hiu paus
Sumber : Mongabay.co.id
in

Hiu Paus Diselamatkan Bule di Indonesia, Malah Harus Bayar ke Orang Lokal

UGETUGET — Kejadian miris kembali terulang di Indonesia. Ini kali, berhubungan dengan hiu paus, hewan langka yang dilindungi.

Sebenarnya, Indonesia kaya dengan sumber daya alam, bahkan beberapa hewan langka berada di Indonesia, salah satunya adalah ikan hiu paus itu tadi. Kekayaan alam Indonesia ini tidak seharusnya digantikan dengan materi. Tetapi, kejadian miris yang terjadi di Gorontalo membuat kita semua mengelus dada.

Betapa uang bisa menggantikan segalanya, termasuk bisa menggantikan satwa langka.  Sebagai referensi, kamu bisa membaca tentang hiu paus di Wikipedia, kutipannya seperti di bawah ini:

Hiu paus, Rhincodon typus, adalah hiu pemakan plankton yang merupakan spesies ikan terbesar. Cucut ini mendapatkan namanya (Ingg.: whale shark) karena ukuran tubuhnya yang besar[2] dan kebiasaan makannya dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Disebut pula dengan nama geger lintang (dari bahasa Jawa: punggung berbintang) dan hiu tutul (nama yang cenderung menyesatkan, karena banyak jenis cucut yang berpola tutul), merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit.

Sumber: Wikipedia

Maksudnya, bukan orang-orang Indonesia menjual binatang langka, tetapi malah orang-orang luar negeri membeli hasil tangkapan orang Indonesia untuk dilepaskan di alam bebas. Jadi, mereka lebih mencintai alam Indonesia dibandingkan orang Indonesia sendiri.

Seperti yang saya katakan tadi, kejadian berlangsung di daerah Gorontalo. Ada seorang nelayan yang menangkap hiu paus. Posisi ikan ini sebenarnya terdampar. Kemudian, oleh salah seorang nelayan sekitar ditangkap dan kemungkinan akan diambil dagingnya untuk dijual ke pasar.

Datanglah seorang wisatawan dari Rusia yang melihat hewan langka tersebut dalam keadaan menyedihkan. Karena wisatawan Rusia tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia, maka dia mencari seorang translator atau penerjemah yang bisa membantunya untuk menyampaikan pesan kepada nelayan tersebut.

Inti dari percakapannya adalah dia ingin agar ikan langka tersebut dilepaskan ke alam bebas karena hewan itu adalah satwa langka yang saat ini hampir punah. Jika hiu paus sudah punah, maka anak cucu kita tidak akan melihat makhluk ini secara langsung.

Jumlah hiu paus yang ada di dunia saat ini terus menipis disebabkan karena perburuan dan perdagangan hewan langka. Kita harus berterima kasih kepada wisatawan Rusia ini karena berkat jasanya dunia tidak kehilangan seekor hiu paus.

Tapi, untuk menyelamatkan hiu paus itu tidaklah mudah. Nelayan merasa sudah memiliki hiu paus langka tersebut dan tidak mau melepaskannya begitu saja. Terjadilah percakapan yang cukup alot. Akhirnya, ada kesepakatan wisatawan Rusia harus membayar Rp1.000.000,- kepada sang nelayan.

Ikan besar itu sekarang bisa berenang lagi di lautan. Seorang bule kehilangan satu juta rupiah dan seorang nelayan mendapatkan Rp1.000.000,- sebagai ganti nyawa ikan itu. Semuanya kembali normal, tapi menyisakan cerita menyedihkan bagi rakyat Indonesia.

Sumber berita

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Foto Warna Jadul: Masa Lalu Tak Semata Hitam Putih Atau Kelabu Loh

Kenapa Anggapan Suasana Masa Lalu itu Hitam Putih Saja? Simak Foto Masa Lalu Yang Berwarna

ugetuget - Ricky F- Dari Sablon Kaos Hingga Wild Water Indonesia 3

Ricky F: Dari Sablon Kaos Hingga Wild Water Indonesia