Cinta Pertama Biasanya Cenderung Gagal
Sumber gambar: mrinspirasi.blogspot.co.id
in

Cinta Pertama Biasanya Cenderung Gagal

UGET UGET – Cinta pertama tentu berbeda dengan cinta monyet. Cinta pertama adalah ketika kamu pertama kali merasa benar-benar menyukai seseorang. Biasanya cinta pertama sulit dilupakan, karena baru pertama kalinya kamu merasakan perasaan yang begitu menggebu-gebu, salah tingkah, senyum-senyum sendiri, bahkan sampai begitu tangis saat cintamu tak terbalaskan.

Transisi dari cinta monyet ke cinta pertama membuatmu sering kali kewalahan menyikapinya. Bingung tentunya bagaimana seharusnya menghadapi perasaan tertarik sebesar itu. Rasanya seperti sulit untuk menahannya. Selalu ingin tahu kabar, kegiatan, kesukaan, kriteria, atau bahkan status si doi saat itu.

Setiap hari rasanya otakmu penuh dengan khayalan tingkat tinggi. Kerjaanmu hanya berandai-andai saja, sampai hampir gila rasanya. Mau mengungkapkan perasaan pun, kamu masih malu dan takut. Sebab biasanya cinta pertama terjadi pada usia-usia remaja atau ABG.

Setiap bertemu atau berpapasan dengannya, rasanya seperti melayang ke angkasa bebas. Pada masa-masa cinta pertama memang biasanya perasaanmu begitu tak terkontrol. Apa yang kamu pikir dan rasakan inginnya yang indah-indah terus. Padahal kenyataannya tak selalu begitu.

Cinta Pertama Biasanya Cenderung Gagal
Sumber gambar: mrinspirasi.blogspot.co.id

Seperti dikutip dari merdeka.com (3/5), biasanya cinta pertama yang datang sebelum umurmu menginjak 20 tahun, cenderung berakhir gagal. Wajar saja apabila ini terjadi, sebab kamu pun baru mulai mengenal cinta. Mungkin saja kamu mulai merasakan dan mengenal rasa sakit, kecewa, patah hati, harapan palsu, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta tapi terlambat, dan sebagainya.

Pada masa ini meskipun cenderung tak bertahan lama, biasanya kamu dapat belajar banyak. Kamu mulai dewasa dari hubungan ke hubungan berikutnya. Orientasimu bukan lagi pada fantasi kehidupan percintaan yang serba berbunga-bunga saja. Melainkan mulai berpikir realistis, bahwa berani memulai hubungan, berarti harus siap menanggung segala risikonya.

Lagipula hubungan anak muda biasanya memang masih labil. Inginnya menang sendiri, masih belum bisa mengontrol emosi, masih belum bisa berpikir jernih dan menentukan sikap, masih belum paham tanggung jawab, selalu menuntut kasih sayang, atau mungkin masih belum bisa setia pada satu hati, dan hal lain yang semuanya mengarah pada kesimpulan bahwa kamu masih menganggap berpacaran hanya sekadar untuk main-main.

Karenanya cinta pertama wajar apabila gagal. Jangan takut untuk jatuh cinta lagi. Toh dengan menjalin hubungan, kamu bisa terus belajar agar menjadi lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bersahabat dengan Diri Sendiri, Cara Tepat Kenali Potensi Dirimu

Bersahabat dengan Diri Sendiri, Cara Tepat Kenali Potensi Dirimu

Tuan Rumah Piala Dunia 2018, Rusia Harus Bisa Konsisten

Tuan Rumah Piala Dunia 2018, Rusia Harus Bisa Konsisten