Cara Praktis dan Efektif Belajar Filsafat, Pasti Langsung Bisa!
Sumber gambar: satujam.com
in

Cara Praktis dan Efektif Belajar Filsafat, Pasti Langsung Bisa!

UGETUGETSebenarnya belajar apa pun butuh yang namanya ketekunan, kesabaran, dan modal (contohnya kuota atau beli buku). Alangkah baiknya pun ada guru yang jadi tempat bertanya dan minta petunjuk.

pohon filsafat
Sumber gambar: rwblog.id | Pohon filsafat dalam pikiran manusia.

Biarpun begitu, saat engkau tertarik dengan filsafat, namun takut sama luas dan rumitnya tema serta isu yang diusung di dalamnya. Barangkali, tips-tips  berikut ini layak diperhitungkan.

Karena terkadang, tetap saja karakter indvidu dan situasi historis tiap-tiap orang harus ditimbang kembali.

1. Awali dari kesadaran tidak tahu

Kesadaran tidak tahu berfungsi agar memancing gairah dan usaha untuk jadi tahu. Juga akan menyusun daftar-daftar pertanyaan mengenai apa saja yang ingin kita tahu dan bagaimana cara untuk mencari tahu.

Metode ini pernah dilakukan dengan amat intensif dan berhasil oleh kakeknya para filosof, Socrates. Socrates mengembangkan satu cara bertanya secara bebas, partisipatif, dan terbuka.

2. Baca dan kaji secara runtut dan sabar

Belajar filsafat harus didukung dengan aktivitas membaca. Buku-buku filsafat tidak bisa hanya sekadar dibaca layaknya novel-novel yang laris di pasaran.

Biasanya argumen-argumen dalam buku-buku filsafat didasarkan pada segala pernyataan yang disusun secara berkesinambungan semenjak dari awal tulisan.

Kegiatan baca buku filsafat butuh sabar dari awal sampai akhir. Narasi, eksposisi, dan argumentasi di dalamnya, kerap kali akan terasa basa-basi dan tidak langsung saja.

Jadi, membaca buku filsafat harus baca kata per kata, kalimat per kalimat, paragraf per paragraf.

Filsafat adalah induk ilmu-ilmu
Sumber gambar: satujam.com | Filsafat adalah induk ilmu-ilmu.

3. Cari waktu dan kondisi yang tepat

Kenapa harus menemukan kondisi yang paling tepat? Karena kita akan berhadapan dengan materi-materi yang menantang dalam hidup yang mungkin tak akan terpegang atau tersentuh, bahkan hanya sambil lalu saja.

Tapi setidaknya, ya, cari semangat yang berapi-api dan fokus yang penuh di hadapan mata kita, gaes.

4. Tekunilah isu filosofis apa pun yang paling menarik bagimu

Untuk menemukannya kita dapat mulai dengan meraba minat dan bakat, ketertarikan, atau kepentingan kita

Belajar filsafat tidak punya urutan baku. Barangkali, awalnya hanya dipaksa paham berpikir dengan kategori-kategori ilmu, contoh logika, ontologi, epistemologi, dan sebagainya. Lalu, kita bisa menjelajah sesuai minat kita.

5. Jangan malas, takut atau ragu buka kamus filsafat

Para filosof kerap memberikan definisi beda untuk kata-kata yang sama. Bahkan, ada juga kata yang sama didefinisikan berbeda oleh filosof yang beda.

Jadi, nggak usah malu membuka kamus filsafat. Karena memang ada kesusahan memahami segala istilah asing yang dijelaskan oleh para filosof itu.

Sumber: Faiz, Fahruddin. 2018. Sebelum Filsafat. Yogyakarta: MJS PRESS.

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Lagu Sayang Om Wawes Terinspirasi Dari Lirik Lagu Bahasa Jepang

Lagu Sayang Om Wawes Terinspirasi Dari Lirik Lagu Bahasa Jepang

Net TV: Dua Penghargaan Untuk Televisi Masa Kini

Net TV: Dua Penghargaan Untuk Televisi Masa Kini