Miris, Hukuman yang Guru Berikan Biasanya Lebih Bersifat Mempermalukan, Bukan Mendisiplinkan
Sumber gambar: ru.delfi.lt
in

Miris, Hukuman yang Guru Berikan Biasanya Lebih Bersifat Mempermalukan, Bukan Mendisiplinkan

UGET UGET – Murid sering kali berbuat kesalahan. Seperti tidak mengerjakan tugas, membully, mensontek, membawa rokok, atau hingga bentuk pelanggaran parah seperti mengonsumsi alkohol. Ini pun membuat para guru biasanya memberikan hukuman pada muridnya agar jera. Sayangnya, jenis hukuman yang diberikan biasanya lebih kepada mempermalukan muridnya di hadapan murid lain. Padahal ini bisa berdampak negatif lho bagi si murid.

Tak ada seorang pun di dunia ini yang mau dipermalukan di muka umum. Orang yang anti jaga image (jaim) sekali pun tentu tak ingin membuat dirinya dipandang rendah, hanya karena terpaksa melakukan hal yang memalukan di hadapan banyak orang. Salah satunya mungkin pernah kalian alami kala sekolah.

Sebagai murid tentu wajar mendapat hukuman. Terutama ketika kamu melanggar aturan dan tata tertib yang berlaku, atau simpelnya karena berbuat yang tidak seharusnya. Akhirnya karena kelakuanmu itu, hukuman menjadi salah satu cara untuk mendisiplinkanmu. Agar kamu kapok dan tak mengulangi perbuatanmu itu lagi.

Hukuman menjadi tindakan cepat yang dilakukan para guru. Salah satunya agar terlihat adil bagi mereka yang sudah tertib aturan. Namun sayangnya, guru sering kali memberikan hukuman yang bukan mendisiplinkan, melainkan hanya mempermalukan. Sebab anggapannya, memunculkan rasa malu menjadi cara cepat membuat murid benar-benar jera.

Ada yang meminta muridnya untuk berjalan bebek, atau berdiri di depan kelas sambil menjewer telinga, ada pula yang diminta berlari keliling lapangan sambil membawa atribut memalukan, hormat bendera, membersihkan WC, diminta menuliskan nama dengan bokong, dan lain sebagainya.

Orang tentu benci untuk merasa malu. Malu adalah perasaan yang paling tak enak karena membuat diri kita terpojok, merasa bodoh, dan tak ada harganya sama sekali. Karenanya orang tentu akan berusaha mempertahankan kehormatan dan harga dirinya.

Rasa malu bahkan tak bisa langsung dilupakan begitu saja. Apalagi untuk orang yang begitu memikirkan penilaian orang lain akan dirinya. Perasaan malu itu akhirnya akan mengganggu konsentrasimu untuk melakukan kegiatan lain.

Bukannya berubah menjadi lebih baik, kamu malah terlalu fokus pada kesalahanmu yang dulu. Rasa malu itu rasanya benar-benar mengutukmu. Bahkan rasa malu itu makin membuatmu berpikir bahwa masa lalu yang buruk adalah sesuatu yang sudah pasti membuat masa depanmu suram. Akhirkan kamu makin gagal move on dari kesalahan itu.

Sama halnya dengan apa yang terjadi pada murid yang dihukum. Kalau mereka tak punya resistensi yang kuat, bisa saja hukuman itu justru membuatnya takut menjadi diri sendiri, takut berkreativitas, takut dikritik, takut berinteraksi dengan orang lain, takut dibully, dan lain sebagainya.

Akhirnya, salahnya penerapan hukuman membuat murid menjadi terkurung pada dunianya sendiri. Nah maka dari itu, ada baiknya berikanlah hukuman yang membangun. Lebih tepatnya, berilah pengarahan dengan berdiskusi mengenai pembelajaran yang didapat dari kesalahan si murid itu.

Sumber gambar: ru.delfi.lt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Berdiri Ampuh Singkirkan Berat Badan Daripada Hanya Duduk

Berdiri Ampuh Singkirkan Berat Badan Daripada Hanya Duduk

Jadi Diri Sendiri Hal Penting yang Perlu Kamu Pegang Saat Hendak Memulai Hubungan

Jadi Diri Sendiri: Hal Penting yang Perlu Kamu Pegang Saat Hendak Memulai Hubungan