Sebelum Merencanakan Jumlah Anak, Lebih Dulu Hitunglah Biaya Pernikahan
Sumber gambar: www.kabarmaya.co.id
in

Sebelum Merencanakan Jumlah Anak, Lebih Dulu Hitunglah Biaya Pernikahan

UGET UGET – Tak ada yang menyangkal bahwa pernikahan adalah salah satu peristiwa paling sakral dan bersejarah dalam hidup. Namun jangan sampai hanya karena permasalahan budget yang membengkak ketika melangsungkan pernikahan, menjadi awal pertengkaran antara pasangan setelah menikah.

Sebab, meski bersejarah, tapi orang yang hendak menikah harus memahami bahwa acara pernikahan adalah sebuah simbol. Kehidupan yang sejati barulah dijalankan setelah pernikahan. Bagaimana caranya membuat dapur tetap bisa mengepul, begitu pula masalah ekonomi yang lain yang akan segera menghampiri setelah pernikahan.

Maka dalam merencanakan pernikahan, sangat penting untuk mengatur segala hal secara detil. Jika tidak, segala hal bisa terjadi, terutama biaya pernikahan yang membengkak. Biaya yang seharusnya digunakan setelah pernikahan, malah dihabiskan dalam acara pernikahan.

Berdasarkan survei dari Bridestory, pada tahun 2017 terdapat 5.000 pasangan pernikahan dengan umur antara 25-34 tahun. Sebanyak 49,1 persen jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan sesuai biaya yang telah mereka rencanakan. Hanya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan pasangan yang biaya pernikahannya membengkak, sebesar 45,3 persen. Sementara sisanya melangsungkan pernikahan dengan biaya yang kurang dari budget yang disediakan.

Bagi siapa pun yang telah menikah, tentu dapat meraba masalah-masalah yang pernah ia alami mengapa pembiayaan pernikahan meningkat. Hal itu diungkapkan dari hasil survei Bridestory, bahwa pemahaman masyarakat tentang kebersejarahan pernikahan membuat mereka ingin melaksanakannya sebaik dan semeriah mungkin, tanpa berpikir realistis. Orang-orang yang melangsungkan pernikahan, mungkin saking bahagianya, tak memerhatikan apapun selain bagaimana acara pernikahan berlangsung mewah.

Namun nyatanya, banyak orang yang menikah dengan mengandalkan pinjaman dari bank ataukah dari personal. Mereka selalu beranggapan, pinjaman itu akan ditalangi oleh amplop yang masuk di saat acara. Mereka tidak berpikir lebih jauh setelah acara pernikahan, jika amplo-amplop itu alangkah baiknya digunakan sebagai modal awal rumah tangga, atau bahkan digunakan sebagai modal usaha bersama.

Busana pernikahan, kemeriahan, dan makanan-makanan yang mahal, tentu adalah hal yang sangat disayangkan jika tidak berada dalam tampilan sempurna ketika menikah. Namun tetap harus realistis, bahwa sejatinya kehidupan baru dimulai setelah pernikahan.

Sumber gambar: www.kabarmaya.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Kenaikan Harga BBM Sama Absurdnya dengan Rasa Cinta

Kenaikan Harga BBM Sama Absurdnya dengan Rasa Cinta

Tas Kantong Belanja Balenciaga, Model Simpel dengan Harga Fantastis

Tas Kantong Belanja Balenciaga, Model Simpel dengan Harga Fantastis