Hemat Baterai Raksasa Berkapasitas 100 Megawatt Harapan Baru Pengentasan Krisis Listrik di Kota Jamestown
Sumber gambar: www.greenoptimistic.com
in

Hemat Baterai Raksasa Berkapasitas 100 Megawatt: Harapan Baru Pengentasan Krisis Listrik di Kota Jamestown

UGET UGET – Elon Musk berhasil menyelesaikan proyek hemat baterai lithium ion berkapasitas 100 megawatt dengan kurun waktu kurang dari 100 hari. Baterai raksasa tersebut nantinya akan mengalirkan Australia Selatan sebagai daerah yang terkenal krisis energi.

Baterai tersebut rencananya akan diresmikan oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan terlibat: Tesla, Neoen (Pembangkit Listrik tenaga angin asal Prancis), Consolidated Power Project (perusahaan konstruksi asal Adelaide) pada 1 Desember mendatang. Saat ini baterai tersebut sedang melalui tahap uji coba.

Baterai raksasa tersebut rencananya akan dihubungkan dengan turbin-turbin milik Neoen yang didirikan di kota Jamestown. Sistem energi ini akan menjadi solusi dari krisis energi yang terjadi di Australia Selatan. Australia Selatan termasuk daerah maju yang sering dilanda krisis energi.

Baterai ini akan menampung listrik dari turbin dan mendistribusikannya pada 30 rumah tangga di seluruh Australia Selatan. Seperti dilansir dalam wikipedia, Tesla Motors, Inc., adalah sebuah perusahaan otomotif yang mengembangkan mobil sport elektrik dengan tenaga baterai yang berkecepatan dan bertorsi tinggi.

Keterlibatan Elon Musk dalam proyek ini rupanya karena cuitannya di Twitter yang bertaruh bisa menyelesaikan proyek ini dalam kurun waktu kurang dari 100 hari. Bahkan dia bertaruh akan membayar seluruh biaya proyek yang menelan 50 juta dollar AS tersebut jika tidak berhasil. Namun akhirnya dia berhasil menyisihkan 90 kompetitor lainnya.

Keberanian Elon Musk untuk menyelesaikan proyek ini patut diapresiasi. Terlebih nantinya akan berdampak besar bagi ketersediaan listrik di kota Jamestown. Tak dapat dipungkiri, listrik telah menjadi kebutuhan mendasar yang dapat menunjang dan memberdayakan berbagai aktivitas warga.

Negara maju seakan-akan tak bisa dipisahkan dari listrik. Aktivitas warga, penggunaan teknologi, aktivitas pemerintahan, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya membutuhkan listrik. Listrik bisa didapat dari sumber daya angin, panas bumi, diesel, angin, batubara, tenaga surya, dan lain sebagainya.

Setidaknya dengan adanya baterai tersebut, masyarakat dapat memunyai cadangan listrik. Sehingga berbagai persoalan terkait tenaga listrik dapat tuntas terselesaikan. Kala angin yang berhembus tak menghasilkan energi listrik yang cukup, warga dapat memanfaatkan cadangan listrik dari baterai.

Berkaca dari kota Jamestown, Indonesia khususnya di daerah Jawa sepatutnya bersyukur. Sebab daerah Jawa telah surplus energi listrik. Mungkin daerah-daerah luar Jawa yang masih perlu perhatian Pemerintah terkait kebutuhan listrik. Ide Elon Musk ini nampaknya bisa menjadi inspirasi menarik.

Sumber gambar: www.greenoptimistic.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Chelsea vs Barcelona di Babak 16 Besar Liga Champion Memiliki Kenangan Tersendiri

Chelsea vs Barcelona di Babak 16 Besar Liga Champion Memiliki Kenangan Tersendiri

Pasca Raih Balon d’Or 2017 Cristiano Ronaldo Dinilai Menyombongkan Diri

Pasca Raih Ballon d’Or 2017, Cristiano Ronaldo Dinilai Menyombongkan Diri?