Drama Semi Final Liga Champions 2018: Liverpool, Madrid, As Roma atau Munchen?
Sumber gambar: ok.ru
in

Drama Semi Final Liga Champions 2018: Liverpool, Madrid, As Roma atau Munchen?

UGET UGET – Semi final Liga Champions antara Real Madrid melawan Bayern Munchen pada leg pertama membuktikan bahwa tim dari Spanyol ini tidak pernah gentar bertanding di hadapan pendukung tuan rumah. Bahkan Real Madrid mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Pada pertandingan sebelumnya Real Madrid juga sukses mengalahkan Juventus dengan skor yang cukup telak, yaitu 3-0. Namun pada pertemuan selanjutnya melawan Juventus yang digelar di Santiago Bernabeu, Real Madrid justru kalah dengan skor 3-1. Real Madrid menang agregat dan akhirnya melaju ke semifinal melawan Bayern Munchen.

Dan saya mengira bahwa Bayern Munchenlah yang akan menghentikan Real Madrid, tapi nyatanya Bayern Munchen justru kalah dengan skor 2-1. Dan ironisnya pertandingan tersebut diadakan di Allianz Arena, markas dari Bayern Munchen.

Sebegitu hebatkah Real Madrid? Tidak peduli bermain di kandang ataupun tandang, mereka tetap menunjukkan sebagai tim bermental juara. Saya khawatir nanti Real Madrid akan membawa trofi piala Liga Champions ke Spanyol.

https://www.youtube.com/watch?v=riyHdf2-5_U

Tapi itu bukanlah sesuatu yang sudah pasti, masih ada pertandingan yang akan digelar di Santiago Bernabeu. Sepertinya Bayern Munchen belumlah tamat. Masih ada Kesempatan, cukup memenangkan pertandingan dengan skor 2 – 0, maka tempat final bisa digantikan oleh Bayern Munchen.

Seperti yang dialami oleh Juventus, pada laga kandang mereka harus menelan kekalahan 3 – 0, tapi nyatanya pada leg kedua yang justru di Santiago Bernabeu, Juventus malah mampu membalikkan keadaan dan mengalahkan Real Madrid dengan skor 3 – 0. Tetapi karena ada insiden kartu merah yang kontroversial, akhirnya Juventus harus dihukum penalti, dan skor menjadi 3 – 1.

Real Madrid akhirnya mendapatkan satu gol yang menentukan. Meskipun kalah di kandang sendiri tetapi mereka lolos ke babak semifinal. Sepertinya Bayern Munchen harus belajar dari semangat Juventus. Jujur saja saya tidak menyangka Juventus bisa mengalahkan Real Madrid dan membuat mereka bergetar di kandangnya sendiri.

Sedangkan Bayern Munchen di atas kertas jauh lebih bagus dibandingkan Juventus, seharusnya mereka mampu mengalahkan Real Madrid di kandangnya. Kita lihat saja nanti pada leg kedua.

Di sisi lain ada AS Roma melawan Liverpool

Kedua tim ini sama-sama memiliki Ambisi untuk mengangkat trofi Liga Champions. Keduanya adalah mantan tim terbaik Eropa yang ingin mendapatkan kejayaannya kembali. Seperti diketahui beberapa tahun silam AS Roma merupakan tim dari Itali yang disegani di Eropa. Kala itu bintang AS Roma Francesco Totti adalah seorang pemain yang membawa timnya papan atas. Sedangkan Liverpool memiliki kenangan manis ketika merajai Eropa.

Saya masih teringat ketika Liverpool mengalahkan AC Milan pada final Liga Champions, entah tahun berapa, yang pasti saat itu masih ada Steven Gerrard. Pada saat yang paling krusial, ketika itu Liverpool ketinggalan skor 3- 0, dan dalam waktu yang singkat, Liverpool mampu membalikkan keadaan dan akhirnya menjadi juara Liga Champions.

Sayangnya, pada saat Steven Gerrard masih menjadi playmaker Liverpool tidak pernah mengangkat trophy Premier League. Sungguh disayangkan. Pernah juga Liverpool mengalami masa kelam, yang ada hanya kekalahan dan hasil imbang.

Kemudian datanglah era kejayaan itu bersama Mohamed Salah, Firmino dan Sadio Mane. Ketiga orang ini mampu membuat Liverpool berjaya kembali. Ketika bola diserahkan kepada ketiga orang ini, sepertinya mencetak gol ke gawang lawan sangat mudah sekali.

Berkali-kali Salah menjebol gawang lawan seperti membalikkan telapak tangan. Pernyataan ini seperti berlebihan, tapi memang begitulah Salah ketika mencetak gol. Dia adalah bintang baru Liverpool.

Drama Semi Final Liga Champions 2018: Liverpool, Madrid, As Roma atau Munchen?
Sumber gambar: ok.ru

Bagi Liverpool, untuk mendapatkan tiket final cukup mudah. Sebelumnya Liverpool menang 5 – 2 di kandang. Hanya bermain imbang ketika melawan AS Roma di leg kedua, bahkan imbang tanpa gol sudah cukup bagi mereka untuk mendapatkan tiket ke final Liga Champion.

Tapi sesungguhnya pertahanan yang terbaik adalah menyerang. Jika terlena dengan pertahanan, dan akhirnya memanggil semua pemain untuk bertahan di gawang sendiri maka cepat atau lambat pasti akan kebobolan. Lebih baik tampil menyerang sejak awal karena itu adalah pertahanan terbaik.

Sedangkan performa AS Roma pada musim ini cukup baik. Saya tidak menyangka perjuangan AS Roma sampai sejauh ini. Padahal Juventus yang merajai Liga Italia hanya sampai perempat final. Bahkan Gianluigi Buffon berpesan kepada tim AS Roma untuk membawa trofi Liga Champions ke Italia. Sungguh rasa nasionalisme yang tinggi.

Tapi menurut pendapat saya, AS Roma akan dikalahkan oleh Liverpool dan final terbaiknya adalah Liverpool melawan Bayern Munchen. Kalaupun Bayern Munchen nanti akan disingkirkan oleh Real Madrid, saya tetap berada di sisi Liverpool. Real Madrid tidak boleh menjadi juara lagi. Sudah cukup dominasi Liga Champions oleh tim Spanyol.

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bertahan Hanya Karena Takut Tak Menemukan Seseorang yang Lebih Baik Darinya

Bertahan Hanya Karena Takut Tak Menemukan Seseorang yang Lebih Baik Darinya

Terlalu Picky Mungkin Jadi Alasan Kamu Masih Menjomblo

Terlalu Picky Mungkin Jadi Alasan Kamu Masih Menjomblo