adalah yang jadi bahan pertimbangan.

Oleh karena itu, tidak sedikit perusahaan memilih iklan sensual sebagai alternatif cara memikat masyarakat. Menurut Majalah Marketing Edisi 2 Tahun 2014, faktor penyebabnya adalah lompatan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen.

Lompatan teknologi secara pesat berdampak pada perubahan adat istiadat atau kebiasaan yang ada di Indonesia. Akses internet yang sangat mudah mengakibatkan informasi apapun yang diterima tidak terbatas.

Hal ini mengakibatkan informasi yang mungkin dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia akan menjadi tidak tabu lagi atau sudah biasa, termasuk definisi pornografi atau pornoaksi.

Pemerintah sendiri pun belum memberi aturan yang pasti mengenai mana yang termasuk sensual, mana yang tidak sensual, atau mana yang abu-abu. Artinya, batasan iklan sensual memang sulit.

Dari sisi periklanan, ketidakjelasan batasan pornografi akan menghambat kreativitas, tetapi di sisi lain mereka harus memenuhi keinginan klien akan iklan kreatif.

Faktor penyebab yang mendukung maraknya iklan sensual adalah kebutuhan konsumen. Konsumen tidak hanya menginginkan iklan yang berupa informasi saja, tetapi juga menarik dan menghibur. Salah satunya menggunakan model perempuan.

Perempuan memang pada dasarnya menarik. Jadi, penggunaan model perempuan sekalipun tetap menarik perhatian meskipun tidak ada hubungannya dengan produk tersebut.

Namun, menurut saya ada banyak cara yang bisa dilakukan pihak periklanan untuk lebih menciptakan iklan yang kreatif. Misalnya membuat iklan lucu dengan mengambil model anak-anak atau yang lainnya.

Jadi, tidak harus iklan sensual yang bisa menjadi daya tarik masyarakat. Masih ada banyak cara kreatif yang bisa dikembangkan untuk menciptakan sebuah iklan yang menarik.

Sumber gambar: seleb.tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Indra Sjafri Resmi Dipecat- Banyak Warganet yang Marah dan Kecewa uget uget

Indra Sjafri Resmi Dipecat: Banyak Warganet yang Marah dan Kecewa

Catatan Harian Mengapa Sebaiknya Kita Menulisnya Ini Alasannya

Catatan Harian: Mengapa Sebaiknya Kita Menulisnya? Ini Alasannya