Di Balik Nama Indah Badai, Waspada Musim Hujan Dan Badai
Sumber gambar: boombastis.com
in

Di Balik Nama Indah Badai, Waspada Musim Hujan Dan Badai

UGETUGETApabila kita telusuri satu per satu nama-nama badai yang menyapu bumi sangatlah bagus-bagus. Seperti nama-nama putri dalam dongeng saja.

Ada Katrina, Ophelia, dan Emiliy. Eits, tapi jangan salah sangka, ya. Di balik nama indah itu semua, ada hal yang mengerikan dan disembunyikan oleh alam.

Musim Badai Atlantik

Belakangan-belakangan ini kawasan Samudra Atlantik, terutama daerah Amerika Serikat, sedang diterpa badai topan. Setelah badai Dennis yang dahsyat menyerang Kuba pada awal bulan Juli, badai Katrina juga menghantam New Orleans di akhir Agustus.

Tak lama kemudian, badai Ophelia menyerbu Karolina Utara pada pertengahan September yang lalu. Saat itu penduduk Lousinana sedang membenahi kota mereka akibat badai Rita.

Sungguh, musim badai di Samudra Atlantik biasanya berlangsung antara tanggal 1 Juni hingga 30 November. Paling banyak badai terjadi di bulan Agustus, September, dan Oktober.

Detik-detik Sebelum Badai Katrina Terjadi
Sumber gambar: dream.co.id

Badai topan dalam bahasa Inggris disebut hurricane. Tahukan teman-teman dari mana asal kata itu? Hurricane diambil dari nama dewa Huracan, yaitu dewa angin besar yang dihormati oleh bangsa Maya dari Amerika Tengah.

Nama, Mempermudah Komunikasi

Badai diberi nama untuk mempermudah para pengamat cuaca berkomunikasi dengan masyarakat. Coba bayangkan jika terjadi dua badai bersamaan di tempat berbeda. Atau kalau kita sedang membicarakan badai-badai dahsyat yang pernah terjadi. Dengan memberi nama, kita akan lebih mudah membahasnya.

Zaman Perang Dunia II, para meteorolog memberi nama badai dengan nama perempuan. Katanya sih, nama itu diambil dari nama istri mereka. Barulah tahun 1979, National Weather Service (NWS) di Amerika Serikat memberi nama dengan menggabungkan nama laki-laki dan perempuan.

Saat ini nama-nama itu diperbarui lagi oleh World Meteorological Organization atau Badan Meteorologi Dunia.

Foto Udara Badai Ophelia
Sumber gambar: internasional.kompas.com

Mereka menggunakan nama yang singkat dan berbeda sehingga mudah diingat. Huruf depan nama-nama itu pun berurutan, misalnya Ariene-Bret-Cindy. Nama itu akan berulang kembali setiap enam tahun.

Kalau badai di Samudera Atlantik diberi nama, bagaimana dengan tempat lain. Ternyata badai di tempat lain pun diberi nama beda, lo!

Di daerah Samudra Pasifik masing-masing negara menyumbangkan nama. Misalnya, Cina menyumbangkan nama Longwang, Malaysia menyumbangkan nama Jelawat.

Di Australia namanya lain lagi. Ada juga beberapa negara yang memberikan nama sendiri untuk badai yang menerpa negaranya, seperti Filipina, Jepang, dan Papua Nugini. Indonesia juga punya nama sendiri, lo! Teman-teman ingat kan dengan angin gending dan angin bahorok?

Nama-Nama yang Istirahat

Nama-nama itu bisa istirahat selamanya alias berhenti. Lucu ya. Nama-nama yang indah itu tak akan dipakai lagi kalau badai yang terjadi menjadi bencana yang dahsyat dan memakan banyak korban.

Penghentian mama itu tentu tidak asal-asalan. WMO akan mengadakan rapat khusus untuk menentukan apakah sebuah nama badai akan dipensiunkan. Kalau sudah tidak dipakai lagi, nama itu akan digantikan oleh nama yang lain. Selama ini, cukup banyak nama badai yang sudah tidak dipakai lagi.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Kebiasaan yang Butuh Diterapkan Untuk Kaya, Mau Kan?

Kebiasaan yang Butuh Diterapkan Untuk Kaya, Mau Kan?

Cara Mengatasi Asam Lambung yang Berlebih, Tubuh Kembali Sehat

Cara Mengatasi Asam Lambung yang Berlebih, Tubuh Kembali Sehat