Cinta dalam Hati Menyiksa atau Bisa Membuat Bahagia
Sumber gambar: blogbustamil.blogspot.co.id
in

Cinta dalam Hati: Menyiksa atau Bisa Membuat Bahagia?

UGET UGET – Girls, wajar tidak jika seseorang memendam cinta untuk orang lain di hatinya saja? Atau istilah populernya cinta dalam hati begitu? Apakah sebenarnya itu salah? Hanya menyiksa diri sendiri saja atau justru bisa membuat bahagia? Bagaimana menurutmu?

Sebagian orang di dunia ini pasti ada yang pernah merasakan cinta dalam hati. Bahkan bisa dikatakan sangat banyak. Hanya saja levelnya berbeda. Mengapa begitu?

Normalnya saja ya girls, sebelum perasaan cinta diungkapkan, tentu cinta itu sebelumnya pernah dipendam. Bagi “pencinta” yang berani dan memiliki kesempatan, akan langsung ambil sikap untuk menyatakan. Hasilnya diterima, ditolak, atau di-pending itu nomor dua. Yang terpenting sudah tidak ada istilah cinta dalam hati lagi. Kalau yang begini ini, level cinta dalam hatinya masih belum tinggi.

Lain dari pada itu, ada “pencinta” lain yang bisa dibilang kurang beruntung. Dia bahkan tidak memiliki keberanian atau kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dicintainya.

Alasannya banyak, ada yang karena tidak sedang ingin menjalin hubungan, atau mungkin karena orang yang dicintai adalah sahabat dekatnya, ada juga yang menduga cintanya bertepuk sebelah tangan, atau bahkan ada yang mencintai orang yang bisa dikatakan mustahil untuk didapatkan.

Kalau sudah seperti ini, biasanya perasaan cinta yang mendalam dibiarkan saja untuk diam. Disimpan sendiri di dalam hati. Jangan sampai orang lain mengetahuinya, terutama orang yang dicintai.

Lalu (kembali pada pertanyaan awal), apakah itu menyiksa? Atau justru membuat bahagia?

Saya rasa, normalnya perasaan ini sangat sulit. Satu hal yang pasti, kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Jelas itu bukan perkara yang membahagiakan.

Tapi tunggu dulu, tidak selamanya cinta dalam hati itu membuat kita menderita. Percaya atau tidak, datangnya cinta bisa membuat orang bahagia. Dengan cara apapun dan bagaimanapun.

Bahkan hanya dengan melihat seseorang yang kita cintai, itu sudah bisa membuat kita tersenyum. Cinta dalam hati juga tidak akan menghasilkan pertengkaran secara langsung seperti umumnya yang terjadi pada pasangan. Cinta dalam hati cenderung diam dan menikmati cinta itu tanpa menuntut sesuatu yang lebih.

Kecilnya tuntutan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan memperkecil pula peluang sakit hati. Orang yang menyimpan cinta dalam hati memang diperbolehkan untuk cemburu, tapi dia tidak bisa berontak. Dengan begitu, tidak ada perdebatan dan justru sakitnya tidak akan berasal dari pahitnya kata-kata.

Saya yakin, mereka yang menikmati cinta dalam hati juga dapat merasakan kebahagiaan mencintai orang lain. Meski terkadang ada rasa sakit yang tidak dapat diadukan. Namun, pergulatan batin itu tidak akan mengikis rasa bahagianya cinta.

Jangankan cinta dalam hati yang belum disambut, cinta yang sudah bersama saja ada juga rasa sakitnya.

So, bagi para penikmat cinta dalam hati, jangan tegang. Nikmati rasa cintamu. Nikmati saja momen-momen saat ini. Suatu saat pasti akan ada jawaban.

Jika memang dia bukan untukmu, cinta itu bisa saja digantikan dengan yang baru. Jika Tuhan berkehendak menyatukan kalian, percayalah kelak akan kau rasakan manisnya hasil penantian.

Kamu aman berada di zona ini. Menyimpan cinta dalam hati tidak akan membunuhmu selagi kamu bisa mengendalikan liarnya harapanmu.

Sumber gambar: blogbustamil.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Reaksi Dunia Sepak Bola Terhadap Konflik Palestina dan Israel

Reaksi Dunia Sepak Bola Terhadap Konflik Palestina dan Israel

Kiat-kiat Menulis untuk Penulis Pemula

Kiat-kiat Menulis untuk Penulis Pemula