Sosok Di balik Griya Cokelat Nglanggeran Petani Cokelat uget uget
Sumber gambar: kalimajari.org
in

Sosok Di balik Griya Cokelat Nglanggeran: Pur Si Pejuang Petani

UGET UGET – Gunungkidul terkenal dengan lahannya yang gembur. Terlebih Desa Nglanggeran, memang telah dikenal memiliki potensi yang baik dalam hal kesuburan tanah. Tanaman kakao banyak tumbuh di sana. Salah satu produsen kakao terkenal bernaung dalam Griya Cokelat Nglanggeran, beralamat di Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta.

Griya Cokelat Nglanggeran saat ini mampu mengolah kakao menjadi aneka produk minuman cokelat, chocomix, cokelat batangan, cokelat praline, dodol kakao, keripik pisang oles cokelat, dan permen. Sedangkan untuk produk nonpangan ada sabun cokelat dan kosmetik.

Saya sempat mengunjungi griya ini Maret lalu. Begitu memasuki griya ini, aroma harum cokelat langsung menyapa siapa pun yang masuk. Produk-produk cokelat tertata rapi dalam rak-rak berwarna cokelat.

Namun tahukah kamu siapa sosok di balik kesuksesan Griya Cokelat Nglanggeran? Dia adalah Hadi Purwanto, ketua Gapoktan Kumpul Makaryo sejak tahun 2007. Meski sudah berusia 64 tahun, Pur −begitu sapaannya− masih aktif mengurus lahan dan memberdayakan petani. Jiwa mudanya tampak masih begitu membara. Pur menjadi orang yang cukup berpengaruh di desa Nglanggeran terutama dalam bidang pertanian.

Pria kelahiran Klaten, 15 Desember 1953 ini bahkan menuai prestasinya pada 2014 lalu dengan berdirinya Griya Cokelat Nglanggeran. Berkat dirinya, petani-petani Nglanggeran sepenuhnya menggarap dan mengelola lahan kakao di sana. Mereka akan mendapat 70% keuntungan. Sedangkan sisanya 15% masuk desa dan 15% masuk Gapoktan. Sebuah harapan besar baginya, Griya Cokelat Nglanggeran mampu membawa kemajuan bagi Gunungkidul.

Griya Cokelat itu sendiri merupakan bentuk kerja sama LIPI dan BI sejak tahun 2014. Kakao menjadi produk yang menonjol di antara produk lainnya. Tahap demi tahap pengolahan kakao tak ada yang lepas dari campur tangan Pur. Proses mulai dari pemupukan, peruncingan, pemetikan, penyetoran, fermentasi, pengeringan, pengumpulan, hingga penjualan, kesemuanya menjadi tanggung jawab Gapoktan.

Bukan tidak ada sama sekali kesulitan yang ia hadapi dalam membimbing gapoktan di desanya. “Kesulitan ya ada. Ibarate nek wong arep mancing iwak, aja nganti buthek banyune. Kabeh iku nganggo cara sing enak dan kepenak.” (Kalau orang hendak memancing ikan, jangan sampai airnya keruh. Semua itu pakai cara yang menguntungkan dan diuntungkan).

Prinsip tersebut sekaligus menjadi pedomannya dalam memberdayakan petani, agar nantinya hasil pertanian semakin meningkat. Pun, tanpa merugikan atau membuat masalah baru bagi petani.

Sumber gambar: kalimajari.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Jilbab Organza: Ini Tips Cara Pakai yang Sederhana dan Elegan

Jilbab Organza: Ini Tips Cara Pakai yang Sederhana dan Elegan

the hitman bodyguard

Cerita Film The Hitman Bodyguard: Membosankan tapi Coba deh Intip Bentar