ugetuget - Gunung Gambar: Memandang Alam dari Ketinggian Ngawen
Kredit: ugetuget.com
in

Gunung Gambar: Memandang Alam dari Ketinggian Ngawen

UGETUGET РKabupaten Gunung Kidul di Yogyakarta seolah tak pernah kekurangan tempat-tempat ngehits. Salah satunya yang baru muncul beberapa waktu belakangan ini adalah Gunung Gambar. Kalau kamu pernah menonton film indie Ziarah yang mendapat banyak pujian itu, latar tempatnya adalah Gunung Gambar. Ada juga film Surga Yang Terluka yang mengambil lokasi di sini. Tempatnya memang recommended banget.

Ada dua daya tarik utama di Gunung Gambar. Pertama, pemandangan alam Gunung Kidul dan Klaten dari ketinggian yang dijamin menyegarkan mata dan mengurangi beban stres. Kedua, petilasan yang diyakini penduduk sekitar sebagai petilasan Pangeran Sambernyowo. Tapi, tentu saja masih ada daya tarik lain, seperti pendopo di dekat pura atau, kalau kamu suka bersepeda, trek menanjak dan berkelok-kelok yang menguji staminamu.

Pendek kata, destinasi yang terletak di ketinggian 650 mdpl ini menawarkan wisata alam, sejarah, dan spiritual. Tapi, untuk mencapai tempat ini, dibutuhkan perjuangan. Gunung Gambar terletak di Pedukuhan Gunung Gambar, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul. Kalau kamu suka ngebut, Gunung Gambar bisa dicapai dalam dua jam dari Jogja. Tapi, kalau gaya berkendaramu “biar lambat asal selamat”, mungkin kamu baru akan sampai setelah tiga jam.

Dari arah Jogja, kita mengambil arah ke Nglipar di Bunder atau sebelum Tahura. Ikuti petunjuk jalan yang ada hingga kita memasuki wilayah Kecamatan Ngawen. Di sebuah pasar, di tepi jalan menuju Klaten, ada papan petunjuk ke Gunung Gambar. Awalnya, jalan masih datar, berliku-liku melewati lahan persawahan dan desa-desa. Setelah sebuah tikungan ke kanan, barulah jalan semakin ekstrem.

Pemandangan sepanjang jalan menanjak dan berkelok-kelok ini sungguh sedap. Tapi, kamu harus tetap fokus ke jalan agar tetap selamat sampai tujuan. Beberapa ratus meter sebelum tujuan akhir, jalannya menjadi lebih sulit karena jalur aspal, dan kemudian bersambung dengan cor-coran semen, sudah rusak dan berlubang di sana-sini. Tapi, setiba di pendopo dekat tempat parkir, kita bisa beristirahat dan merasakan kesejukan angin gunung.

Di dekat pendopo itu juga terdapat sebuah pura. Kalau kamu mengaso sejenak di pendopo, pemandangan ke arah selatan akan menampilkan bentangan wilayah Gunung Kidul. Tapi, dari sini pemandangan masih terhalang beberapa gundukan bukit yang lebih rendah dari Gunung Gambar. Karena itu, silakan membeli tiket (Rp 3.000,-) di loket dan berjalan menyusuri jalur menuju Petilasan Pangeran Sambernyowo dan puncak Gunung Gambar.

Di dekat puncak pun ada sebuah pendopo lagi yang bisa digunakan untuk beristirahat. Kumpulkan tenaga, karena kita akan meniti jalur berpagar menuju puncak. Dari pendopo, sebaiknya kita mengikuti papan petunjuk arah, artinya kita berjalan dari sisi selatan. Cukup banyak pepohonan di lereng ini sehingga lumayan teduh. Di sisi timur, di dekat tempat ritual penduduk sekitar, pemandangan tak terhalang apa pun dan cocok untuk latar swafoto.

Lanjutkan menyusuri jalur — sambil terengah-engah pun tidak masalah — dan kita akan melewati petilasan sebelum mencapai puncak. Puncak Gunung Gambar benar-benar merupakan puncak dalam artian sebenarnya. Puncak ini berupa gundukan batu-batu besar. Dari atas batu-batu ini, kita bisa mengedarkan pandang ke semua arah dengan bebas dan melihat Gunung Kidul, Klaten, Solo di kejauhan, dan Gunung Lawu kalau cuaca sedang cerah.

Tentu pemandangannya akan lebih menarik saat siang atau sore. Warna alami matahari saat pergantian hari selalu menakjubkan, apalagi jika disaksikan dari ketinggian. Apalagi, di antara bebatuan di sekitar puncak ini pun tumbuh pepohonan besar-besar yang sudah sangat tua umurnya.

Tentang Pangeran Sambernyowo sendiri, penduduk sekitar meyakini bahwa beliau adalah RM Said, putra keraton Solo yang memberontak melawan Belanda dan Surakarta. Ada banyak versi tentang tokoh ini, dan banyak tempat lain yang diyakini penduduk sekitarnya sebagai petilasan Pangeran Sambernyowo. Tapi, setidaknya di Gunung Gambar ini kita bisa menapaktilasi dan mengapresiasi sosok tersebut.

Written by Justme Shasha

Sedang belajar.

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

uget uget - Pengorbanan Seorang Ibu Ini Bikin Kamu Nangis

Pengorbanan Seorang Ibu Ini Bikin Kamu Nangis

uget uget - Tradisi Minum Teh: Fakta Uniknya Menarik

Tradisi Minum Teh: Fakta Uniknya Menarik