Cuaca Ekstrim di DIY Akibat Badai Cempaka, Kali Pertama Rendam Kawasan Anti Banjir
sumber gambar: tirto.id
in

Cuaca Ekstrim di DIY Akibat Badai Cempaka, Kali Pertama Rendam Kawasan Anti Banjir

UGET UGET – Cuaca ekstrim di DIY akibat siklon tropis cempaka mengakibatkan hampir seluruh wilayah dilanda banjir dan angin kencang. Di berbagai daerah seperti daerah Bantul mengalami banjir dan tanah longsor.

Cuaca ekstrim di DIY ini mengakibatkan pohon-pohon tumbang di Kepatihan dan ringroad selatan. Jembatan Nambangan ambruk dan jembatan Kretek banjir. Jalan arah Wonosari jembatan bunder ditutup karena sungai meluap.

Jalan cino mati sedikit ada longsor. Beberapa titik di daerah kampus ISI mengalami banjir.

Bahkan, beberapa daerah yang sebelumnya belum pernah terkena banjir, hari ini terkena dampaknya. Seperti yang terjadi di daerah Potorono khususnya di kampung Kranginan.

Di kampung Kranginan baru kali pertama mengalami banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. Banjir ini mengakibatkan beberapa rumah terendam, sehingga beberapa warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dua rumah yang terendam banjir adalah milik Bapak Sarjono dan Ibu Susi. Dua keluarga tersebut akhirnya mengungsi dengan membawa beberapa peralatan rumah yang masih bisa diselamatkan.

Ini kali pertama juga bagi Bapak Sarjono dan Ibu Susi rumahnya terendam banjir. Sebelumnya tak pernah sampai seperti ini.

Dan ini kali pertama juga saya rasakan cuaca ekstrim yang terjadi di daerah sini. Hujan deras mengguyur sejak kemarin pagi dan beberapa hari sebelumnya. Seakan tidak pernah mau berhenti. Disusul dengan angin kencang. Hingga akhirnya mengakibatkan banjir.

Lebih parahnya, aliran listrik di malam hari padam dengan kondisi hujan lebat disertai angin terus mengguyur. Bisa dibayangkan betapa mengerikan cuaca yang melanda wilayah ini.

Menurut BMKG DIY cuaca ekstrem ini disebabkan adanya siklon tropis cempaka atau badai cempaka. Badai ini terbentuk dari bibit siklon yang ada di perairan selatan Jawa.

Menurut tribunnews.com yang dilansir dari BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, badai ini mengakibatkan area belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan. Akibatnya, wilayah DIY seperti Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Kulonprogo mengalami hujan lebat dan angin kencang.

BMKG memperkirakan badai ini terjadi dua hingga tiga hari ke depan. Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap cuaca seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Festival Film Jepang Akan Segera Digelar di Yogyakarta

Festival Film Jepang Akan Segera Digelar di Yogyakarta

Cara yang bisa kalian lakukan ketika terjadi hujan lebat dan angin kencang

Cara yang bisa kalian lakukan ketika terjadi hujan lebat dan angin kencang