Kejamnya Jurus Coba-coba Saat Mencari Pasangan
Sumber gambar: dunia.tempo.co
in

Kejamnya Jurus Coba-coba Saat Mencari Pasangan

UGET UGET – Kita paham, setiap orang yang sedang mencari pasangan pasti tentu menginginkan yang terbaik. Tapi, apakah hal itu cukup menjadi alasan untuk coba-coba?

Cukup sadis memang, ketika seseorang mendekati orang lain hanya dengan niatan mencoba apakah orang itu baik untuk dia, atau sebaliknya. Tentu hal ini berbeda dengan kegagalan sepasang kekasih yang dulunya sama-sama cinta, namun terpisah karena sesuatu. Yang murni bahaya di sini adalah niatan sebelah pihak yang hanya ingin mencoba-coba.

Sepihak itu bisa saja yang perempuan atau yang laki-lakinya. Yang jelas, salah satu hanya jadi korban. Dengan alasan menginginkan yang terbaik, bukan berarti kita seenaknya bisa pilih-pilih seperti itu. Memilih kalau sebelum ada hubungan tidak masalah, tapi akan menjadi sangat menyakitkan kalau “pilih-pilih” itu dilakukan sambil menjalin hubungan.

Dengan alasan apapun, hubungan tidak selayaknya didasarkan pada percobaan. Apalagi jika sudah melibatkan hati. Mungkin satu pihak akan puas dengan hasil percobaannya, tapi pihak lain bisa juga merasa tersakiti.

Jika kita menginginkan yang terbaik, bukan mencoba solusinya. Tapi mencari tahu dengan mengamati. Jangan libatkan hati dulu, karena percobaanmu yang gagal sudah pasti akan menghadirkan rasa sakit dan kekecewaan.

Jika niatan kita hanya mencoba, tidak akan pernah kita mudah menemukannya. Kita pun tidak akan merasa cukup dengan apa yang sudah kita dapatkan. Yang ada hanya terus coba-coba.

Mencari pasangan adalah bagaimana kita bisa menemukan dan menerima kelebihan sekaligus kekurangan orang lain. Kelebihan yang bisa melengkapi kita, dan kekurangan yang bisa kita leengkapi. Jika percobaan itu dilakukan untuk memperoleh yang paling sempurna, maka percobaan itu tidak akan selesai-selesai.

Kita terus akan merasa kurang, dan berharap ada orang yang sanggup memenuhi segalanya. Atau bahkan kita berpikir untuk menggabungkan sikap baik satu orang, dengan sikap baik orang lainnya. Hingga pada akhirnya menjadi perpaduan komplit yang sempura seperti yang kita inginkan. Sayangnya kita tidak boleh dan tidak bisa begitu.

Setiap orang memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Dan mereka tidak layak untuk dijadikan bahan percobaan. Selektif dalah mencari pasangan memang perlu, tapi itu berlaku sebelum kita memutuskan untuk menjalin hubungan. Sebelum kita melibatkan perkara hati.

Ketika sudah memutuskan untuk masuk ke dalam ikatan yang lebih serius, maka buktikan kita memiliki komitmen untuk itu. Kedewasaan pun diperlukan. Bukan sekadar petualangan atau coba-coba yang tak berlandaskan keseriusan dan cinta.

Sumber gambar: dunia.tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Demam Film Dilan 1990 di Indonesia Quotes-nya Merajalela

Demam Film Dilan 1990 di Indonesia: Quote-nya Merajalela

Andre Silva Perlu Berguru Pada Nikola Kalinic untuk Bisa “Dipercaya”

Andre Silva Perlu Berguru Pada Nikola Kalinic untuk Bisa “Dipercaya”