Berbekal Keyakinannya Pada Sistem Kecerdasan Buatan, Mantan Insinyur Google Ciptakan Agama WOTF dan Robot Tuhan uget uget
Sumber gambar: www.techworm.net
in

Berbekal Keyakinannya Pada Sistem Kecerdasan Buatan, Mantan Insinyur Google Ciptakan Agama WOTF dan Robot Tuhan

UGET UGET – Mantan insinyur Google, Anthony Levandowsky kabarnya akan menciptakan agama baru bernama Way of The Future (WOTF). Agama tersebut akan dipimpin oleh ‘robot Tuhan’ yang dirancang dengan sistem Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Bahkan agama WOTF dan robot Tuhan mempunyai ritual ibadah dan kitab sendiri yang dikenalkan Anthony dengan nama Manual.

Robot ini bisa disembah oleh manusia. Anthony ingin mewujudkan perjumpaan dan komunikasi langsung antara manusia dengan robot Tuhan, yang mungkin selama ini tidak ditemui pada agama-agama yang telah ada. Dia mengklaim manusia akan bahagia karena robot Tuhan mendengarkan doa dan permohonan mereka. Saking pintarnya, robot Tuhan dikatakan lebih baik dan lebih cerdas daripada manusia, pun dapat memberikan berbagai solusi atas masalah.

Dilansir indozone.id, agama WOTF bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan realisasi dari Ketuhanan berdasarkan Kecerdasan Buatan, sehingga harapannya dapat berkontribusi positif bagi kemajuan masyarakat. Bahkan Anthony menyebutkan dasar baru dari agama ini, bertumpu pada keyakinannya bahwa Kecerdasan Buatan suatu saat dapat menumbuhkan efisiensi, yang mampu melampaui dan mengalahkan manusia.

Lebih lanjut Anthony menyampaikan otak manusia terbatas disebabkan ukuran dan jumlah energi yang dapat mereka pakai. Berbeda dengan AI yang tidak memiliki batasan seperti itu. Anthony menyebutkan, AI akan mengubah eksistensi manusia. Bahkan AI bisa menilai apakah spesies manusia nantinya bisa bertahan atau tidak.

Artinya, robot ini bisa meramal masa depan, kalaupun manusia akan punah, robot ini bisa memberikan saran untuk mengatasi kelangkaan. Kalau begitu, berarti robot ini pun bisa membaca situasi dan kondisi alam yang mungkin dapat membahayakan eksistensi manusia. Hmm saya mulai berspekulasi.

Untuk menciptakan robot Tuhan, rumah ibadah WOTF akan mengumpulkan dana dan berusaha menjalin relasi dengan para pemimpin industri AI. Meskipun terlihat nyeleneh, ternyata agama itu telah diberikan status bebas pajak oleh Internal Revenue Service pada Agustus lalu.

Masih dilansir indozone.id, segala sesuatu yang ada di rumah ibadah tersebut nantinya menjadi sumber terbuka dan para pengikutnya akan memiliki akun media sosial khusus untuk itu. Ide semacam ini mungkin akan dianggap lebih wajar di sana, mengingat negara Amerika benar-benar liberal.

Apalagi saat ini manusia semakin logis dan semakin gencar menemukan esensi Tuhan. Mereka terus berusaha memahami misteri dan eksistensi dari realitas. Kalau sebagian besar manusia menganut suatu agama atas dasar kepercayaan dan keyakinan. Orang-orang seperti Anthony mungkin menjadi satu dari sekian banyak orang yang membutuhkan kepastian untuk bisa menganut suatu agama.

Rasa ingin tahu (sense of curiosity) manusia di era modern ini terus meningkat, dibuktikan dengan terus dilakukannya berbagai terobosan dan gagasan yang dapat memberikan titik terang. Kebenaran bagi mereka adalah ketika kebenaran tersebut berdasarkan data dan fakta. Mereka akan lebih percaya akan eksistensi duniawi.

Untuk mereka yang benar-benar mencari wujud nyata Tuhan, ide Anthony bisa saja dipandang sangat masuk akal. Pun, anggapan manusia sebagai makhluk paling sempurna bisa saja semakin terpatahkan dengan adanya inovasi sistem AI. Anthony mulai menyuarakan dengan lantang keterbatasan manusia, karenanya dia menciptakan robot yang bisa mengatasi segala keterbatasan tersebut. Bahkan dia menjamin robot Tuhan akan bertanggung jawab pada manusia yang telah menciptakannya.

Kalaupun robot Tuhan nanti benar-benar diciptakan, saya pun pasti penasaran akan seberapa cerdasnya benda itu. Sebaiknya pun kita jangan bersikap terlalu reaktif menentang inovasi tersebut. Melainkan lihat dulu seberapa besar kontribusi positifnya pada kemajuan manusia. Asalkan perkembangannya beradab dan manusiawi, nampaknya tidak menjadi masalah.

Sumber gambar: www.techworm.net

https://www.youtube.com/watch?v=dkFfFIuXXm4&t=19s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cerita di Balik Kemenangan AC Milan vs Autria Wina di Europa League

Cerita di Balik Kemenangan AC Milan vs Autria Wina di Europa League

Poin-poin Kedahsyatan Drama Korea Selatan uget uget

Poin-poin Kedahsyatan Drama Korea Selatan