Duka Pendukung Peru dan Tanggapan Netizen
Sumber gambar: Russian Today
in

Duka Pendukung Peru dan Tanggapan Netizen

UGETUGET – Merekalah pendukung timnas yang paling banyak disukai di Piala Dunia kali ini. Tentu bukan fans dari Argentina atau Kolombia, masing-masing sudah membuat kontroversi hingga hari ini. Jenis kontroversi yang tidak akan mengundang simpati tentunya. Bukan pula Islandia, yang diperkirakan 12% dari total populasi negara, hadir di Rusia untuk memberikan dukungannya.

Mereka adalah pendukung Peru, yang sampai hari ini sama sekali belum pernah memancing keributan atau kontroversi apapun di Rusia, tuan rumah Piala Dunia 2018. Kehadirannya di Rusia memiliki makna tersendiri bagi warga negara negara yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin ini. Mereka selalu memeriahkan suasana pesta di setiap kehadirannya.

Hingga duka itu tiba, saat timnas Peru ditekuk oleh Perancis dengan skor 1-0, dalam pertandingan babak penyisihan Grup C di stadion Ekaterinburg. Kesedihan pendukung Peru seakan-akan menjalar dan bisa dirasakan oleh netizen yang berasal dari berbagai penjuru dunia.

Dilansir dari The Guardian, Eduardo, penduduk asli Lima, ibu kota negara Peru, yang kini tinggal di London, mengungkapkan, “Beberapa orang datang ke sini (Rusia, -red) dengan menjual rumah. Maka kamu pun bisa merasakan ketegangan, jika mengerti keadaannya.”

Kenyataan akan kekalahan Peru memang tak terelakkan, mengingat kualitas dan kapasitas masing-masing tim, tidak mengurangi duka dan keyakinan dari para pendukungnya.

Duka Pendukung Peru dan Tanggapan Netizen
Sumber gambar: Russian Today

Saat peluit akhir ditiupkan, 6 pria berderet dengan seragam Peru dan celana Adidas, mulai menitikkan air mata bersamaan, saling memeluk dan menenangkan satu sama lain. Satu pria melempar sebotol bir dan menangis sesenggukan, seiring ia turun dari bangku penonton.

Seorang ayah menghapus air mata dari putrinya, melunturkan cat merah dan putih yang memenuhi wajahnya. “Dia baru saja mengatakan, kami tidak seharusnya datang (di pertandingan),” ucap Rafael Jimenez sembari menatap putrinya, Maria, yang merasa malu karena air mata lalu membalik punggungnya.

“Aku pun berkata kepadanya, ini adalah sebuah sejarah. Kamu mungkin tidak akan pernah bisa menyaksikannya lagi. Jadi, kita harus ada di sini. Terkadang, beginilah sepak bola,” paparnya sembari menghela nafas.

Ribuan kursi kosong dari penonton, saat sebelumnya timnas Perancis berhadapan dengan Australia. Namun, bagi penduduk Peru, mereka enggan untuk mengangkat badan hingga pertandingan usai. Bahkan saat kesedihan melanda seluruh stadion, mereka pun tetap diam tak bergerak.

Seakan manusia memiliki satu hati, kesedihan pendukung Peru ditanggapi oleh netizen dari seluruh penjuru dunia. Mereka pun merasa sedih dan menyampaikan simpati atas kegagalan Peru melewati babak penyisihan.

Akun Twitter @alandinhio20 mengatakan dalam cuitannya, “Perancis memang memenangkan pertandingan, namun Peru memenangkan simpati kami!” Selain itu, masih ada jutaan cuitan yang mengungkapan simpatinya bagi para pendukung Peru.

Meski sudah dipastikan akan kepulangannya dengan menyisakan satu pertandingan terakhir menghadapi Australia di stadion Sochi pada hari Selasa besok, banyak pendukung timnas Peru yang memutuskan untuk bertahan. Untuk membuktikan, akan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap tim yang dibelanya.

Biru Samudra

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

10 Aksesoris Wanita yang Dapat Mempermanis Penampilanmu

10 Aksesoris Wanita yang Dapat Mempermanis Penampilanmu

Viral Pengabdian Dokter Amalia yang Bertugas di Pedalaman Papua

Viral Pengabdian Dokter Amalia yang Bertugas di Pedalaman Papua