Hari Natal Menjadi Momen Istimewa Bagi Umat Kristiani

Hari Natal Menjadi Momen Istimewa Bagi Umat Kristiani

UGET UGET – Perayaan kenaikan putra Almasih pada tanggal 25 Desember menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Kristiani. Orang menyambutnya dengan suka cita. Segala sudut rumah akan dihiasi dengan berbagai pernak-pernik ornamen Hari Natal, mulai dari pohon natal, kaus kaki, kado, hingga ornamen sinterklas.

Sedangkan di Gereja biasanya akan ditemui kandang atau gua tempat kelahiran Yesus Kristus. Biasanya kandang/gua sudah lengkap dengan miniatur Yesus, Maria, Yusuf, tiga orang majus, dan anak domba. Kandang/gua akan diberi lampu kerlap-kerlip yang semakin mempercantik tampilannya.

Natal menjadi momen yang syahdu. Pun, natal buat saya melambangkan jawaban atas pengharapan, di mana Dia telah diutus Allah untuk akhirnya menebus dosa manusia. Natal menjadi titik terang yang memperjelas kedekatan manusia dengan Allah. Dengan kehadiran Isa Almasih, untuk mereka yang percaya, umat manusia seolah disapa melalui kehadiran-Nya.

Umat Kristiani biasanya merayakan momen Natal dengan mengikuti misa atau kebaktian di Gereja, kemudian berpesta dan bertukar hadiah bersama orang-orang terkasih. Natal selalu disambut dengan sukacita melalui kumandang sorak-sorai umat.

Meskipun perayaan Natal terus berulang. Buat saya ada saja hal-hal yang bikin kangen dan gagal move on dari perayaan Natal.

1. Mendengarkan lagu-lagu Natal

Lagu-lagu Natal terdengar syahdu, biasanya identik dengan lirik berupa penyambutan kedatangan Isa Almasih. Nada-nadanya menggambarkan kegembiraan sehingga momen ini menjadi sesuatu yang turut mengubah emosi saya. Apalagi ketika kelompok paduan suara (koor)-nya berhasil menyanyikan lagu-lagu Natal dengan apik saat misa di Gereja. Pun diiringi alunan organ tunggal atau iringan gamelan yang semakin menambah khidmat.

2. Ada pesta Natal setiap lingkungan

Pesta menjadi hal yang tak terpisahkan dalam perayaan Natal. Semua menyalurkan rasa kegembiraan melalui makan bersama atau tukar hadiah. Kalau di lingkungan saya, biasanya akan dilaksanakan pesta natal lingkungan. Pesta itu akan dihadiri oleh umat Kristiani yang tinggal dalam lingkungan/wilayah itu. Pertemuan ini penting dilakukan selain untuk menjaga silaturahmi, juga semakin memperkuat iman kepercayaan bersama loh. Iman akan jauh lebih menyatukan dan menguatkan kami dalam kebersamaan.

3. Waktu berkumpul bersama kerabat dekat

Momen Natal menjadi ajang pertemuan dengan kerabat dan saudara yang mungkin selama ini jarang bertemu. Setelah sekian lama tidak bertemu, kita bisa berbagi cerita dan menumpahkan kerinduan. Meskipun hanya dihabiskan untuk berdoa dan makan bersama sekalipun, momen Natal tak pernah kehilangan candunya untuk ingin selalu kembali merayakannya.

4. Bersalaman dengan sesama umat Kristiani

Setelah misa Natal biasanya umat Kristiani akan bersalaman satu sama lain memberikan ucapan Natal. Entah itu orang yang kita kenal maupun orang asing sekalipun. Melalui momen ini pula umat Kristiani bisa saling rangkul-merangkul, berbagi kegembiraan. Selain itu, buat para anak muda momen ini bisa menjadi jalan untuk membuka relasi kalian. Dari yang sebelumnya acuh tak acuh karena tidak mengenal satu sama lain, dari situ pulalah kalian bisa mulai menjajaki tahap perkenalan, bahkan tak ayal bisa mengikuti misa bersama di Gereja setiap minggunya.

Itulah beberapa hal yang masih dan akan selalu membuat Natal menjadi momen istimewa yang mengesankan buat saya. Saya ingin selalu kembali pada masa itu untuk tahun-tahun berikutnya. Nah, saat ini kita sudah memasuki bulan Desember. Momen Natal semakin dekat dan kegembiraan akan segera menjemputmu!

Sumber gambar: www.bukalapak.com

No Responses

Show all responses

Write a response