Cerita Lucu Perpanjangan SIM Keliling Jogja Bikin Geli Sendiri ugetuget
Sumber gambar: pbwoychick.wordpress.com
in

Cerita Lucu Perpanjangan SIM Keliling Jogja Bikin Geli Sendiri

UGETUGET – Saya punya cerita lucu perpanjangan SIM keliling Jogja. Ini saya alami sendiri. Tepatnya pagi hingga siang tadi, di bulan November.

Semalam sebelumnya, kota Yogyakarta dan Sleman diguyur hujan lebat. Tapi saya tetap melaju dari selatan ke utara sambil mengendarai sepeda motor, karena saya sudah memiliki janji dengan Nasrul Mubarock, manajer band Haji Gimbal yang sudah sangat tersohor itu.

Kami bertemu di warung kopi Secangkir Jawa. Kami mengobrol dan bertukar cerita hingga dini hari menjelang. Kami memutuskan untuk pulang pada pukul 03.00 WIB. Sesampainya di rumah saya langsung mengerjakan pekerjaan saya, dan tidak tidur hingga pukul 08.00 WIB.

Hari ini adalah 6 November 2017. Besoknya adalah tanggal lahir saya. Bapak saya mengingatkan supaya jangan lupa memperpanjang KTP dan SIM. Untuk KTP saya sih merasa tenang karena sudah e-KTP. Sedangkan untuk SIM saya iyakan saja, karena saya sudah merasa sangat mengantuk.

Tapi sebelum tidur saya browsing tentang jadwal SIM keliling di Jogja. Ternyata di hari Senin ini, ada di wilayah Puro Pakualaman. Jam kerjanya dari jam 09.00 – 12.00 WIB. Akhirnya saya pasang alarm di jam 9, dan langsung tidur.

Alarm berbunyi. Saya pun bangun, meski kepala masih pusing karena cuma tidur satu jam. Langsung mandi, ganti baju, dan cus ke depan Pura Pakualaman.

Baru saja masuk ke dalam bus, seorang petugas bertanya pada saya. “Mau bikin SIM apa perpanjangan Mas?”

“Perpanjangan Pak.”

“Dari wilayah mana? Jogja, Bantul, apa Gunungkidul?”

“Jogja Pak,” jawab saya.

“Wah, maaf Mas. Blangko untuk wilayah Jogja sudah habis. Silahkan Mas pergi ke Ramai Mall atau Satpas. Kalau di Ramah Mall buka mulai pukul 10.00 – 15.00 WIB.”

“Oh… Ramai Mall Malioboro menika nggih Pak?” tanyaku.

“Iya, coba ke sana ya.”

Setelah mengucap salam dan terima kasih, aku pun langsung memacu gas ke Ramai Mall Malioboro. Karena jarang masuk ke pusat pertokoan seperti ini, otomatis saya bingung. Untungnya ada banyak orang yang seperti saya bertanya kepada satpam. Jadi, saya tinggal mengikutinya saja.

Cerita Lucu Perpanjangan SIM Keliling Jogja Bikin Geli Sendiri uget uget
Sumber gambar: id.pinterest.com

Lokasinya berada di lantai 2 atau 3, tapi banyak yang mengatakan lantai 2. Di sebelah timur paling pojok. Terlihat jelas ada tulisan perpanjangan SIM online.

Saat tiba di lokasi itu, sudah banyak orang yang berkumpul. Lima puluhan orang pun ada. Sayangnya, pelayanan belum di buka juga. Hingga setengah jam menunggu, ada petugas keluar dan mengatakan bahwa pelayanan perpanjangan SIM online masih belum dapat dilayani.

Hal tersebut disebabkan karena sistemnya sedang off sejak tanggal 4 November 2017.

Saya pun bingung. Tapi bisa dibilang saya kurang peka membaca pralambang atau pralampita yang diberikan semesta. Dari blangko habis di Pura Pakualaman hingga pelayanan di Ramai Mall tidak dibuka karena offline.

Padahal sasmita atau pertandanya sudah jelas. Mungkin jika saya lebih peka dan menyadari pertanda ini sebelumnya, kejadian berikutnya tidak akan terjadi.

Akhirnya saya mencari informasi, dimana lagi ada pelayanan SIM keliling Jogja. Dari hasil browsing saya dapatkan nama tempat bernama LPP. Langsung saya tancap gas menuju ke tempat tersebut.

Saat tiba untungnya pelayanan SIM keliling masih buka. Oleh tukang parkir saya direkomendasikan untuk mencari surat keterangan sehat dari dokter di sebuah praktik dokter di wilayah terdekat.

“Sing cepet yo Mas, soale jam 11 wis tutup SIM’e,” kata tukang parkirnya.

Saya pun menuju tempat yang dimaksud. Tapi sayangnya banyak yang antri. Akhirnya saya berinisiatif mencari tempat praktik yang lain.

Setelah mendapatkan surat keterangan dokter, ternyata tidak berlaku. Harus dari tempat yang direkomendasikan.

Akhirnya saya pun antri di tempat yang dimaksud. Setelah mendapatkan surat keterangan dokter di tempat tersebut, saya pun antri perpanjangan SIM. Fotokopi KTP, SIM, dan surat keterangan dokter tadi saya serahkan. Saya pun duduk menanti dipanggil.

Setelah menunggu cukup lama, nama saya dipanggil.

“Punkaz D. Singaraska.”

“Iya Pak, saya”.

“Begini Mas, ini kartu SIM Anda masih berlaku hingga tahun 2019. Silakan dicek dulu SIM aslinya, benar apa tidak?” ucap petugas.

Saya pun mengambil dompet dan mengecek SIM saya. Ternyata memang benar bahwa kartu SIM saya masih berlaku hingga 2019.

Saya pun mengucap maaf dan terima kasih kepada para petugas.

Kebanyakan dari petugas dan pengunjung yang juga ingin memperpanjang SIM ikut tertawa dan geleng-geleng kepala. Saya pun cuma tersenyum kecut sambil garuk kepala.

Saya langsung ambil motor dan tancap gas. Sepanjang perjalanan pulang saya tertawa geli sendiri. Saya pun memutuskan untuk makan Mie Ayam. Sebab badan ini capek dan ngantuk berat, serta geli dengan kejadian hari ini.

Itulah cerita lucu perpanjangan SIM keliling Jogja saya.

Sumber gambar: pbwoychick.wordpress.com

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Gunungkidul: Deretan Pantai dengan Pesona Alam yang Mengagumkan

Gunungkidul: Deretan Pantai dengan Pesona Alam yang Mengagumkan

Tulus Mengguncang GOR Amongrogo Yogyakarta

Tulus Mengguncang GOR Amongrogo Yogyakarta