Derita Orang dengan Phobia Kucing
Sumber gambar: id.pinterest.com
in

Derita Orang dengan Phobia Kucing

UGET UGET – Kucing untuk sebagian orang yang menyukainya adalah hewan yang lucu. Tingkahnya begitu menggemaskan sehingga banyak orang yang rela menyisihkan isi dompetnya untuk merawat dan memelihara kucing. Namun hal ini justru dianggap konyol bagi mereka yang memunyai phobia terhadap kucing, ya, phobia kucing.

Dalam dunia medis, phobia kucing dikenal dengan sebutan ailurophobia, yakni salah satu tipe gangguan spesifik phobia yang ditandai dengan adanya ketakutan irasional (irrational thinking) dan berlebihan (unproportional) terhadap kucing.

Saya menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang juga memiliki phobia pada hewan satu ini. Kucing menjadi hewan yang menggelikan dan mengerikan bagi saya. Kengerian terhadap kucing bisa muncul karena trauma, atau kengerian tak beralasan yang ditimbulkan misal dari bulu, cakaran, ataupun tingkah kucing.

Orang dengan phobia ini akan menghindari kucing dalam kesehariannya. Dia tidak akan bisa berada dekat atau bahkan menyentuh kucing. Kucing dianggap sebagai hewan yang mengancam ketenangan hidupnya. Bahkan saking takutnya, saya hampir selalu menahan napas apabila hewan tersebut berada dekat dengan saya. Entah mengapa bulu kucing menjadi bayang-bayang mengerikan yang tertanam kuat dalam alam bawah sadar saya.

Orang lain mungkin akan menilai respon saya terhadap kucing sangatlah berlebihan. Orang terheran-heran dengan tingkah aneh saya ketika hewan yang dibilang lucu ini mendekati saya. Nah justru sebaliknya, saya lebih heran bagaimana bisa orang menyentuh, membelai, memeluk, bahkan memelihara dan hidup bersama kucing dengan penuh kasih sayang. Saya tak bisa mentolerir hal semacam itu. Bahkan tak pernah bisa saya bayangkan. Hidup bersama kucing sepertinya akan membuat saya frustasi berat.

Untuk mereka yang mengidap phobia ini, hadirnya kucing mungkin sama menyeramkannya dengan bayang-bayang api neraka yang selama ini banyak diceritakan. Setiap kali bersentuhan dengan kucing secara tidak sengaja, bulu kuduk saya akan langsung berdiri, jantung berdebar, bahkan terkadang sampai gemetar dan muncul keringat dingin. Parahnya, dalam situasi di mana kucing benar-benar berada tanpa jarak sejengkal pun, saya akan menjerit sejadi-jadinya.

Biasanya reaksi tersebut akan lebih parah untuk kucing dengan pergerakan yang hiperaktif. Rasa was-was akan terus berkecamuk dalam hati. Bahkan tak hanya melindungi diri saya sendiri, saya pun melindungi setiap barang pribadi saya sebisa mungkin agar tak tersentuh kucing. Ketika kucing mulai mendekati baik barang maupun diri saya, saya akan langsung mengelapnya dengan apapun yang bisa mengurangi kegelian saya akan bulu kucing yang mungkin masih menempel. Atau kadang saya akan membasuhnya dengan air.

Hidup dalam ketakutan memang tak pernah menyenangkan. Mungkin sebagian besar orang dengan phobia ini ingin sekali menyembuhkan rasa takutnya. Sekadar berbagi cerita, saya sempat memberanikan diri untuk memegang kucing. Kebetulan kucingnya berjenis persia yang terkenal dengan sebutan kucing malas. Dia tidak banyak bergerak, sepertinya cocok untuk dijadikan terapi penyembuhan ailurophobia ini.

Coba saja untuk mulai berada dekat dengan kucing. Atau coba untuk menyentuhnya, meskipun dengan perantara tertentu, seperti kain, selimut, atau benda lain. Kalian juga bisa mencoba dengan memasukkan sugesti positif terhadap dirimu mengenai kucing.

Saya percaya ketakutan timbul atas pengalaman buruk mengenai sesuatu di masa lalu. Wajar untuk memiliki rasa takut. Sebab manusia memang diciptakan dengan rasa takut. Namun biar bagaimana pun, kalian harus bisa mencoba hidup berdampingan baik itu dengan flora maupun fauna apapun.

Sumber gambar: id.pinterest.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Makanan Khas Bantul Mie Des, Buka Peluang Bisnis Anak Muda

Makanan Khas Bantul Mie Des, Buka Peluang Bisnis Anak Muda

Azwar dan Manda Dua Sosok Optimistis di Balik Kesuksesan Paperplane Bookstore

Azwar dan Manda: Dua Sosok Optimistis di Balik Kesuksesan Paperplane Bookstore