Festival Cheng Ho: Napak Tilas Ingatan Masa Lalu
Sumber gambar: Traveling Yuk
in

Festival Cheng Ho: Napak Tilas Ingatan Masa Lalu

UGET-UGET | Laksamana Cheng Ho atau Zheng He, memulai ekspedisi menjelajahi lautan dunia pada tahun 1405 hingga meninggal dunia pada tahun 1433. Selama 28 tahun melaut, ia berhasil mengunjungi 37 negara dan 5 kali ia menuju Nusantara.

Selama persinggahannya di Nusantara, Laksamana Cheng Ho berhasil memperkenalkan teknologi dan gaya hidup masyarakat Tiongkok kepada penduduk setempat.

Di setiap tempat yang dikunjunginya, Laksamana Cheng Ho selalu menanamkan perasaan persaudaraan yang kuat dengan penduduk. Hal ini dilakukannya dengan cara membangun masjid dan rumah doa, wujud penghargaannya dengan budaya setempat tercermin unsur-unsur lokal dan Tiongkok yang bercampur di tempat-tempat suci tersebut.

Perjumpaan Pertama Laksamana dengan Jawa

Pada abad ke-15, Laksamana Cheng Ho menginjakkan kaki di pantai utara Jawa, tepatnya di Pantai Simongan, Semarang. Di situ, dirinya bersama anak buah menemukan sebuah gua kecil yang terletak di lereng bukit berbatu. Oleh Laksamana Cheng Ho, tempat itu dijadikan sebagai ruang ibadah dan ia pun membangun kelenteng kecil di tempat itu. 

Festival Cheng Ho: Napak Tilas Ingatan Masa Lalu
Sumber gambar: BreakingNews.co.id

Setelah tinggal sebentar, Laksamana Cheng Ho lalu meninggalkan Pulau Jawa. Namun, dalam keberangkatannya tersebut, banyak perwira dan anak buahnya yang memutuskan untuk tinggal dan menetap di daerah tersebut. Selanjutnya, anak buah yang tinggal itu banyak yang menikah dengan penduduk setempat.

Bertahun-tahun kemudian, penduduk setempat membangun Kelenteng Sam Poo Kong (yang juga dikenal sebagai Gedung Batu) di tempat Laksamana Cheng Ho berdoa dan bermeditasi kala pertama kali menginjakkan kakinya di Pulau Jawa.

Festival Cheng Ho

Sampai saat ini, kelenteng tersebut masih berdiri di Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, dan dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua. Dan untuk mengenang jasa dan perjalanan dari Laksamana Cheng Ho, Pemerintah Jawa Tengah bekerja sama dengan pemimpin Kelenteng Tay kak Sie, Kelenteng Sam Poo Kong dan komunitas Tiongkok di Semarang, menggelar Festival Budaya Cheng Ho pada 9 hingga 19 Agustus 2018.

Festival akan dimulai dengan doa dan ritual, lalu dilanjutkan dengan kesenian tradisional, seminar, dan puncaknya adalah parade budaya yang dimulai dari Kelenteng Tay Kak Sie dan berjalan hingga Kelenteng Sam Poo Kong.

Diperkirakan, ribuan orang akan mengikuti perjalanan sejauh 6 km ini sembari membawa patung Laksamana Cheng Ho berukuran kecil. Perjalanan ini sendiri merupakan simbol dari perjalanan Laksamana Cheng Ho menuju Semarang di masa lalu.

Festival Cheng Ho: Napak Tilas Ingatan Masa Lalu
Sumber gambar: Traveling Yuk

Selain napak tilas, tahun ini Festival Cheng Ho juga akan dimeriahkan dengan bakti sosial yang melibatkan berbagai elemen industri farmasi serta unsur TNI dan Polri, dengan memberikan penyuluhan dan pengobatan gratis.

“Festival Kuliner juga ada. Beragam kuliner Nusantara serta Chinese Food akan tersaji lengkap pada festival ini. Ini semakin menambah warna yang ada di Festival Cheng Ho 2018. Tentunya juga semakin memanjakan wisatawan,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya, seperti dilansir dari Indopos.co.id.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Hargai Kecerdasan Anak, Karena Tiap Anak Memiliki Kecerdasannya Masing-Masing

Hargai Kecerdasan Anak, Karena Tiap Anak Memiliki Kecerdasannya Masing-Masing

Untukmu Mahasiswa Pejuang Skripsi yang Sulit Mencari Referensi, Yuk Lakukan Tips Berikut Agar Skripsimu Cepat Selesai

Untukmu Mahasiswa Pejuang Skripsi yang Sulit Mencari Referensi, Yuk Lakukan Tips Berikut Agar Skripsimu Cepat Selesai