Cerita di Balik Pembangunan Taj Mahal, Mengenang Kesedihan yang Indah
Sumber gambar: musafir.com
in

Cerita di Balik Pembangunan Taj Mahal, Mengenang Kesedihan yang Indah

UGETUGETSang Penguasa Dunia. Shah Jahan merupakan raja kelima dalam Kekaisaran Mughal (Moghul). Dia putra Raja Jahangir, yang berkuasa pada abad 16. Pangeran Khurram memimpin banyak pertempuran untuk menyatukan kerajaan. Karena berbagai kemenangan, Jahangir memberinya gelar Shah Jahan.

Ini bukan sembarang gelar! Untuk mendapatkannya, Shah Jahan harus melawan saudara-saudaranya sebelum meraih tahta. Baru di tahun 2628 Shah Jahan benar-benar menjadi raja.

Sebelumnya, oleh Shah Jahan ada ratu yang dinikahinya di tahun 1612 yaitu Arjumand Banu Begum. Dia cantik luar biasa!

Saking kagumnya, para penyair sampai berkata, “Bulan menyembunyikan wajah di depannya karena malu”. Wow! Mungkin karena itu dia diberi gelar Mumtaz Mahal. Artinya ‘hiasan istana’.

Sayangnya, terjadi sebuah tragedi. Pada April 1631, setelah melahirkan putra ke-14, Mumtaz Mahal meninggal. Shah Jahan sedih sekali! Dia berjanji membangun sebuah monumen untuk mengenang cinta mereka.

Mahalnya Taj Mahal

Shah Jahan dalam Dunia
Sumber gambar: en.wikipedia.org

Shah Jahan meminta arsitek Isa Shirazi untuk mewujudkan pembangunan Taj Mahal yang menjadi makam dari Mumtaz Mahal.

Saat proses pengerjaannya, lebih dari 20 ribu pekerja, termasuk para seniman ikut dalam pembuatan makam ini. Lebih dari 1.000 gajah memindahkan bahan-bahan dari seluruh India dan Asia Tengah ke Agra, India.

Terbayang kan berapa biaya pembangunan makam itu? Kalau kita sudah pasti kesusahan untuk membangun dan mencari dana untuk itu. Kira-kira, biaya pembangunannya bisa disamakan seperti membuat empat Disneyland.

Kisah Sedih (Bukan di Hari Minggu)

Lukisan Mumtaz Mahal
Sumber gambar : en.wikipedia.org

Sayangnya akhir hidup Shah Jahan menyedihkan. Putranya Aurangzeb naik tahta di tahun 1658. Dia memenjarakan Shah Jahan tak jauh dari Taj Mahal. Jadi, Shah Jahan masih bisa melihat Taj Mahal.

Delapan tahun kemudian, Shah Jahan wafat. Dia dimakamkan di sebelah Mumtaz Mahal. Nah, makam Shah Jahan ini merupakan satu-satunya bentuk asimetris di Taj Mahal.

Jauh Indah, Dekat Indah

Taj Mahal memang indah! Pantas deh mendapat sebutan lambang cinta abadi. Bahan untuk membuatnya saja dari marmer putih! Seluruh makam didekorasi dengan bentuk bunga dan kaligrafi yang dihiasi batu permata.

Di setiap empat sudutnya ada menara-menara tinggi juga. Di belakang Taj Mahal juga ada Sungai Yamuna. Pantulan air sungai ini menjadikan penampilan Taj Mahal berubah-ubah.

Contohnya ketika waktu pagi terlihat agak merah jambu. Sementara itu, pas waktu purnama, jadi terlihat berkilauan bagaikan permata! Indahnya…!

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Survive Untuk Perantau Bukan Sekadar Cara Bertahan Hidup

Survive Untuk Perantau Bukan Sekadar Cara Bertahan Hidup

Kebiasaan yang Butuh Diterapkan Untuk Kaya, Mau Kan?

Kebiasaan yang Butuh Diterapkan Untuk Kaya, Mau Kan?