Mama Muda

Cita-Cita Masa Kecil Tak Selaras Kala Anak Tumbuh Dewasa, Ini Sebabnya

UGET UGET – Cita-cita adalah harapan masa depan yang harus dieksplor sejak kecil. Biasanya anak kecil akan dikenalkan dengan berbagai macam profesi. Dan menjadi sebuah keharusan bagi orang tua untuk menggiring anak menemukan impian besarnya. Namun sering kali, cita-cita masa kecil tak selaras kala anak tumbuh dewasa. Apa ya sebabnya?

Apa kamu salah satu di antaranya yang tidak bisa mewujudkan cita-cita masa kecilmu? Kamu tidak sendirian kok. Bahkan kamu masuk dalam mayoritas, karena sebesar 92% orang dewasa tidak mampu mewujudkan ambisi masa kecilnya. Sehingga dapat dikatakan yang berhasil mewujudkan hanyalah sisanya.

Sisanya hanya 6% orang dewasa yang bisa mewujudkan cita-cita masa kecilnya, sedangkan 2% orang dewasa lagi yang hampir mendekati cita-cita masa kecilnya. Fakta ini dihasilkan sendiri oleh sebuah studi yang dilakukan sebuah perusahaan agensi kreatif di Jakarta, Flock.

Lalu apa sebabnya? Dilansir viva.co.id, menurut CCO Flock, Leonard Wiguna, ini disebabkan karena sikap menunda-nunda dan keraguan diri atau yang secara ilmiah disebut Impostor Syndrome.

Keraguan inilah yang membuat seseorang merasa tidak yakin akan potensinya. Atau setidaknya berusaha mengasah potensinya itu. Orang terlalu fokus pada keterbatasan dan kelemahan diri sehingga akhirnya dia mudah goyah.

Karena merasa potensinya tidak penuh, orang cenderung mencari potensi lain yang jauh lebih memungkinkan dibanding memperkuat potensinya. Padahal ini akan sangat percuma. Ibaratnya, maju dua langkah, mundur selangkah.

Apa yang sudah kamu pilih harusnya terus kamu tekuni. Jangan menjalaninya setengah-setengah. Terkadang kita membuat diri kita sendiri minder melihat orang lain yang jauh lebih keren. Padahal kita tidak tahu bagaimana perjuangannya. Bahwasannya proses belajar tak akan pernah berhenti.

Dari yang awalnya hanya cita-cita, hingga bisa terwujud pun orang masih harus belajar untuk tetap bertahan dan berkembang. Sehingga kuncinya adalah yakin dan konsisten. Pun, tak ada alasan untuk menyerah sebelum berperang.

Terkadang orang juga memutuskan menunda pencapaian cita-cita. Entah karena malas, entah karena masih ingin bermain-main, dan sebagainya. Ini juga menjadi salah satu hambatan realisasi cita-cita.

Biasanya orang menganggap cita-cita adalah kehidupan yang serius. Kita harus benar-benar siap untuk banting tulang. Sehingga banyak orang memilih untuk “menikmati prosesnya”, salah satunya dengan menunda. Menunda belajar, menunda berlatih, menunda berelasi, dan sebagainya.

Sebenarnya tidak ada yang pernah tahu tentang masa depan. Kita tidak akan pernah tahu takdir yang digariskan Tuhan. Namun tidak ada salahnya menanyakan dan mengupayakan cita-cita anak. Agar tak terjadi inkonsistensi cita-cita, bakat anak harus terus diasah.

Setidaknya sepak terjangnya selama ini bisa menjadi bekal berharga saat seseorang menggeluti cita-citanya. Dia akan jauh lebih matang, karena proses belajar dan latihannya juga panjang.

Sumber gambar: www.kompasiana.com

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi