Miris, Seluruh Hewan Laut di dasar Samudra Telan Sampah Plastik dan Serat Buatan Manusia
Sumber gambar: tanindo.net
in

Miris, Seluruh Hewan Laut di Dasar Samudra Telan Sampah Plastik dan Serat Buatan Manusia

UGET UGET – Sampah di lautan jumlahnya makin mengkhawatirkan bagi ekosistem yang hidup di dalamnya. Entah itu bagi keberlangsungan hidup terumbu karang, ikan, maupun hewan laut lainnya. Laut sebagai habitat sekaligus tempat mencari makan, membuat hewan laut yang hidup di sana begitu bergantung pada apa yang tersedia di laut. Namun bagaimana jika kondisinya laut kotor penuh sampah plastik?

Sebuah penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Newcastle University dipimpin oleh profesor ekologi kelautan Dr. Alan Jamieson. Mereka berhasil menguak fakta bahwa seluruh hewan laut yang tinggal di dasar samudra menelan sampah plastik dan serat buatan manusia. Hasil ini diperkuat dengan temuan bahwa tidak ada bagian dari lautan di dunia yang tidak tersentuh oleh limbah plastik. Waduh, sangat mengejutkan dan memprihatinkan bukan?

Dilansir liputan6.com, penemuan ini dilakukan dengan menguji 90 krustasea atau udang yang tersebar di palung yang membentang di Samudra Pasifik. Palung itu antara lain yang berada di Kepulauan Mariana, Jepang, Izu-Bonin, Peru-Chile, New Hebrides, dan Kermadec, yang memiliki kedalaman 10.890 meter di bawah permukaan laut.

Mirisnya, dalam perut krustasea tersebut ditemukan beberapa bahan buatan manusia, termasuk plastik nilon, polivinil klorida (PVC), dan lem kayu atau PVA. Betapa mengerikannya kondisi perairan di bumi ini. Terlebih Indonesia juga berbatasan dengan Samudra Pasifik. Tepatnya Samudra Pasifik ini berada di timur laut Indonesia.

Tanah air kita juga disebut sebagai negara yang strategis, salah satunya karena berada di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karenanya, Indonesia – perlu sekali lagi ditegaskan – memiliki tanggung jawab untuk menjaga pelestariannya.

Namun faktanya, ada lebih dari delapan juta ton plastik tenggelam ke dasar laut setiap tahunnya. Sedangkan diperkirakan plastik yang mengambang di laut sebanyak 300 juta ton. Bayangkan betapa banyak jumlah sampah plastik di laut.

Bahkan, kalau kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan tidak diubah, para ilmuwan memprediksi jumlah sampah plastik akan lebih banyak daripada jumlah ikan di tahun 2050. Sebuah ironi bagi bumi kita yang wilayahnya sebagian besar terdiri dari lautan, namun samudranya hanya berisi sampah? Bagaimana dengan nasib para nelayan nantinya? Bagaimana dengan angka kecukupan gizi dari mengkonsumsi ikan, udang, dan makanan laut lainnya?

Dilansir liputan6.com, saat ini saja laut kita diduga mengandung sekitar 51 triliun partikel mikroplastik. Jumlah ini 500 kali lebih banyak dari jumlah bintang di galaksi Bima Sakti. Menurut saya, ini sekaligus membuktikan bahwa selama ini kita masih sebatas memandang laut sebagai tempat pembuangan.

Selama ini kita cenderung melarikan diri dari tuduhan pencemaran plastik di darat, dengan membuangnya di laut lepas. Kalau begini adanya, berarti dapat dikatakan bahwa pandangan kita masih tumpul. Ya, dengan menganggap bahwa pelarungan (baca: menghanyutkan) sampah plastik adalah cara yang lebih baik.

Padahal, seperti yang dikatakan Jamieson, hewan laut yang mendiami dasar samudra akan memakan apa saja, tergantung pada makanan yang turun dari permukaan. Artinya, hewan laut juga bergantung pada kita. Cara kita memperlakukan laut, sama halnya dengan cara kita memperlakukan hewan-hewan laut.

“Sampah yang dibuang ke lautan pada akhirnya akan kembali ke daratan atau tenggelam ke laut dalam, tidak ada pilihan lain,” begitu ucap Jamieson. Ketika sampah sampai di dasar laut, sampah akan terus mengendap di sana. Tak ada tempat lain untuk menampungnya. Karena itu jumlahnya akan terus menumpuk.

Laut akan tercemar, sama halnya dengan asap kendaraan yang mencemari udara segar bagi kita manusia. Hewan-hewan laut juga semakin tercekik. Habitatnya dirampas untuk tempat pembuangan. Laut kita tak lagi jernih dan bersih, pariwisata laut menurun. Kiranya masalah ini bisa menjadi perhatian publik.

Sumber gambar: tanindo.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Alvaro Morata Memang Harus Dikritik Agar Menjadi Lebih Baik

Alvaro Morata Memang Harus Dikritik Agar Menjadi Lebih Baik

Kaktus Mini Bisa Jadi Pilihan Tepat Bagi Para Pencinta Tanaman Hias

Kaktus Mini Bisa Jadi Pilihan Tepat Bagi Para Pencinta Tanaman Hias