100 Wonderful Events Indonesia: Upaya Pemerintah Menarik Wisatawan Manca
Sumber gambar: Pikiran Rakyat
in

Dendang Spiritualitas di Aceh International Rapa’i Festival

UGET-UGET | Sekitar abad 11, seorang ulama asal Baghdad bernama Syekh Rapa’i (ada yang menyebutnya Syekh Rafai) datang ke Aceh membawa alat musik. Kala itu, ia memainkannya di ibu kota Kerajaan Aceh, Banda Khalifak (sekarang Gampong Pandee). Dan menurut syair yang dinyanyikan pengiring irama Ripai, alat musik ini ciptaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama sufi besar asal Persia.

Alat musik itu dimainkan dengan cara ditepuk menggunakan tangan. Irama yang dihasilkannya, bersamaan dengan alat musik Serune Kalee (alat musik tiup khas Aceh), kerap dimainkan untuk memeriahkan hari raya umat Islam, seperti: peringatan malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan masih banyak lainnya.

Seiring waktu berlalu, masyarakat pun menggunakan alat musik ini untuk memeriahkan berbagai acara di kampung. Upacara perkawinan, khitan, slametan dan syukuran. Dan kini, alat musik tersebut dikenal sebagai Ripai dan diakui sebagai salah satu alat musik khas yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam.

100 Wonderful Events Indonesia: Upaya Pemerintah Menarik Wisatawan Manca
Sumber gambar: Pikiran Rakyat

Permainan ripa’i dapat terdengar hingga jarak yang sangat jauh, efek dari gema yang dipantulkannya. Tanpa mikrofon, suaranya dapat terdengar hingga jarak 5-10 km. Maka, suara dari alat musik ini sering menjadi penanda akan adanya acara di sebuah daerah dan menjadi penarik bagi masyarakat untuk mendatangi acara tersebut.

Pada tahun 2016 lalu, Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menggelar untuk pertama kalinya acara yang mengangkat alat musik Rapai bertajuk Aceh International Ripai Festival. Peluncuran acara ini sendiri diadakan di Jakarta, dihadiri oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Acara tahunan ini hingga kini sudah diselenggarakan sebanyak tiga kali. Dan pada tahun 2018 ini, Aceh International Rapa’i Festival diselenggarakan pada tanggal 12-15 Juli esok.

Aceh International Rapa’i Festival 2018 akan diselenggarakan di Kota Lhoksumawe, Provinsi Aceh.  Acara ini merupakan acara yang ketiga kali diselenggarakan sejak tahun 2016 yang lalu dengan maksud  untuk meramaikan Aceh sebagai tujuan wisata halal dunia.

Keseluruhan acara pertunjukan selama 4 hari akan dimainkan dengan serius dan penuh semangat sehingga penonton akan terpesona dan tergabung dalam musik. Di Aceh, pertunjukan malam berlangsung dari pukul 20.00 WIB setelah sholat isya, sehingga setiap orang bisa menikmati pertunjukan.

Jika Anda berminat datang, tak perlu khawatir bahwa acara hanya monoton mempertunjukkan satu alat musik saja. Dengan mengundang beberapa negara sahabat yang memiliki peralatan musik tradisional, International Rapa’i Festival akan menjadi acara yang menarik dalam mempromosikan Aceh melalui musik tradisi.

Biru Samudra

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Untukmu Mahasiswa Pejuang Skripsi, Berikut Beberapa Alasan yang Menuntutmu Agar Segera Lulus

Untukmu Mahasiswa Pejuang Skripsi, Berikut Beberapa Alasan yang Menuntutmu Agar Segera Lulus

Aloe Vera Menjadi Produk Skin Care yang Sedang Digandrungi Wanita Saat Ini

Aloe Vera Menjadi Produk Skin Care yang Sedang Digandrungi Wanita Saat Ini