Hargai Kecerdasan Anak, Karena Tiap Anak Memiliki Kecerdasannya Masing-Masing
Sumber gambar: family.fimela.com
in

Hargai Kecerdasan Anak, Karena Tiap Anak Memiliki Kecerdasannya Masing-Masing

UGET-UGET | Untuk calon orang tua baru sebaiknya perlu tahu bahwa kecerdasan anak itu ada banyak. Tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya saja. Maka sebaiknya tiap orang tua tidak membandingkan nilai akademik anaknya dengan nilai temannya, karena sesungguhnya tiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing.

Sudah menjadi hal umum ketika orang tua terus-terusan membandingan kecerdasan anak. Bagi banyak sebagian orang tua, kecerdasan anak itu yang terpenting adalah kecerdasan akademiknya. Kecerdasan yang dimaksud seperti kecerdasan prestasi di sekolah yang nilainya bagus untuk mata pelajaran tertentu, seperti matematika dan sains.

Pemikiran tentang kecerdasan yang diukur dari nilai matematikanya yang bagus nampaknya sangat pendek sekali. Padahal sesungguhnya tiap anak memiliki kecerdasannya sendiri. Tidak sepantasnya kita mengukurnya hanya dari nilai akademiknya di sekolah.

Apa Itu Kecerdasan?

Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya. Menurut Howard Gardner, setiap individu itu memiliki 8 jenis kecerdasan. Hal ini disebut sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligences.

Hargai Kecerdasan Anak, Karena Tiap Anak Memiliki Kecerdasannya Masing-Masing
Sumber gambar: family.fimela.com

Dari pendapat Howard Gardner yang menyebutkan kecerdasan ada 8 macam hal itu tentunya dapat membuat kita sadar bahwa sesungguhnya kecerdasan tidak hanya diukur dari nilai akademik saja. Masih ada jenis kecerdasan lainnya. Apa saja itu? Berikut 8 jenis kecerdasan menurut Howard Gardner.

Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan linguistik merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti pembaca berita, pendongeng, pembicara, orator, editor, wartawan, dan sebagainya.

Kecerdasan Matematis-Logis

Kecerdasan matematis-logis merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah angka dan menggunakan logika atau akal sehat dengan baik. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti pengolah data, ahli matematika, ahli statistik, peneliti, ahli logika, programer, dan sebagainya.

Kecerdasan Spasial

Kecerdasan spasial merupakan kemampuan seseorang dalam mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti perancang, pencipta, penemu, pemburu, pemandu, dan sebagainya.

Kecerdasan Kinestetik-Jasmani

Kecerdasan kinestetik-jasmani merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti penari, pengukir, ahli bedah, penata, atlet, mekanik, aktor, dan sebagainya.

Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal merupakan kemampuan seseorang dalam menangani berbagai bentuk musik dengan cara mempersepsi, membedakan, mengubah, dan mengekspresikan. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti penikmat musik, kritikus musik, komposer, komponis, penyanyi, dan sebagainya.

Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpesonal merupakan kemampuan seseorang dalam mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti negosiator, sales, pekerja sosial, dan sebagainya.

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan seseorang dalam memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti filsuf, peneliti mandiri, psikolog, dan sebagainya.

Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali dan mengategorikan spesies flora fauna di lingkungan sekitar. Orang yang memiliki kecerdasan ini seperti ahli biologi, penjaga hutan, dokter hewan, hortikulturis, dan sebagainya.

Itulah jenis-jenis kecerdasan anak yang sebaiknya orang tua harus tahu. Jika dalam hal akademik si anak memang kurang terlalu bagus, cobalah untuk lebih menghargai kecerdasan lainnya. Misalnya ketika si anak mampu bermain alat musik, atau mampu berbahasa dengan baik. Orang tua sebaiknya terus mendukung apa potensi dari si anak.

Maka sebaiknya mulai sekarang jangan lagi menyamaratakan kecerdasan itu hanya dilihat dari sisi akademiknya saja. Karena sesungguhnya kecerdasan itu banyak dan anak memiliki kecerdasan masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Negara Luar Angkasa Asgardia Memilih Presiden, Mau Tahu?

Negara Luar Angkasa Asgardia Memilih Presiden, Mau Tahu?

Festival Cheng Ho: Napak Tilas Ingatan Masa Lalu

Festival Cheng Ho: Napak Tilas Ingatan Masa Lalu