Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata
Sumber gambar: www.tampilcantik.com
in

Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata

UGETUGET – Pacaran tentu terjalin atas dasar cinta. Dengan berpacaran artinya kamu memilikinya, dan begitu pula sebaliknya dirimu menjadi miliknya. Namun kepemilikan di sini tentu bukan berarti sepenuhnya. Sebab kamu masih menjadi wewenang orang tuanya, masih punya kehidupan pribadi dengan begitu masih bebas untuk bergaul dengan teman-temanmu, pun masih punya urusan lain selain kehidupan percintaanmu dengannya.

Coba kamu tengok lagi, apakah hubunganmu benar atas dasar cinta, atau hanya obsesi semata? Dalam hubungan pacaran, tentu doi tak bisa terus menerus menuntut untuk memberikan waktumu sepenuhnya padanya. Perlu diingat bahwa saat ini hubunganmu dengannya baru sebatas pacaran. Namun, melihatmu dekat dengan teman lawan jenis saja, doi selalu berburuk sangka yang tidak-tidak.

Contohlah hal simpel lain ketika kamu menghilang tanpa kabar barang sebentar saja, doi langsung buru-buru menuduhmu berselingkuh lah atau berkhianat, dan berbagai cap tak mengenakkan lainnya. Doi juga kerap bersikap seenaknya padamu. Bahkan doi membuat peraturan sepihak.

Kamu harus selalu ada untuknya, namun saat kamu membutuhkan doi, doi selalu menghindar entah ke mana. Doi juga kerap ngeles ini itu saat lupa memberi kabar. Sebaliknya saat itu salahmu, doi selalu memperbesar sesuatu yang sejatinya sepele. Doi juga selalu menyudutkan dan menyalahkanmu. Bahkan hampir tak pernah mendengarkan penjelasanmu.

Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata
Sumber gambar: www.tampilcantik.com

Lama kelamaan pacaran dengan orang seperti ini bisa bikin illfeel, makan hati, hingga hilang sudah kesabaranmu. Sebagai insan, tentu kamu ingin dihargai. Apalagi oleh pasanganmu sendiri. Namun tingkah pacarmu selama ini selalu menganggapmu nihil.

Hubunganmu jauh dari diskusi bersama, jauh dari kedamaian, jauh dari saling mengasihi satu sama lain. Setiap hari selalu ada saja bahan untuk bertengkar. Kamu sudah sangat berhati-hati, namun letak kesalahan justru bukan pada dirimu. Melainkan doi yang selalu mencari-cari segala kurang dan salahmu. Meski doi yang salah, doi selalu kekeuh memposisikan diri sebagai korban dan tak mau mengakui kesalahannya.

Akhirnya kalau begini terus, kesabaranmu juga bisa habis. Hal yang bisa kamu lakukan hanyalah minta putus. Namun untuk doi yang berpacaran hanya sebatas obsesi pasti akan sulit melepasmu. Doi akan berusaha memohon dan membual janji tak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Kalau sudah begitu, lebih baik mantapkan hatimu untuk benar-benar lepas dari jeratannya. Hubungan kalian tidaklah sehat karena sejatinya doi hanya akan terus mengekangmu. Doi hanya takut kehilanganmu, tanpa mau menyadari bahwa kalian sudah tidak cocok lagi. Fix kamu harus lepas dari orang model seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pengusaha Ini Rangkul Sekelompok Preman Bekerja di Perusahaan

Pengusaha Ini Rangkul Sekelompok Preman Bekerja di Perusahaannya

Stop Sebar Foto Video Korban Terorisme

Stop Sebar Foto Video Korban Terorisme