Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam 1
Sumber gambar: wisatamelayu.com
in

Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam

UGET UGET – Jika kau masih membayangkan suasana pekuburan yang mencekam dan menyeramkan, hanya dikunjungi ketika berziarah atau mengantar mayat, maka datanglah ke Tana Toraja.

Di Toraja, kau dapati suatu masyarakat yang jauh berbeda. Bahasa sendiri, adat sendiri. Lazimnya adat di Indonesia begitu menghormati prosesi kelahiran dan perkawinan, di Toraja kau akan temukan peristiwa yang berbeda. Toraja akan lebih riuh dengan prosesi kematian dan pemakaman.

Prosesi pemakaman meriah, tak kalah pula kuburannya. Jika selama ini kuburan identik dengan batu nisan atau peti mati, maka di Toraja kau akan temukan kuburan yang unik. Berikut, tiga model pekuburan yang perlu kau kunjungi di Toraja:

1. Kuburan Batu Lemo

Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam 1
Sumber gambar: wisatamelayu.com

Terletak di Desa Lemo, sebuah tebing tinggi dipahat dan dilubangi sebagai pekuburan bagi bangsawan Toraja. Sedikitnya 70 puluh buah lubang batu kuno menempel pada dinding tebing. Telah ada sekitar abad ke-16, setiap satu lubang yang berukuran 3×5 meter diisi oleh satu keluarga.

Selain pekuburan, di dalam lubang itu juga ditempati oleh patung kayu yang disebut Tau-Tau. Patung itu direpresentasikan sebagai orang yang terkubur di dalam lubang tersebut.

2. Kuburan Pohon Kambira

Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam
Sumber gambar: www.arsy.co.id

Terdapat kuburan yang khusus bagi bayi yang meninggal sebelum menginjak usia enam bulan, belum memiliki gigi dan masih menyusui. Bayi-bayi itu dikuburkan di pohon.

Kuburan tersebut berupa pohon berusia ratusan tahun yang menjulang tak begitu tinggi dengan banyak kotak di bagian batangnya dengan ditutupi gumpalan ijuk tertata rapi di setiap kotaknya. Kotak-kotak bertutupkan ijuk tersebut adalah kuburan bayi.

Pohon yang dijadikan kuburan bayi itu adalah pohon taraa. Pohon tersebut dijadikan tempat penguburan bayi dikarenakan memiliki getah banyak. Masyarakat Toraja menganggap getah tersebut sebagai pengganti ASI bagi mayat bayi yang dikuburkan di situ.  Bayi tersebut dianggap kembali ke rahim ibu mereka.

Cara menguburnya, batang pohon taraa dilubangi dengan diameter seukuran bayi kemudian jenazah bayi dimasukkan tanpa diberi helaian kain sama sekali. Lalu ditutuplah dengan tatanan ijuk yang rapi pada lubang tersebut. Menariknya, kuburan bayi tersebut tidak mengeluarkan bau busuk. Hanya ada desiran bau pohon bambu yang ada di sekitar pohon taraa tersebut.

3. Kuburan Goa Londa

Di Toraja, Kuburan Tak Selalu Menyeramkam
Sumber gambar: www.tripadvisor.co.id

Londa merupakan sebuah gua yang penuh dengan tengkorak, peti mayat, serta patung tau-tau yang telah diselipkan di dalamnya. Gua makam Londa ini memeliki kedalaman hingga 100 meter yang juga dipenuhi dengan stalagtit dan stalagmit. Beberapa bagian dari gua ini juga ada yang hanya punya tinggi sekitar 1 meter saja.

Meski banyak mayat di dalamnya, gua ini terasa lebih hidup dan meriah. Sebab,bukan hanya tengkorak, juga pakaian peninggalan mayat ditaruh di samping peti.

Namun perlu diingat, jangan pernah memindahkan properti yang ada di dalamnya, baik memindahkan tengkorak atau baju-bajunya.

Nah, tiga destinasi pekuburan di Toraja itu, semoga membuatmu tidak lagi memandang kuburan begitu suram dan seram, tetapi punya nilai budaya dan wisata yang kuat, tergantung pengelolaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cara Aman Tidur Tengkurap untuk Bayi

Cara Aman Tidur Tengkurap untuk Bayi

Wadi Hanifa, Lembah Indah di Kota Riyadh

Wadi Hanifa, Lembah Indah di Kota Riyadh