uget uget - Film Pendek Pos Indonesia “Nilep”
Sumber gambar: chrisal25.blogspot.co.id
in

Film Pendek Pos Indonesia “Nilep”

UGETUGET – Film pendek pos Indonesia yang bertema “Moviestival” merupakan hasil kerja sama dari Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dengan PT Pos Indonesia (Persero).

Saya tertarik dengan salah satu film yang ikut menjadi peserta dalam ajang “Moviestival”. Bahkan film itu juga menyabet juara 1 untuk kategori film terfavorit. Film ini berjudul “Nilep”.

Nilep mempunyai arti mencuri atau nyolong.

Saat mendengar judulnya, saya berpikir ceritanya hanya akan biasa saja. “Mesthi ceritane mung ana wong nyolong barang’e Pak Pos. Nek ora yo konflik batine Pak Pos,” pikir saya. Ternyata saya salah besar.

Dalam festival ini, setahu saya memang diwajibkan untuk menampilkan karakter atau sosok tukang pos. Banyak film yang menjadikan karakter ini sebagai tokoh utama atau setidaknya penting.

Tapi film “Nilep” ini tidak. Justru dalam film ini karakter Pak Pos hanya menjadi figuran belaka.

“Lah, kok bisa menang juara 1?”

Logo produksi dalam film ini sangat Jogja banget. Ada seorang pengendara becak dan lampu khas Yogyakarta. Selain itu namanya juga nJawani, yaitu ravacana Films. Untuk saya, kata ravacana itu bisa dibaca sebagai ra wacana alias rasah kakean wacana (baca: praktik; lakukan saja).

Cerita diawali dengan konflik anak-anak. Ada yang suka dengan kedatangan tukang penjual mainan, dan ada yang tidak. Karakter Pak Pos hanya muncul sebentar di sini. Itu pun hanya bertanya alamat rumah seseorang. Klise!

Singkat cerita, anak-anak yang tidak suka dengan tukang penjual tadi akhirnya nilep untu-untuan (gigi drakula). Oleh anak-anak yang lain, mereka ditegur dan disuruh mengembalikan barang curian mereka.

Untuk meyakinkan anak-anak yang nilep tersebut, anak-anak yang lain mengajak mereka melihat rumah si tukang penjual mainan. “Iki lho omahe bakule.”

Mereka yakin itu rumah tukang penjual mainan. Selain karena menggunakan aplikasi Google Maps, kebetulan juga si penjual tersebut sudah pulang. Anak-anak yang nilep tadi pun diingatkan lagi untuk segera mengembalikan barang curian. Tapi, mereka takut dan menolak ajakan itu. Mereka malah pulang ke rumah masing-masing.

Barulah saya tahu fungsi dan peran dari Pak Pos yang hanya muncul sak sliwer saja di awal film ini. Ternyata keesokan harinya ada paket untuk tukang penjual mainan. Isinya adalah untu-untuan (gigi drakula) dan sepucuk surat.

“Pak, iki takbalekke untu drakulamu. Iki wis takkumbah resik. Wis steril. Ra bakal mambu meneh. Plis, tulung, aku aja digebuki.” Begitu isi suratnya.

Sumber gambar: Chrisal25.blogspot.co.id

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget - cewek baper

Rumah Uya: Tempat Untuk Melihat Anak Jaman Now

uget uget - Wisata Kedai Kopi Jogja

Wisata Kedai Kopi Jogja