Guru Wiyata Berprestasi Buat Inovasi yang Sangat Bermanfaat, Mau Tahu?
Sumber gambar :Iyaa.com
in

Guru Wiyata Berprestasi Buat Inovasi yang Sangat Bermanfaat, Mau Tahu?

UGET-UGET | Dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23 tahun 2018, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengadakan Lomba Produk Inovasi Industri. Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kemenristekdikti sebagai percepatan inovasi dalam mendukung pencapaian daya saing bangsa.

Selain itu, lomba ini juga bertujuan membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai produk dari riset Iptek. Hal ini nantinya digunakan untuk menciptakan tambahan dari segi komersil, ekonomi dan atau sosial-budaya secara berkelanjutan.

Tak lupa juga untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada para pelaku inovasi, baik dari individu, organisasi maupun lembaga. Nantinya diharapkan agar pihak-pihak tersebut mampu untuk terus mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun kemitraan dan kerjasama antar unsur inovasi.

Nah, tahun ini, Lomba Produk Inovasi Industri menghasilkan pemenang. Salah satunya adalah inovasi juara dari kategori masyarakat yang disebut dengan Tabung Penggorengan Anti-Kolesterol. Inovasi ini sendiri merupakan karya dari Niken Tantiningtyas dan Rina Widyawati.

Mereka adalah guru wiyata bakti yang berasa dari SMA N 1 Plupuh, Sragen. Niken mengajar sebagai guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sedang Rina adalah seorang pengajar mata pelajaran Kimia.

Sejak tahuun 2017, temuan kedua guru tersebut sudah mendapatkan berbagai penghargaan. Di antaranya adalah juara 1 Kategori Umum Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Kabupaten Sragen dalam bidang rekayasa dan manufaktur dan juara 1 lomba Krenova tingkat Soloraya yang diselenggarakan di Solo.

Temuan Niken dan Rina sendiri merupakan alat penggorengan yang mampu menghemat konsumsi minyak saat proses penggorengan dengan menggunakan tabung stainless steel  yang dioperasionalkan dengan sistem pengabutan di dalam tabung.

Dan dalam praktiknya, teknologi tepat guna ini terbukti mampu menghemat pemakaian minyak hingga 90 persen. Selain itu juga lebih sehat karena anti-kolesterol.

“Tabung kami desain semi-oven. Untuk makanan tertentu seperti kacang tanah tidak perlu pakai minyak. Tapi untuk makanan yang butuh mengembang seperti kerupuk, harus pakai minyak. Itu pun sangat sedikit,” jelas Rina seperti dilansir dari Citra Indonesia.

Rina menyampaikan bahwa jika masyarakat menggoreng menggunakan teknologinya, makanan tak perlu terendam minyak. Untuk mencapai tingkat kematangan yang pas, yang dibutuhkan hanyalah takaran minyak goreng kurang dari lima mililiter. Tentu beda dengan penggunaan minyak goreng pada penggorengan yang lain yang bisa mencapai 300 mililiter. Bahkan, akunya, ada beberapa jenis bahan makanan yang tak membutuhkan minyak karena panas di dalam tabung sudah merata.

Guru Wiyata Berprestasi Buat Inovasi yang Sangat Bermanfaat, Mau Tahu?
Sumber gambar :Iyaa.com

Dalam operasinya, teknologi ini butuh dipanaskan menggunakan api kompor. Namun berbeda dengan cara menggoreng pada umumnya, pengguna diharuskan untuk memutar tabung yang dipasang di besi penggerak, secara manual atau otomatis dengan listrik. Setelah tabung panas, minyak goreng dimasukkan ke dalam tabung dengan cara disemprotkan melalui lubang di tepian, lalu bahan makanan pun dimasukkan ke dalamnya.

Inovasi yang Lain

Selain Tabung Penggorengan Anti-Kolesterol, PT Inti dengan inovasi ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) Ground Station berhasil menyabet juara di kategori Industri. Inovasi ini sendiri merupakan alat navigasi penerbangan pertama buatan dalam negeri. Hingga kini, puluhan Ground Station ADS-B yang ada dan dipasang di Indonesia merupakan produk asing dari negara lain.

Teknologi ini mampu mendeteksi pergerakan pesawat di landasan pacu bandara hingga jarak lebih dari 250Nm dan bisa diperoleh pada ketinggian di atas 29.000 kaki. Alat ni mampu menangkap informasi yang disiarkan pesawat melalui media gelombang radio dengan data penerbangan berupa identitas, koordinat lokasi, ketinggian, kecepatan dan indikator lainnya.

Lalu, masih ada ITS Tekno Sains yang meraih juara katehori Start Up dengan inovasi AISITS ( Automatic Identification System – Institut Teknologi Sepuluh November). Teknologi ini berfungsi di bidang maritim sebagai sistem pelacak otomatis dan peringatan dini untuk menghindari kecelakaan kapal.

Written by Agus A. Pribadi

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Festival Bahari Kepri 2018 Sajian Keindahan Bahari dan Lomba Tradisi

Festival Bahari Kepri 2018: Sajian Keindahan Bahari dan Lomba Tradisi

Menikmati Makanan Korea di Hanbingo Seturan Jogja dengan Harga Promo Rp 50 Ribu

Menikmati Makanan Korea di Hanbingo Seturan Jogja dengan Harga Promo Rp 50 Ribu