Cara Menyikapi Teman Kita yang Pendiam
Sumber gambar: www.counselorlink.com
in

Cara Menyikapi Teman Kita yang Pendiam

UGET UGET – Punya teman yang pendiam? Jika iya, mungkin kalian sudah banyak belajar untuk menyikapinya. Diam memang bukan kesalahan, tapi kita juga perlu tahu bagaimana caranya harus bersikap di depan mereka. Sama halnya seperti kita menyikapi teman-teman kita yang banyak bicara.

Seorang pendiam hanya akan berbicara seperlunya saja. Bahkan ada pula yang berbicara hanya karena sangat perlu saja. Kalau sudah begini, coba buat mereka merasa perlu untuk berbicara. Namun, jangan sampai terlalu memojokkan, atau istilah kasarnya sampai menodong orang itu untuk memberikan pendapatnya.

Kita harus sering mengajaknya berinteraksi. Ini adalah salah satu cara untuk bisa membuatnya lebih banyak berbicara. Setidaknya untuk hal-hal yang dirasa memang penting untuk dibicarakan.

Namun ada satu hal yang perlu untuk digaris bawahi, dicetak tebal dan diberi tanda petik, ”mereka harus merasa nyaman”. Kebanyakan orang tidak mau bercerita atau berkata-kata banyak karena mereka tidak memiliki rasa nyaman dengan orang yang sedang mereka ajak berbicara. Akibatnya, mereka hanya mengungkapkan hal-hal seperlunya saja dan lebih cenderung banyak diam.

Kenyamanan terbukti mampu membuat orang bercerita. Mungkin kita juga sudah pernah menjumpai seseorang yang di luarnya disebut sebagai pendiam, tapi saat bersama orang-orang tertentu, dia akan mulai banyak bercerita. Hal ini dimungkinkan karena seorang pendiam merasa nyaman kepada orang-orang tertentu tadi.

Seorang pendiam hanya akan mempercayakan ceritanya didengar oleh orang-orang yang menurutnya mampu mengerti dia. Dia tidak akan mungkin mengumbar kisah dengan orang-orang yang tidak mau menanggapi atau menganggap kisah itu. Untuk itulah mereka hanya mempercayakannya pada orang-orang terdekat saja.

Ini berarti, untuk menyikapi teman kita yang pendiam, salah satu cara yang paling ampuh adalah membuatnya merasa nyaman dengan kita. Mereka adalah orang-orang tertutup yang mungkin saja sebenarnya membutuhkan teman untuk bercerita, hanya saja tidak memiliki seseorang yang mereka rasa mampu mendengarkan dengan baik dan memahami apa yang mereka katakan.

Tugas kita sebagai teman adalah menjadi orang yang mereka inginkan. Dengan kata lain, kita juga harus mengerti bagaimana caranya membuat mereka nyaman dan mampu berbagi. Dengan ini, kita akan memperoleh interaksi yang baik dengan mereka. Bisa saling berbicara dan bisa menciptakan komunikasi yang baik tentunya. Dalam artian ada umpan balik yang baik pula.

Sumber gambar: www.counselorlink.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Alat Make up Terbaik Wanita Adalah Senyum

Alat Make up Terbaik Wanita Adalah Senyum

Tips Jadi Jomblo Berkualitas Alias High Quality Jomblo

Tips Jadi Jomblo Berkualitas Alias High Quality Jomblo