Ternyata Diam di Fasilitas Umum Eskalator Mampu Mereduksi Antrian
Sumber gambar: www.vecteezy.com
in

Ternyata Diam di Fasilitas Umum Eskalator Mampu Mereduksi Antrian

UGET UGET – Fasilitas umum adalah fasilitas untuk publik, sehingga semua orang memunyai hak yang sama. Salah satunya fasilitas eskalator. Etika yang baik dalam penggunaannya selama ini masih simpang siur, apakah harus diam, atau malah membaginya menjadi dua sisi untuk diam dan untuk jalan cepat. Untuk menemukan jawabannya, penelitian yang dipublikasikan oleh The Guardian berusaha menguji coba efektivitasnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa peraturan yang mengharuskan pengunjung untuk diam di sisi kiri dan jalan cepat di sisi kanan justru menyebabkan antrian eskalator semakin panjang. Malah dengan hanya diam sembari menunggu eskalator bergerak otomatis malah dapat mereduksi/memotong antrian untuk pengguna berikutnya.

Dilansir provoke-online.com, penelitian ini telah memeroleh kalkulasi spesifik yang dilakukan di sebuah eskalator yang berada di stasiun Holborn, London, di mana lebih dari 56 juta penumpang menggunakannya setiap tahun.

Hasilnya ketika dicoba cara naik eskalator dengan tetap diam dan menunggu eskalator bergerak membawa pengguna naik/turun lebih efektif baik dari segi waktu maupun jumlah. Cara ini terbukti bisa meningkatkan kecepatan pengguna berikutnya yang akan naik eskalator juga. Ini diperkirakan selisih 31 orang atau meningkat 28% per menit.

Penelitian tersebut lantas diujicobakan pula di stasiun Holborn pada jam sibuk, yaitu pukul 8.30 – 9.30 pagi. Ya meskipun telah terbukti berhasil mengurangi antrian, ternyata ini tidak berlaku untuk jam sibuk. Para penggunanya mengeluh karena sudah tidak sabaran ingin segera sampai tempat tujuan. Mungkin karena mereka sudah terbiasa jalan cepat ya?

Berbeda dengan Indonesia, yang mana mayoritas orang masih berdiri diam di eskalator. Ini bahkan sudah membudaya di Indonesia. Sehingga berdiri pasif di eskalator sudah menjadi anggapan umum begitulah cara yang benar dalam menggunakan eskalator. Bahkan kesannya tidak ada aturan sama sekali.

Meskipun telah terbukti jauh lebih efektif, rupanya salah satu dosen saya pernah memberikan kritik untuk orang Indonesia. Beliau bahkan pernah menyebutkan perilaku diam di eskalator tersebut sebagai indikator bahwa kita masih gagap akan teknologi.

Kita memang sudah mengikuti perkembangan teknologi, namun kemampuan dalam menggunakannya masih lemah. Dengan kata lain, banyak orang sudah menggunakan eskalator, tetapi cara kita menggunakannya masih belum maksimal.

Bahkan, kalau sedang berada pada jam padat dan eskalator penuh sesak, masing-masing kita cenderung abai pada kepentingan orang lain yang ingin bergerak cepat. Sehingga harus orang yang sedang terburu-buru dulu lah yang mengatakan permisi, baru kita akan mempersilakan. Artinya, belum ada toleransi di sini.

Sejatinya, eskalator ada untuk “memudahkan” kita saat berjalan. Karenanya eskalator banyak dipasang di tempat umum – seperti mal, stasiun, bandara, bahkan kini sudah diaplikasikan pada gedung masjid- yang mana di sana orang cenderung memiliki mobilitas yang tinggi.

Penelitian ini setidaknya telah memberikan titik terang. Bahwasannya selama ini cara orang Indonesia yang hanya diam dalam menggunakan eskalator memang sudah benar. Nampaknya kita perlu mengembalikan esensi eskalator yang diperuntukkan untuk memudahkan.

Entah bagaimana cara menggunakannya, terpenting penggunanya tetap memiliki toleransi dan menghargai satu sama lain.

Sumber gambar: www.vecteezy.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Suka Pemandangan Luar Angkasa Coba Kunjungi Channel Ini

Suka Pemandangan Luar Angkasa? Coba Kunjungi Channel Ini

Mitos Atau Fakta Sisir Rambut- Sering Menyisir Rambut Bikin Rambut Tampak Bersinar?

Mitos Atau Fakta Sisir Rambut: Sering Menyisir Rambut Bikin Rambut Tampak Bersinar?