Festival Teluk Ambon Unjuk Budaya dan Warisan Nenek Moyang Masyarakat Maluku
in

Festival Teluk Ambon: Unjuk Budaya dan Warisan Nenek Moyang Masyarakat Maluku

UGET-UGET | Dalam sejarah Indonesia, Maluku menjadi salah satu wilayah yang sering disebut dan terlibat konflik dengan Pemerintah Kolonial Belanda. Sejak ratusan tahun yang lalu wilayah ini terkenal sebagai penghasil rempah-rempah. Dan dari rempah-rempah itu pula, muncul berbagai gerakan rakyat yang ingin melepaskan diri dari penjajahan.

Kini, Kepulauan Maluku kembali diperkenalkan oleh Pemerintah Indonesia kepada dunia sebagai kepulauan dengan keindahan yang menawan dan eksotis. Jajaran kepulauan dan biru laut yang belum tercemar sepanjang mata memandang, menjadi kekuatan pariwisata utama yang diunggulkan dari wilayah ini.

Selain itu, untuk mempromosikan pariwisata Maluku di tingkat nasional dan internasional, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menginisiasi sebuah acara bertajuk Festival Teluk Ambon.

Festival Teluk Ambon 2018

Acara tahunan yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2006 ini terbukti ampuh untuk mendongkrak pariwisata Maluku. Dan tahun ini, Pemerintah Provinsi Maluku bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif bergerak lebih gencar untuk mempopulerkan eksotisme alam dan kekayaan budayanya.

Dalam festival tersebut, wisatawan dan masyarakat akan diajak untuk menikmati berbagai macam kegiatan khas dari Kepulauan Maluku. Pertunjukkan tradisional yang paling ditunggu adalah lomba perahu tradisional atau yang lebih dikenal dengan Manggurebe Arumbae.

Gubernur Provinsi Maluku, Said Assagaf mengungkapkan bahwa Manggurebe Arumbae dimaknai tidak hanya sekedar mengarungi lautan menggunakan perahu tradisional saja. Dalam  lambang daerah Maluku, Arumbae menjadi simbol yang di dalamnya ada lima orang sedang mendayung di lautan.

“Secara filosofis, artinya masyarakat Maluku adalah masyarakat yang dinamis, dan penuh daya juang. Laut adalah medan penuh bahaya dan Arumbae menjadi cara pandang bahwa laut adalah medan kehidupan yang harus dihadapi,” papar Said seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Festival yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan September nanti ini akan menyajikan Manggurebe Arumbae, di mana satu perahunya akan diisi oleh 28 sampai 31 pendayung laki-laki.

Jika ada wanita yang ingin mendayung, panitia juga menyediakan kegiatan lain berupa lomba berahu bercadik atau disebut dengan Semang. Para pendayung perempuan nantinya akan mengenakan busana tradisional Maluku.

Kegiatan lain yang disajikan adalah lomba fotografi bawah laut, lomba melukis, membuat mozaik. Selain itu, juga ada kegiatan di mana para wisatawan diajak untuk membersihkan Teluk Ambon. Nah, tunggu apa lagi? Buatlah kesempatanmu untuk menikmati pertunjukkan ini.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Gorengan Buah Cara Asyik Makan Buah yang Nggak Bikin Bosan

Gorengan Buah: Cara Asyik Makan Buah yang Nggak Bikin Bosan

Langkah-Langkah Agar Dapat Mencapai Berat Badan Ideal

Langkah-Langkah Agar Dapat Mencapai Berat Badan Ideal