Iklan Lucu Provider Sebelum Era Internet Cepat
Sumber gambar: www.aliexpress.com
in

Iklan Lucu Provider Sebelum Era Internet Cepat

UGET UGET – Indonesia tengah menuju era internet cepat. Saat ini sudah banyak masyarakat yang menjadikan akses internet sebagai kebutuhan utamanya. Bahkan, pada gawai smartphone saja, fasilitas dan fitur yang paling diunggulkan adalah koneksi internet.

Tak ingin ketinggalan, para provider jaringan telekomunikasi pun berlomba memberikan pelayanan internet cepat yang terbaik. Perkembangan pun terus dilakukan. Dari era EDGE (Enchanced Data rates for GSM Evolution) dan GPRS (General Packet Radio Service), HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access), hingga LTE/4G (Long Term Evolution/4 Generation). Bahkan sekarang sudah digaungkan tentang teknologi 5G.

Perkembangan teknologi telekomunikasi begitu cepat. Bila di zaman dulu para provider berlomba-lomba memberikan penawaran sms dan telpon yang murah. Kini mereka saling meningkatkan performa di sektor pelayanan akses internet cepat.

Saya masih ingat betul, dulu ada iklan provider yang memberikan biaya telepon 1 rupiah untuk per 1 detiknya. Bahkan ada yang memberikan promo telpon gratis ke sesama provider.

Salah satu iklan provider yang menurut saya menarik adalah Fren. Di masa itu, untuk berkomunikasi melalui ponsel tarifnya masih sangat mahal. Sehingga muncul istilah miscall, dan telepon dengan durasi yang singkat. Ini mengakibatkan percakapan hanya sepotong-sepotong dan seperlunya.

Sayangnya, percakapan yang singkat dan sepotong-sepotong tersebut sering menimbulkan kesalahpahaman. Hingga kemudian fenomena ini diangkat dalam iklan Fren, sembari mempromosikan fitur telpon gratisnya.

Iklan diawali dengan adegan seorang siswi SMA terlambat datang ke sekolah, sehingga pintu gerbang sudah ditutup. Ia pun memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya. Pamit dan memberikan kabar kepada orang tua merupakan tindakan yang bagus, tapi karena biaya telpon masih mahal, maka sebagai anak SMA pun ia hanya telpon dengan durasi sangat singkat.

Setelah itu pun si suami juga menelepon. Ia mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan yang baru. Kedua telpon tersebut, baik dari anak maupun dari suami, disalahpahami oleh si ibu atau si istri.

Baginya, saat anaknya berkata bahwa dirinya telat, ia mengasosiasikannya pada kondisi hamil. Sedangkan saat suaminya berkata bahwa ia telah mendapatkan yang baru, ia memaknainya bahwa suaminya berselingkuh atau ingin punya istri lagi.

Sumber gambar: www.aliexpress.com

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Menikah Bukan Hanya Perkara Dua Hati

Menikah Bukan Hanya Perkara Dua Hati

Facekini, Masker Kain Elastis yang Lindungi Wajahmu Saat Main di Pantai

Facekini, Masker Kain Elastis yang Lindungi Wajahmu Saat Main di Pantai