Diet Sembarangan Pada Anak Obesitas Sebabkan Pertumbuhannya Terhambat
Sumber gambar: kesehatantubuh-tips.blogspot.com
in

Diet Sembarangan Pada Anak Obesitas Sebabkan Pertumbuhannya Terhambat

UGET UGET – Anak yang membawa riwayat obesitas tentu membuat orang tua khawatir. Terlebih obesitas dapat menjadi pemicu penyakit mematikan seperti, jantung, hipetensi, diabetes, dan sebagainya. Obesitas di usia muda sangatlah disayangkan. Karenanya, kekhawatiran orang tua membuat mereka menekan anak obesitas untuk diet.

Obesitas menjadi potret kehidupan konsumtif dan pola makan yang buruk. Anak yang tinggal di perkotaan lebih rentan terpapar makanan cepat saji yang tidak sehat bagi tubuh. Datanya, menurut Spesialis Gizi Klinik, dr Cindiawaty J. Pudjiadi MARS, MS, SpGK, setidaknya ada satu dari 10 anak di Indonesia mengalami obesitas.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang menerapkan diet sembarangan pada anak. Dalam artian, tanpa mengindahkan aturan diet yang benar. Diet yang baik dilakukan secara sehat, tanpa mengurangi asupan gizi dan vitamin.

Padahal perlu diingat bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan banyak asupan gizi. Namun ujungnya diet malah melukai dan membebani tubuh. Tak hanya itu, diet juga perlu diimbangi dengan olahraga yang teratur agar mencapai hasil yang maksimal.

Tahukah Bun, diet ketat pada anak obesitas berisiko membuat pertumbuhan tingginya berhenti lho. Dilansir kompas.com, dr Cindy melihat ada banyak kasus tinggi badan anak obesitas berhenti tumbuh di usia yang masih muda, yakni 15 tahun.

Lalu diet ketat seperti apa sih yang menghambat pertumbuhan anak? Diet yang menghambat pertumbuhan anak, menurut Cindy adalah diet yang menekan kebutuhan nutrisi anak. Maka Bunda perlu cermat membedakan mana yang akan menimbulkan kalori berlebih dan tumpukan lemak di tubuh.

Sebaiknya asupan nutrisi seperti karbohidrat kompleks yang kaya serat, protein rendah lemak, vitamin, dan mineral jangan dihilangkan untuk anak-anak seusia sekolah. Makanan ini dapat Bunda temui pada susu, sayur, dan buah. Sehingga jangan sampai kebutuhan akan nutrisi itu dikurangi.

Mungkin ada orang tua yang menuduh makanan tertentu sebagai biang obesitas, tanpa tahu pastinya. Sehingga di sini, masalah stunting (cebol) sungguh menjadi keprihatinan. Padahal anak adalah generasi penerus bangsa. Daripada bertindak gegabah, lebih baik konsultasikan asupan gizi pada anak terlebih dulu pada ahli gizi.

Di samping itu, coba ajaklah anak yang berisiko maupun yang sudah obesitas untuk membiasakan berolahraga. Saat ini, anak rentan jarang bergerak sebab sudah disuguhi berbagai teknologi canggih. Aturlah dengan bijak agar anak tidak terlalu sering main handphone.

Dengan begitu, orang tua juga harus cerdas mengalihkan perhatian anak akan makanan agar konsumsinya tidak berlebih.

Sumber gambar: kesehatantubuh-tips.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Tujuh Tanda Kalau Pasangan Kita adalah Pria Hebat

Tujuh Tanda Kalau Pasangan Kita adalah Pria Hebat

Tottenham Hotspur Kalahkan Arsenal, Fans Liverpool Ada yang Ikut Kecewa

Tottenham Hotspur Kalahkan Arsenal, Fans Liverpool Ada yang Ikut Kecewa