Azwar dan Manda Dua Sosok Optimistis di Balik Kesuksesan Paperplane Bookstore
Sumber gambar: krazyazngamer.wordpress.com
in

Azwar dan Manda: Dua Sosok Optimistis di Balik Kesuksesan Paperplane Bookstore

UGET UGET – Merintis usaha baru kadang menjadi momok bagi sebagian orang, tapi tidak bagi Azwar dan Manda. Adalah Paperplane Bookstore, sebuah toko buku di Jogja yang mereka rintis bersama. Dua sosok optimistis itu dengan berani menghadapinya.

Untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis tentu tidak dilakukan secara instan. Begitupun dengan apa yang dilakukan oleh Azwar dan Manda. Mereka dengan sabar merintis bisnis tersebut dari awal. Berani menghadapi tantangan dan resiko adalah hal mutlak yang harus mereka lakukan.

Dalam sebuah perbincangan singkat dengan Azwar dan Manda, mereka menceritakan berbagai tantangan yang telah mereka hadapi selama merintis usaha Paperplane Bookstore ini.

Pada awal usaha tersebut dirintis, tantangan pertama yang dirasakan oleh Azwar adalah modal yang bisa dibilang sedikit. Alumni mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY itu mengaku bahwa dalam memulai usaha toko buku tersebut dia dan Manda benar-benar berangkat dari nol.

Selain modal materi, Azwar juga menyebutkan bahwa saat itu modal link-nya juga masih sedikit. Hal ini disebabkan karena mereka awalnya belum mengetahui tentang persoalan jual beli buku.

Namun hal tersebut tidak lantas membuat mereka gentar dan takut untuk memulai usaha itu. Justru dari situlah mereka dapat belajar dan berusaha untuk tahu dan menjadi lebih baik.

Berawal dari seorang teman yang mengenalkan dengan satu penerbit, hingga memperluas jaringan ke penerbit lain, sekarang ini mereka sudah berhasil bekerja sama dengan sekitar lima puluh penerbit di Indonesia. Suatu capaian membanggakan sebagai bukti hasil kerja keras dan usaha mereka.

Selanjutnya, terdapat pula hal lain yang sering menjadi tantangan bagi mereka berdua adalah dalam hal stok buku. Azwar dan Manda harus pandai-pandai dalam memperkirakan suatu buku laris atau tidak. Jika sampai salah menyetok suatu buku dengan jumlah yang banyak dan ternyata buku tersebut sulit untuk dijual, hal tersebut dapat menghambat perputaran modal mereka.

Namun, saat ini mereka sudah memiliki cara cerdas untuk mengatasinya. Mereka bekerja sama dengan beberapa penerbit untuk menjual buku dengan sistem konsinyasi.

Dengan kata lain, mereka dapat mengambil beberapa buku terlebih dahulu dari penerbit, baru nanti dibayar sejumlah buku yang laku terjual, sedangkan buku yang belum sempat terjual dapat dikembalikan. Tentu hal ini akan lebih aman dan menguntungkan.

Tantangan lain yang bisa dibilang paling berat adalah tantangan untuk selalu bisa menstabilkan semangat. Hal ini wajar karena dalam menjalani usaha ini, mereka praktis melakukan aktivitas yang sama.

Mengusir rasa bosan adalah harga mati untuk tetap memastikan usaha mereka berjalan dengan lancar. “Bagaimana pun caranya kita harus berkomitmen untuk tetap memperjuangkan ini (usaha Paperplane Bookstore)”, ungkap Manda, “Tetap semangat dan jangan sampai bosan,” lanjutnya.

Dari cara mereka menghadapi tantangan-tantangan tersebut, dapat kita lihat dengan jelas bahwa mereka berdua adalah sosok-sosok yang optimistis dalam menghadapi sesuatu. Tantangan mereka jadikan sesuatu yang dapat memicu semangat, bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang harus diatasi.

Selain optimistis, mereka juga merupakan sosok yang ramah kepada siapapun. Hal ini penting dalam membangun suatu usaha. Keramahan itulah yang mampu mengantarkan mereka untuk dapat memiliki banyak teman dan jaringan bisnis.

Ada hal lain yang cukup menjadi kunci kesuksesan Azwar dan Manda dalam menjalankan usaha Paperplane Bookstore ini yaitu keseriusan dan kefokusan mereka.

Menjalani usaha tanpa keseriusan hasilnya akan setengah-setengah, atau bahkan nothing. Untuk itu, keseriusan itu sangat diperlukan. Apalagi, usaha toko buku ini bukanlah usaha main-main.

Bagi Azwar dan Manda, mendedikasikan waktu mereka untuk usaha mereka sudah sepatutnya dilakukan. Azwar yang dulunya sempat menjadi pengajar memutuskan untuk keluar dan fokus pada usahanya tersebut.

Begitupun dengan Manda, yang memutuskan untuk berhenti mengajar di beberapa instansi dan hanya memilih untuk menjadi pengajar di waktu sore hari saja, demi mengurus toko buku mereka. Sungguh sebuah totalitas dalam berusaha.

Tak lupa, mereka juga memberikan tips untuk para generasi muda agar berani merintis usaha. Bagi Azwar, hal terpenting yang harus dilakukan adalah branding. Bagaimana cara kita membuat produk atau brand kita naik.

Salah satunya dengan inovasi-inovasi dalam usaha kita. Seperti yang dilakukan paperplane yang memiliki ciri khas berjualan buku dengan model gadis-gadis cantik, mengadakan give away setiap sebulan sekali, dan juga diskusi-diskusi. Intinya, buat sesuatu yang menarik agar produkmu dikenal banyak orang.

Selain inovasi, Azwar juga menyarankan kita untuk tidak takut dalam memulai usaha. Biasanya orang-orang takut dengan omongan orang lain. Bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu, bagaimana juga bila jadi omongan.

“Jangan takut. Kalau hanya kebanyakan berpikir bagaimana dan bagaimana begitu, nanti usahanya tidak jalan-jalan,” kata Azwar. “Menurutku sebenarnya ada banyak peluang, tinggal tergantung pada bagaimana kita memanfaatkannya,” tutupnya.

Sumber gambar: krazyazngamer.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Derita Orang dengan Phobia Kucing

Derita Orang dengan Phobia Kucing

Enaknya Punya Sahabat Terbaik Laki-Laki

Enaknya Punya Sahabat Terbaik Laki-Laki