Wah, Peneliti Tengah Kembangkan DNA Sebagai Teknologi Penyimpanan!
Sumber gambar: popsci
in

Wah, Peneliti Tengah Kembangkan DNA Sebagai Teknologi Penyimpanan!

UGETUGET – Ada begitu banyak jenis data di dunia, seperti foto, video, musik, atau dokumen-dokumen penting. Dan menjadi salah satu ciri manusia, untuk selalu menyimpan peristiwa-peristiwa berkesan dalam hidupnya. Maka coba bayangkan berapa trilyun manusia di dunia, berapa banyak momen yang ingin disimpan dan dibagikan, lalu bagaimana dengan teknologi penyimpanan? Apakah itu semua cukup. Maka menjadi hal wajar, jika teknologi penyimpanan merupakan salah satu teknologi yang terus menerus dikembangkan.

Tahukah kamu, menurut popsci.com DNA manusia memiliki kemampuan penyimpanan sebesar 200 PentaBytes atau setiap gramnya setara dengan kemampuan 200 laptop yang bisa digunakan untuk menangkap informasi, menyimpan informasi dan memutar ulang informasi dalam waktu yang bersamaan.

Dan ketika perbandingan dengan gambaran di atas ihwal kebutuhan akan media penyimpanan dan kemampuan DNA, peneliti-peneiliti Universitas Harvard telah menemukan garis sambung sekaligus solusi bagi kegelisahan manusia di masa depan. Hipotesis mereka, DNA bisa menjadi salah satu media penyimpanan yang menjanjikan.

Yaniv Erlich, profesor ilmu komputer di Universitas Kolombia dan anggota inti dari Pusat Genom New York menjelaskan, “saat kami berhasil memahami bagaimana kodingnya, atau DNA macam apa yang bisa bersintesa dengan data, maka semuanya menjadi mudah: kami tinggal menyerahkan urusan produksi pada perusahaan”.

Wah, Peneliti Tengah Kembangkan DNA Sebagai Teknologi Penyimpanan!
Sumber gambar: popsci

Bagaimana Metodenya?

Dilansir dari PopSci.com, Sri Kosuri, pemimpin redaksi jurnal Harvard yang kini menjabat sebagai profesor biokimia di Universitas California Los Angeles (UCLA), mengungkapkan bahwa penelitian terbaru Erlich memberikan sedikit pencerahan atas permasalahan di atas. “Metodenya bisa menjadi solusi atas proses sintesa DNA yang tidak sempurna.

Para peneliti ini bisa mencapainya setelah mengaplikasi kode khusus. Kode ini digunakan dalam proses pengubahan informasi digital yang dikirimkan ke subyek tertuju dari sumber pengiriman, sebagai contoh proses streaming video YouTube melalui telepon pintar.  Selain itu, dia (Erlich, -red) juga mengatakan bahwa hasil koding tersebut berhasil saat diimplementasikan pada DNA dengan kualitas terendah dalam percobaannya.”

Di atas kertas, asumsi ilmiah Erlich sukses dalam perhitungannya. Tulisan Erlich yang diterbitkan oleh jurnal Harvard ini mengundang pertanyaan juga kritik khusus atas visinya. Dan mungkin, kita saat ini cukup bersiap saja untuk menanti realisasi produk dari penelitian ini.

Written by Agus A. Pribadi

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Sosok Razan Al Najjar, Perawat Medis yang Ditembak Mati Israel

Sosok Razan Al Najjar, Perawat Medis yang Ditembak Mati Israel

Dengan Tidak Membalas Komentar, Kamu Sudah Melakukan Satu Langkah untuk Menghindari Perang di Media Sosial

Dengan Tidak Membalas Komentar, Kamu Sudah Melakukan Satu Langkah untuk Menghindari Perang di Media Sosial