Update

Ciri Generasi Milenial: Gemar Menonton

UGETUGET — Apa sebenarnya ciri generasi milenial sehingga perlu diberi istilah tersendiri dengan “generasi milenial” itu?

Ciri yang tampak sangat jelas adalah bahwa mereka yang termasuk golongan ini sangat gemar menonton. Menonton apa saja, tetapi generasi milenial sepertinya sudah sangat lekat dengan YouTube.

Di era digital ini, YouTube adalah salah satu web wajib untuk menonton video-video yang diunggah oleh YouTuber (penggiat YouTube). Ada yang mengunggah video tentang musik, film, ceramah, bahkan review dari beberapa produk kapital modern abad ini, yaitu gadget dan games.

Apabila dilihat dari segi umur, banyak YouTuber yang terbilang masih pemuda (karena menurut Dinas Pemuda dan Olahraga, yang dikatakan pemuda ialah orang berusia 18-35 tahun). Sehingga, bisa dikatakan bahwa YouTuber lahir tahun 1980 ke atas.

Tapi, kemungkinan besar patokan usia itu lebih rendah lagi, menjadi sekitar 12-25 tahun. Pasalnya, pengguna internet semakin banyak, harga perangkat mobile dengan spesifikasi yang cukup untuk sekadar menonton video di YouTube semakin terjangkau, dan mengakses internet semakin mudah.

Ciri generasi milenial sebagai generasi penonton ini cukup menarik untuk ditimbang.

Menjadi penonton berarti menjadi pemakai, atau lebih tepatnya menjadi konsumen suatu produk. Tidak masalah, tentu, selama proporsinya tepat. Tapi, menjadi masalah jika proporsinya tidak berimbang.

Jika waktu dan sumber daya lain seorang milenial sebagian besar dihabiskan hanya untuk menonton, tanpa tindak lanjut yang bersifat konstruktif, maka berarti sudah tidak sehat. Dia tidak ikut andil dalam proses produksi dalam sistem kapitalisme lanjut seperti saat ini.

Setiap generasi sebenarnya punya fase gemar menonton itu. Tapi, pada generasi terdahulu, misalnya generasi Baby Boomer (lahir ’50-70-an), fase itu tidak berhenti, melainkan dilanjutkan dengan melahirkan gagasan-gagasan baru yang revolusioner.

Misalnya, generasi Baby Boomer menciptakan berbagai teknologi yang mengelilingi kita saat ini: internet, teknik pembangunan jalan, teknologi komunikasi, dan lain-lain. Bisa dikatakan, mereka memang melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), tapi jangka waktunya tidak selama ATM yang dilakukan oleh generasi milenial.

Ciri generasi milenial yang suka menonton berlama-lama itu tentu menimbulkan masalah tersendiri, terutama pada proses kreatif mereka dalam lingkungan yang konsumtif. Tantangannya adalah: apakah generasi milenial bisa turut andil dalam lingkungan yang konsumtif itu?

Sumber gambar: HufftingtonPost

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi