Cuaca Tidak Bersahabat Kita Harus Bagaimana
Sumber gambar: solotrust.com
in

Cuaca Tidak Bersahabat: Kita Harus Bagaimana?

UGET UGET – Manusia masa kini semakin sering dihadapkan dengan cuaca tidak bersahabat. Banyak yang beranggapan bahwa alam sudah mulai marah karena terlalu sering diusik. Hal ini pada akhirnya mengganggu aktivitas manusia di dunia. Termasuk membahayakan pula kelangsungan hidupnya.

Kita saksikan bencana hadir di mana-mana. Himbauan siaga cuaca tidak bersahabat juga semakin sering didengar. Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia belum lama datang, kali ini BMKG kembali memberi himbauan. Beberapa hari yang lalu, BMKG kembali mengluarkan himbauan untuk warga Indonesia mengenai potensi hujan lebat yang disertai dengan kilat/petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia mulai tanggal 18-22 Januari 2018. Sebuah bukti bahwa kini cuaca tidak bersahabat sudah sering membersamai kita.

Kita tentu tahu yang bisa dilakukan adalah berhati-hati dalam segala kondisi. Pun untuk waspada bila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama di daerah-daerah rawan bencana seperti tanah longsor dan banjir. Tidak lupa, kita juga harus tetap berhati-hati saat bepergian.

Selain itu, cuaca tidak bersahabat akan membuat kita rawan terserang penyakit. Misalnya saja masuk angin, flu, atau mungkin batuk. Penyakit yang banyak disepelekan tapi nyatanya tetap mengganggu aktivitas, ‘kan? Untuk itu, tidak ada salahnya untuk menjaga kekebalan tubuh kita agar selalu fit dan tidak mudah terserang penyakit.

Alam yang sering menunjukkan kemarahnya ini juga harus kita tanggapi secara positif. Dalam artian kita ambil pelajarannya untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan. Bagaimanapun, hanya kepada-Nya kita berlindung dan memohon perlindungan. Jadi, jangan sampai kita merasa sangat tangguh hingga ingkar dan lupa memohon perlindungan kepada Sang Maha Tangguh.

Cuaca yang sering tidak bersahabat juga harus menyadarkan kita untuk bisa berbuat kebaikan dan menghasilkan sesuatu di dunia. Kita sadar bahwa apapun dapat terjadi, dan kita bisa saja pergi kapan pun itu. Ini bukan sebuah pemikiran pesimis, tapi justru sebuah semangat untuk dapat menjadi pribadi yang berguna di dunia. Jadi, sebelum terlambat, ambil langkah cepat untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Jangan buang-buang waktu, karena bisa jadi waktu kita sudah tidak banyak lagi. Pastikan Tuhan tidak menyesal sudah memberimu kesempatan hidup di dunia ini.

Sumber gambar: solotrust.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mana Klub yang Pantas Jadi Tempat Berlabuh Ronaldo “Seandainya” Meninggalkan Real Madrid

Mana Klub yang Pantas Jadi Tempat Berlabuh Ronaldo “Seandainya” Meninggalkan Real Madrid?

Minuman Dingin Tidak Bikin Gendut Kok, Ini Faktanya

Minuman Dingin Tidak Bikin Gendut Kok, Ini Faktanya