Layak Diakui Bahwa Gattuso Bukanlah Pelatih Biasa
Sumber gambar: www.tribunnews.com
in

Layak Diakui Bahwa Gattuso Bukanlah Pelatih Biasa

UGET UGET AC Milan sudah berkali-kali ganti pelatih dalam kurun waktu yang bisa dibilang tidak lama ini. Musim 2017/2018 hal ini juga terjadi lagi. Adalah Gattuso yang menjadi suksesor seorang Vincenzo Montella.

Pelatih ini memang belum bisa dikatakan berhasil. Masih terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan. Masih ada banyak hal juga yang harus dibuktikan. Tapi setidaknya dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dan ini baik untuk kemajuan AC Milan.

Jika bukan perkara keberhasilan, maka apa yang membuat Gattuso luar biasa? Sederhana saja, menurut saya Gattuso memang punya cara yang berbeda untuk melatih timnya. Dia pun punya cara tersendiri untuk menciptakan suasana tim yang baik.

Mantan pemain Milan ini memang terkenal temperamental. Bahkan sudah banyak yang bilang bahwa Gattuso mungkin saja akan melatih dengan cara yang keras. Tapi menurut saya, ini bukan perkara keras atau bukan, tapi keseriusan.

Pemain dibiasakan untuk sadar dengan kewajibannya, itu perlu. Sadar dengan kemampuannya juga perlu. Hal ini penting untuk membuat mereka bersaing memperebutkan tempat di skuad inti. Setiap pemain harus tahu mengapa mereka memakai jersey Merah-Hitam ini dan mereka tidak boleh menyianyiakanya.

Pertandingan melawan Lazio tempo hari semakin menyadarkan saya bahwa pelatih sekaligus legenda Milan ini istimewa. Di akhir laga, dia mengajak para pemain berpelukan di dalam lapangan, membentuk sebuah lingkaran. Lalu di dalam lingkaran itu dia mengatakan sesuatu. Kelihatannya tidak terlalu penting, dan diakhiri dengan sorakan bersama. Tapi siapa sangka jika hal sepele itu justru membuat Gattuso terlihat tidak biasa.

Ada hal lain yang masih berkaitan dengan pertandingan itu. Tentang gol Cutrone yang kontroversial. Pelatih ini secara blak-blakan mengakui pada publik akan “kesalahan” anak asuhnya. Bukti betapa beraninya dia menghadapi kesalahan dan mengakuinya. Ini mungkin akan menjadi pelajaran yang berharga untuk semuanya, terutana Cutrone. Sekalipun gol itu tetaplah gol. Tidak berguna lagi diperdebatkan. Pemain sehebat Maradona saja juga pernah melakukannya bukan? Tapi yang terpenting adalah keberanian dalam mengakui. Sehingga sang pemain akan berpikir ulang untuk melakukan hal itu lagi. Ini pelajaran untuk siapa saja, bukan hanya bagi Cutrone yang kebetulan terlibat saat itu. Kita tidak boleh jadi pengecut. Itu saja.

Gattuso perlahan mulai membuktikan diri bahwa kepercayaan yang ada padanya tidak sepatutnya jadi sia-sia. Kita hanya bisa menikmati perjuangannya. Sembari berharap pelajaran yang Gattuso berikan dapat berbuah manis saat dipraktikkan. Dia memang belum memiliki nama hebat di dunia kepelatihan, namun bukan tidak mungkin kalau caranya yang tidak biasa dalam melatih ini suatu saat akan melambungkan namanya.

Yang terpenting saat ini adalah berjuang bersama Milan untuk sebuah kemajuan. Mau tidak mau kita sebagai fans Milan harus meletakkan kepercayaan sepenuhnya pada Gattuso, karena bagaimanapun dialah yang saat ini kita punya sebagai seorang pelatih. Berhenti dulu berandai-andai dengan kedatangan pelatih dengan nama besar. Itu hanya akan membuat runyam. Kalaupun terjadi, itu urusan belakangan. Yang terpeting adalah kita percaya bahwa pelatih saat ini sedang berjuang untuk finish diposisi yang terbaik. Beri waktu dan kepercayaan pada Rino bahwa culanya akan dapat berbuat sesuatu untuk Milan kita. Dia bukan pelatih biasa.

Sumber gambar: www.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Game Tersulit Di Dunia, Berani Memainkannya?

Game Tersulit Di Dunia, Berani Memainkannya?

Pulau Faisans, Saksi Bisu Perebutan Wilayah Antara Spanyol dan Prancis

Pulau Faisans, Saksi Bisu Perebutan Wilayah Antara Spanyol dan Prancis