Cerita Misteri Horor Seram dan Serial American Horror Story uget uget
Sumber gambar: rideralam.com
in

Cerita Misteri Horor Seram dan Serial American Horror Story

UGET UGET – Baru-baru ini kita dihebohkan dengan cerita misteri horor seram tentang Muhammad Sameer, manusia dengan kemampuan khusus yang dapat memutar kepalanya 180˚ penuh. Karena kemampuannya, remaja asal Karachi, Pakistan Selatan ini dijuluki burung hantu.

Sameer ternyata tidak mendapatkan kemampuan ini dari lahir, melainkan dipelajarinya secara otodidak sejak berusia enam atau tujuh tahun. Dia terobsesi dengan tokoh dalam animasi Hollywood yang dia tonton.

Memiliki badan yang lentur dan fleksibel membuat remaja 14 tahun ini masuk sebuah komunitas tari bernama Dangerous Boys. Dari situ dia mendapat bayaran sekitar 1,5 juta per bulannya. Wah kalau sudah begitu cocok tuh untuk berlaga di film horor.

Penampilan semacam ini dapat dikatakan aneh (freak). Berbicara mengenai orang aneh, saya jadi teringat pada serial televisi Amerika Serikat bertema horor, American Horror Story. American Horror Story (AHS) khususnya musim / season 4 yang bercerita mengenai lika-liku bisnis sirkus untuk orang-orang aneh (Freak Show).

Di sini, sekaligus menunjukkan sirkus dan horor menjadi dua hal yang saling berkaitan. Sirkus yang erat kaitannya dengan keunikan, keanehan, kecacatan sering kali berhasil dilirik oleh industri film horor.

Di sana digambarkan mengenai kehidupan orang yang mengalami keterbatasan fisik (difabel). Mereka biasanya merupakan orang yang tidak diinginkan dan dibuang oleh keluarga maupun orang terdekatnya. Mereka lantas oleh Elsa Mars diajak bergabung dengan Freak Show.

Setelah digaet masuk Freak Show, mereka akan diperlakukan layaknya artis dan memeroleh bayaran. Mereka bahkan menunjukkan kehidupan yang jauh lebih manusiawi di sana. Segala kebutuhan hidup, sandang, pangan, papan telah mereka miliki.

Bagi mereka yang memunyai keahlian khusus seperti menyanyi atau bermain musik akan menjadi bintang utama. Sedangkan mereka yang tidak memiliki keahlian yang menonjol biasanya akan menjadi figuran saja. Itu artinya, mereka tak lebih dari sekadar tontonan. Film ini sekaligus menyuntikkan isu-isu diskriminasi yang kerap dialami oleh orang difabel dalam kehidupan nyata.

Mungkin untuk kalian yang terbiasa menonton film horor Indonesia akan dibuat bertanya-tanya di mana sisi horor dalam serial AHS ini. Tetapi justru menurut saya, serial ini jauh lebih menyeramkan daripada definisi horor yang selama ini selalu kita kaitkan dengan kehadiran makhluk halus.

Saya bahkan jauh merasa lebih ngeri melihat kelakuan menyimpang dari badut yang tampil dalam season 4 ini. Badut yang bisa membunuh, menyandera, sekaligus bisa berteman dengan manusia. Saya dibuat bingung dengan kehidupan masa lalu yang mungkin membentuk karakter badut itu.

Atau dengan seorang laki-laki dengan fisik normal bernama Dandy, namun dengan perilaku yang jauh dari kata normal. Dia sering membunuh kucing, bahkan bercita-cita ingin menjadi badut, dan berteman dengan badut gila itu.

Bisnis sirkus dalam balutan horor ini dikemas jauh lebih kreatif. Cakupan horor di sini tidak melulu teror hantu, bahkan jauh lebih dalam maknanya, yakni teror dalam diri kita sendiri. Ketakutan-ketakutan yang mungkin menghantui diri kita, seperti kondisi fisik yang semakin menua atau kondisi difabel lainnya.

Misalnya kerdil, tidak punya kaki, tangan berakar, gigantisme, kembar dampit berkepala dua, perempuan berjenggot, atau perempuan dengan tiga payudara. Kondisi tersebut lah yang menjadi kengerian terbesar bagi aktor dalam film tersebut, yang mungkin akan menghantui mereka seumur hidup.

Sumber gambar: rideralam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Buka Usaha Lilin Hias: Ciptakan Peluang Bisnis Baru

Buka Usaha Lilin Hias: Ciptakan Peluang Bisnis Baru

Perjuangan Ayah: Mantra Dan Permata Surga Dari Desa

Perjuangan Ayah: Mantra Dan Permata Surga Dari Desa