Tamasya

Embung Batara Sriten: Waduk Tertinggi di Gunung Kidul

UGETUGET – Kalau kamu belum siap muncak, tapi ingin memandang bentangan alam anugerah Tuhan ini dari ketinggian, sebaiknya kamu kunjungi Embung Batara Sriten di Nglipar, Gunung Kidul ini. Hanya saja, kamu tetap harus menyiapkan diri dan kendaraanmu baik-baik karena jalannya superekstrem, lebih ekstrem dari jalur Gunung Gambar atau Pantai Srakung.

Pasalnya, jalan menuju waduk di puncak bukit ini sebagian besar adalah cor-coran semen yang sudah rusak. Bahkan, ada juga yang masih berupa batu putih landasan jalan. Tumpukan debu dan kerikil di sepanjang jalan juga menambah risiko tergelincir kalau kamu meleng dikit. Masih ditambah lagi dengan tanjakan dan kelokan yang bikin jantung terpacu.

ugetuget - Embung-Batara-Sriten

Pintu masuk Embung Batara Sriten. Kredit: Ugetuget.com

Ada sebuah tanjakan curam yang menikung sehingga tenaga motor harus benar-benar kuat saat naik, dan rem harus benar-benar pakem saat turun. Tentu saja, harus juga diperhitungkan kerikil yang siap menggelincirkan roda-roda sepeda, motor, atau mobilmu. Kunci agar dapat mencapai Embung Batara Sriten dengan selamat sentosa adalah fokus sepanjang perjalanan.

Setelah membayar tiket masuk Rp 5.000,- pun, kita masih harus menempuh jalan berbatu yang menanjak dan menikung. Motor dijamin jadi berisik. Tapi, setiba di tempat parkir, semua rasa lelah dan waswas itu tersapu bersih. Bahkan dari tempat parkir yang terletak di sisi barat waduk pun, pemandangan dari ketinggian membikin kita bergetar.

ugetuget - Embung-Batara-Sriten

Toilet di tempat parkir dengan latar belakang bentangan alam Gunung Kidul. Kredit: Ugetuget.com

Bukit-bukit di sisi selatan, barat, dan utara tampak timbul tenggelam seperti gelombang hijau tua, dinaungi langit biru yang diseraki bongkah-bongkah awan. Kalau kita mendekat ke tebing, kita bisa melihat ladang dan hutan berselang-seling menuruni lereng. Udara sejuk dan embusan angin menyegarkan paru-paru yang terbiasa dengan polusi kota.

Di sisi timur laut Embung Batara Sriten, terdapat sebuah pendopo yang bisa dijadikan tempat beristirahat. Ada juga beberapa warung tempat kita bisa memesan makanan dan minuman untuk dinikmati sembari menikmati alam dan pemandangan. Kalau nyalimu besar terhadap ketinggian, kamu harus coba mendaki bukit di sebelah pendopo itu.

ugetuget - Embung-Batara-Sriten-pendopo

Pendopo di tepi embung. Kredit: Ugetuget.com

Dari bukit ini, kita bisa melihat bentuk Embung Batara Sriten yang seperti koma. Latar belakangnya adalah pemandangan bukit-bukit dan bentangan alam Gunung Kidul yang lebih rendah di kejauhan sana. Tapi, kamu harus memperhatikan larangan: jangan sok-sokan karena jurang di sisi utara bukit ini sangat dalam.

Konon, embung atau waduk ini dinamakan “Batara Sriten” karena letaknya paling tinggi di wilayah Gunung Kidul. “Batara” mengisyaratkan sosok dewa yang sering dianggap menempati tempat yang tinggi. Sedangkan Sriten adalah nama desa administratif tempat waduk ini berada, yaitu di Desa Sriten, Kecamatan Nglipar.

ugetuget - Embung-Batara-Sriten-pendopo-pemandangan-dari-ketinggian

Pemandangan dari bukit di dekat Embung Batara Sriten. Kredit: Ugetuget.com.

Air dari Embung Batara Sriten dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan ladang penduduk di sekitar Nglipar. Untuk menjaga agar air tidak tercemar, pengelola melarang kegiatan apa pun di dalam air. Dilarang memancing atau berenang atau mengotori air waduk ini. Jadi, kalau kamu sudah sampai di sini, perhatikan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Karena rutenya yang ekstrem, sebaiknya kamu berkunjung ke sini saat pagi atau siang. Tapi, kalau kamu memang berani menempuh jalan menantang itu dalam gelap, mungkin kamu bisa memperoleh pemandangan sunrise di waduk tertinggi di Gunung Kidul ini.

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi